Xabi Alonso bisa bangkit kembali untuk melanjutkan laga final Piala Dunia 2010 setelah menerima tendangan kung-fu pemain Belanda, Nigel De Jong. Namun, lama setelah laga usai, Alonso masih merasakan sakit di dadanya. "Mungkin rusuk saya patah," kata Alonso.
Nigel De Jong mendaratkan pul sepatunya tepat di dada Alonso ketika keduanya berduel memperebutkan bola. Alonso sempat menjalani perwatan sebelum akhirnya melanjutkan laga.
Wasit Howard Webb hanya menghukum pemain Manchester City itu dengan kartu kuning. Padahal, usai laga, De Jong mengakui jika pelanggarannya layak diganjar kartu merah.
"Ya, saya khawatir pelanggaran itu bisa berakibat lebih buruk daripada sekedar katu kuning," kata De Jong dikutip ESPN Star. "Memang terlihat buruk, meski sejujurnya saya tidak melihat lawan datang dari arah tersebut," tambahnya.
Sedangkan Alonso mengaku terjangan De Jong adalah pelanggaran terburuk yang pernah dia terima di sepanjang kariernya. Namun, euforia yang dirasakan gelandang berusia 29 tahun itu usai membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia membuat dia tidak mengkhawatirkan efek terjangan De Jong.
"Itu laga yang ketat. Ada hormat dari kedua pihak dan mereka harus menghentikan kami," kata Alonso.
"Tapi, itu adalah pelanggaran yang sangat keras. Tekel paling menyakitkan di dalam hidup saya dan membuat saya sulit melanjutkan laga," ungkap gelandang Real Madrid itu.
"Mungkin rusuk saya patah, meskipun saya tidak terlalu mengkhawatirkannya," pungkas Alonso.
Sumber : www.bolanews.com
Nigel De Jong mendaratkan pul sepatunya tepat di dada Alonso ketika keduanya berduel memperebutkan bola. Alonso sempat menjalani perwatan sebelum akhirnya melanjutkan laga.
Wasit Howard Webb hanya menghukum pemain Manchester City itu dengan kartu kuning. Padahal, usai laga, De Jong mengakui jika pelanggarannya layak diganjar kartu merah.
"Ya, saya khawatir pelanggaran itu bisa berakibat lebih buruk daripada sekedar katu kuning," kata De Jong dikutip ESPN Star. "Memang terlihat buruk, meski sejujurnya saya tidak melihat lawan datang dari arah tersebut," tambahnya.
Sedangkan Alonso mengaku terjangan De Jong adalah pelanggaran terburuk yang pernah dia terima di sepanjang kariernya. Namun, euforia yang dirasakan gelandang berusia 29 tahun itu usai membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia membuat dia tidak mengkhawatirkan efek terjangan De Jong.
"Itu laga yang ketat. Ada hormat dari kedua pihak dan mereka harus menghentikan kami," kata Alonso.
"Tapi, itu adalah pelanggaran yang sangat keras. Tekel paling menyakitkan di dalam hidup saya dan membuat saya sulit melanjutkan laga," ungkap gelandang Real Madrid itu.
"Mungkin rusuk saya patah, meskipun saya tidak terlalu mengkhawatirkannya," pungkas Alonso.
Sumber : www.bolanews.com


No comments:
Post a Comment