Mano Menezes saat diperkenalkan secara resmi sebagai arsitek Brasil/Getty Images
Mano Menezes menyiapkan kejutan besar dalam program kerja perdananya di timnas Brasil. Arsitek anyar Selecao ini menyatakan bakal mengubah gaya latin khas Samba dengan taktik ala Eropa. Maksudnya?
Tiga hari setelah resmi ditunjuk sebagai arsitek baru timnas Brasil, Mano langsung mengumumkan visi besarnya di Selecao. Era baru pun disiapkan pelatih yang diboyong dari Corinthians, guna mempersiapkan armadanya untuk berlaga di Piala Dunia 2014 di Brasil.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utamanya adalah mengubah patron yang diusung pelatih sebelumnya Carlos Dunga. Bersama Dunga, tim Samba bermain dengan formasi 4-3-1-2 yang terbukti hanya mampu melangkah hingga perempat final Piala Dunia 2010.
Kini, bersama Mano patron tersebut bakal berubah. Pelatih 48 tahun mengaku bakal mengusung patron seperti yang digunakan tim-tim Eropa, yakni 4-2-3-1. Formasi ini memang terbukti mumpuni saat mengantar Spanyol (yang juga menerapkannya) tampil sebagai kampiun Piala Dunia 2010.
Akan tetapi, saat dikonfirmasi apakah strategi yang diusungnya karena mencontek Spanyol, Mano langsung membantahnya. Dia mengaku telah menerapkan patron tersebut sejak masih membesut Gremio pada 2006 silam.
“Untuk timnas, selain berhak menentukan pemain, Anda juga berhak menentukan sistem yang tepat. Saya suka bermain dengan mengusung patron 4-2-3-1, sama seperti yang kita lihat digunakan sejumlah tim di Piala Dunia kemarin,” ujar Mano dalam konferensi pers, seperti dikutip Goal, Selasa (27/7/2010).
“Saya sudah mengadopsi sistem ini sejak 2006 saat masih melatih Gremio. Dengan formasi ini, tim Anda memiliki kekuatan lebih dalam bermain ofensif dan kuat di sektor sayap. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan gelandang bertahan untuk maju membantu serangan,” tambahnya.
“Klub-klub Eropa suka bermain dengan sistem ini,” tandasnya.
Sumber : Okezone.com
No comments:
Post a Comment