Liga Inggris menyatakan bahwa mereka akan terus mengawasi proses transfer Ramires dari Benfica ke Chelsea agar tidak melanggar peraturan transfer pemain yang berlaku di liga negara Ratu Elisabeth itu.
Pengawasan ini dilakukan setelah badan yang mengurus Liga Inggris menemukan fakta bahwa agen kontrofersial, Kia Joorabchian, memegang 50 persen saham dari sang pemain. Tidak hanya itu, agen lainnya, Pini Zahavi, juga diindikasikan memegang 30 persen saham sang gelandang.
Berdasarkan keadaan di atas, Jika transfer Ramires, yang bernilai 20 juta pound, terlaksana, maka Benfica hanya akan mendapatkan empat juta pound dari total 20 juta pound yang akan diberikan Chelsea. Kondisi itu tentunya sangat bertentangan dengan peraturan transfer di Liga Inggris, yang menyatakan bahwa setiap uang transfer seorang pemain harus diserahkan langsung kepada klub pemiliknya.
"Jika transfer terjadi, itu harus antara klub dengan klub. Di beberapa negara mungkin proses transfer seperti itu masih diizinkan, tapi kami tidak akan memperbolehkan itu terjadi di sini (Liga Inggris)," ujar juru bicara badan pengurus Liga Inggris, seperti yang dikutip The Sun.
Pengawasan ketat dari Liga Inggris itu mulai diberlakukan semenjak proses transfer Carlos Tevez dan Javier Mascherano dari Corinthians ke West Ham digugat Sheffield United pada 2007 lalu.
Menurut pihak Sheffield United, Tevez seharusnya tidak diperbolehkan bermain di Liga Inggris karena proses transfernya melibatkan pihak ketiga. Buntutnya, West Ham harus membayar 20 juta pound kepada Sheffield United karena mereka terdegradasi akibat adanya Tevez dan Mascherano di klub asal London Timur itu.
Sumber : bolanews.com
Pengawasan ini dilakukan setelah badan yang mengurus Liga Inggris menemukan fakta bahwa agen kontrofersial, Kia Joorabchian, memegang 50 persen saham dari sang pemain. Tidak hanya itu, agen lainnya, Pini Zahavi, juga diindikasikan memegang 30 persen saham sang gelandang.
Berdasarkan keadaan di atas, Jika transfer Ramires, yang bernilai 20 juta pound, terlaksana, maka Benfica hanya akan mendapatkan empat juta pound dari total 20 juta pound yang akan diberikan Chelsea. Kondisi itu tentunya sangat bertentangan dengan peraturan transfer di Liga Inggris, yang menyatakan bahwa setiap uang transfer seorang pemain harus diserahkan langsung kepada klub pemiliknya.
"Jika transfer terjadi, itu harus antara klub dengan klub. Di beberapa negara mungkin proses transfer seperti itu masih diizinkan, tapi kami tidak akan memperbolehkan itu terjadi di sini (Liga Inggris)," ujar juru bicara badan pengurus Liga Inggris, seperti yang dikutip The Sun.
Pengawasan ketat dari Liga Inggris itu mulai diberlakukan semenjak proses transfer Carlos Tevez dan Javier Mascherano dari Corinthians ke West Ham digugat Sheffield United pada 2007 lalu.
Menurut pihak Sheffield United, Tevez seharusnya tidak diperbolehkan bermain di Liga Inggris karena proses transfernya melibatkan pihak ketiga. Buntutnya, West Ham harus membayar 20 juta pound kepada Sheffield United karena mereka terdegradasi akibat adanya Tevez dan Mascherano di klub asal London Timur itu.
Sumber : bolanews.com
No comments:
Post a Comment