Mantan Kepala Komite Keamanan FIFA, Chris Eaton
Mantan Kepala Komite Keamanan FIFA, Chris Eaton, buka suara soal dugaan skandal pengaturan hasil pertandingan di seluruh dunia, yang digerakkan dari kawasan Asia.
Menurutnya, tindak kejahatan yang terorganisir untuk menetapkan sebuah klub yang bertanding harus menang atau kalah, telah meraup keuntungan hingga ratusan juta Poundsterling tiap tahun.
Eaton dengan tegas menyebut Asia sebagai sarang penjahat, karena ia menilai pasar judi di sana sangat menggiurkan dan peraturan pemerintah soal judi sangat lemah.
"Tak ada itikad baik (pemerintah) untuk mengatur rumah judi di kawasan Asia Tenggara. Kejahatan ini lebih menguntungkan dari (laba) perusahaan Coca Cola yang menghasilkan satu triliun Pounds per tahun," ujar Chris Eaton, seperti dinukil Daily Mail.
"Ini adalah sebuah perkembangan ekonomi yang sangat cepat lajunya. Maka dari itu, diperlukan pengaturan dan supervisi dari pemerintah negara (kawasan Asia Tenggara)," lanjutnya.
"Perputaran uang di sana sudah menggunakan mesin dengan sistem algoritma yang tak jauh berbeda dengan Bursa Efek di Amerika Serikat atau London. Tiga rumah judi terbesar di Asia Tenggara bisa melibatkan 1,2 triliun Pounds per pekan dalam transaksinya," tegas pria yang kini menjabat Kepala Keamanan Olahraga Qatar.
Kepolisian Gabungan Eropa (Europol) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan soal adanya dugaan kasus pengaturan skor di pentas Liga Champions, khususnya yang berlangsung di Inggris.
Dari hasil mengatur sekitar 380 pertandingan, sindikat yang diyakini berbasis di Singapura, diperkirakan berhasil mengantongi sedikitnya 7 juta Pounds (sekitar 106 miliar Rupiah).
Sumber berit/Foto : inilah.com

No comments:
Post a Comment