Hari pertama forum Soccerex Asia 2010 yang berlangsung di Raffles City Convention Center, Singapura dimanfaatkan panitia sukses pencalonan tuan rumah Piala Dunia Qatar 2022 untuk menjelaskan tentang apa yang mereka bisa sajikan lebih di tiga Piala Dunia mendatang.
Selain perkenalan oleh ketua Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammed bin Hammam sebagai pembuka forum Soccerex pertama di Asia ini, presentasi oleh Qatar, yang dibawakan oleh CEO pencalonan Qatar 2022 Hassan Al Thawadi, juga menarik minat banyak peserta.
Keuntungan letak geografis dari Qatar, yang berada di tengah benua Asia dan Eropa, ditambah dengan teknologi mutakhir yang mampu mendinginkan suhu di udara luar sekitar stadion hingga di bawah 27 derajat Celsius menjadi nilai tambah bagi Qatar.
Belum lagi tentang luas negara Qatar yang tidak begitu besar, membuat mereka mampu membangun 12 stadion, yang menjadi syarat minimum FIFA, dengan jarak antar stadion apapun tak lebih dari satu jam jika ditempuh dengan sarana transportasi publik.
Jika digabungkan dengan kapasitas bandar udara Doha yang baru, stadion-stadion di Qatar lebih mudah dijangkau oleh tim, fans, dan pers, dan mereka juga tak perlu berpindah tempat tinggal selama Piala Dunia berlangsung.
Selain itu, Qatar, yang penduduknya hanya berjumlah sekitar satu juta, juga menjanjikan stadion-stadion yang mereka bangun tidak akan menjadi 'gajah putih', istilah untuk bangunan yang tak bisa dimanfaatkan penuh setelah suatu acara berlangsung, karena 170.000 kursi stadion akan mereka sumbangkan untuk membangun stadion-stadion kecil di negara-negara berkembang.
Namun, Qatar harus bersaing ketat dengan banyak negara, termasuk Australia, Korea Selatan, dan Jepang dari benua Asia, ditambah Belgia-Belanda, Inggris, Portugal-Spanyol, AS, dan Rusia, yang juga serius mempromosikan pencalonan mereka untuk Piala Dunia 2018 atau 2022 di Soccerex Asia 2010.
Di hari pertama ini, ada juga diskusi tentang pemasaran sepakbola di Asia, perkembangan pasar sepakbola Asia, dan juga evolusi penyiaran sepakbola yang dihadiri. Direktur komersial Liverpool Ian Ayre ikut menyumbangkan pemikirannya tentang pemasaran sepakbola di Asia.
Selain presentasi dan diskusi, juga ada pameran sepakbola yang diikuti industri-industri terkemuka yang bergerak di dunia sepakbola. Perwakilan Chelsea juga memajang trofi Liga Primer Inggris untuk diambil gambarnya oleh peserta forum yang berminat.
Sumber : goal.com
Selain perkenalan oleh ketua Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammed bin Hammam sebagai pembuka forum Soccerex pertama di Asia ini, presentasi oleh Qatar, yang dibawakan oleh CEO pencalonan Qatar 2022 Hassan Al Thawadi, juga menarik minat banyak peserta.
Keuntungan letak geografis dari Qatar, yang berada di tengah benua Asia dan Eropa, ditambah dengan teknologi mutakhir yang mampu mendinginkan suhu di udara luar sekitar stadion hingga di bawah 27 derajat Celsius menjadi nilai tambah bagi Qatar.
Belum lagi tentang luas negara Qatar yang tidak begitu besar, membuat mereka mampu membangun 12 stadion, yang menjadi syarat minimum FIFA, dengan jarak antar stadion apapun tak lebih dari satu jam jika ditempuh dengan sarana transportasi publik.
Jika digabungkan dengan kapasitas bandar udara Doha yang baru, stadion-stadion di Qatar lebih mudah dijangkau oleh tim, fans, dan pers, dan mereka juga tak perlu berpindah tempat tinggal selama Piala Dunia berlangsung.
Selain itu, Qatar, yang penduduknya hanya berjumlah sekitar satu juta, juga menjanjikan stadion-stadion yang mereka bangun tidak akan menjadi 'gajah putih', istilah untuk bangunan yang tak bisa dimanfaatkan penuh setelah suatu acara berlangsung, karena 170.000 kursi stadion akan mereka sumbangkan untuk membangun stadion-stadion kecil di negara-negara berkembang.
Namun, Qatar harus bersaing ketat dengan banyak negara, termasuk Australia, Korea Selatan, dan Jepang dari benua Asia, ditambah Belgia-Belanda, Inggris, Portugal-Spanyol, AS, dan Rusia, yang juga serius mempromosikan pencalonan mereka untuk Piala Dunia 2018 atau 2022 di Soccerex Asia 2010.
Di hari pertama ini, ada juga diskusi tentang pemasaran sepakbola di Asia, perkembangan pasar sepakbola Asia, dan juga evolusi penyiaran sepakbola yang dihadiri. Direktur komersial Liverpool Ian Ayre ikut menyumbangkan pemikirannya tentang pemasaran sepakbola di Asia.
Selain presentasi dan diskusi, juga ada pameran sepakbola yang diikuti industri-industri terkemuka yang bergerak di dunia sepakbola. Perwakilan Chelsea juga memajang trofi Liga Primer Inggris untuk diambil gambarnya oleh peserta forum yang berminat.
Sumber : goal.com


No comments:
Post a Comment