Friday, July 3, 2009

Akankah Jendela Transfer Antiklimaks?

Mengikuti perkembangan pembelian pemain yang dilakukan oleh klub-klub di Eropa saat ini cukup menarik. Apalagi masa jendela transfer masih cukup lama, sampai akhir Agustus nanti. Pergerakan bursa transfer sepertinya berlangsung terlalu cepat, dan ini dikhawatirkan akan anti klimaks diujung masanya. Padahal akan lebih menarik seandainya perpindahan pemain-pemain top itu mencapai klimaksnya di saat akhir jendela transfer ditutup.

Besar kemungkinan ini diakibatkan oleh krisis finansial yang dialami oleh klub-klub sebagai efek dari krisis global yang melanda dunia. Juga ini diakibatkan oleh sikap atau reaksi yang diambil oleh klub-klub besar terutama yang minim prestasi di musim sebelumnya. Coba perhatikan apa yang dilakukan oleh Real Madrid dan Bayern Munchen?
Kedua klub besar ini sepertinya kembali menggunakan resep lama dalam membangun kembali timnya. Cuci gudang dan beli pemain sebanyak-banyaknya adalah solusi menurut manajemen klub.

Real Madrid bahkan melakukan pembelian yang gila-gilaan, sampai-sampai Michael Platini menyebutnya sebagai pembelian yang tidak masuk akal, saat mereka mendatangkan Kaka dan Cristiano Ronaldo. Reaksi yang dilakukan Madrid (Perez) memang berlebihan, untuk mengantisipasi telikungan dari klub saingannya, Mereka menawarkan harga yang begitu tinggi sehingga menghilangkan nafsu klub lain untuk bersaing mendapatkan seorang pemain. Sementara pemain-pemain yang dianggap kurang potensial untuk musim depan dibuang semua. Cita-cita Florentino Perez untuk membangun The Galacticos II akan terwujud musim ini.

Apa yang dilakukan Bayern Munchen, sama dengan Madrid. Meskipun tidak terbersit untuk membangun The Hollywood II. Tapi pembelian Munchen kurang greget apalagi fantastis. Kehilangan Lukas Podolski hanya diganti oleh Mario Gomes dan Ivica Olic, dan beberapa pemain tidak terkenal lainnya.

Di Liga Premier, sepak terjang Chelsea di bursa pemain musim ini sepertinya digantikan oleh Manchester City, yang dibekali dana cukup banyak oleh pemilik barunya, dalam membangun fondasi awal untuk menjelma menjadi klub besar.
Untung saja gelagat cepat yang ditunjukkan klub-klub di atas tidak diikuti oleh klub-klub lain seperti Inter Milan, bahkan kelihatannya Arsenal dan Liverpool sudah cukup puas dengan skuad musim lalu.

Cukup menarik dengan reaksi yang diberikan oleh klub kaya di Lique1, Lyon. Kehilangan beberapa pemain bintang semisal Juninho, Abdulkader Keita, Sidney Govou, dan Karim Benzema, tidak membuat sang boss, Jean-Michel Aulas kalang kabut. Sepertinya Aulas tidak terburu-buru dan menunggu waktu dan pemain yang tepat, padahal klub-klub saingannya sudah mulai bergerak.

Semoga bursa pemain musim ini tidak klimaks dengan pembelian Kaka dan CR7. Masih ada harapan pada Milan dan MU dalam mencari pengganti pemain andalannya tersebut. Juga masih ada beberapa nama yang bisa menghangatkan bursa ke depan, seperti Samuel Eto’o, Emanuel Adebayor, David Villa, dan yang paling ditunggu, Frank Ribery alias FR7.

No comments:

Post a Comment