Gothia Cup
Luar biasa. Lapangan Skatas, Gothenburg, Swedia riuh oleh tempuk sorak pendukung tim asal Indonesia, Tim Jakarta Football Academy (JFA). Tim usia 12 tahun ini mampu melumpuhkan tim asal Lebanon Beirut FAC 5-1.
Merah putih berkibar di antara warga Indonesia, mahasiswa, maupun warga Swedia yang mendukung tim asal Indonesia. Kemenangan ini membuka harapan JFA di babak play off B usia 12 tahun turnamen sepak bola Gothia Cup. "Saya tidak menyangka mereka bermain bagus. Saya akan mendukung terus," tutur Tomi Forssen, warga Indonesia yang sudah tinggal 20 tahun di Swedia, Kamis (22/7) usai pertandingan.
Tomi datang bersama keluarga dan warga Swedia lain. Dukungan juga selalu datang dari mahasiswa Indonesia di Swedia. Adit, Koordinator Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Gothenburg mengomando dukungan ke pemain JFA.
Dukungan itu tidak sia-sia. Meski tim JFA kehilangan satu pemain karena kartu merah, mereka malah memenangkan pertandingan telak. Lima gol JFA dicetak oleh Ibrahim, Jusef, Abi, dan Ridho (dua gol) .
Sejumlah pemain bermain cemerlang, di antaranya Abi, Ridho, dan Michael (kiper). Hal ini disampaikan oleh p elatih Beirut FAC Saat Ziad usai pertandingan. "Anda memiliki tim bagus. Masa depan mereka cerah. Ada beberapa pemain yang memiliki bakat bagus," kata Ziad.
Pada hari yang sama pukul 17.00 waktu setempat, atau pukul 22.00 WIB, JFA akan bertanding lagi melawan Makati FC dari Filipina. Adapun seluruh pertandingan di babak play off B berlangsung dengan sistem gugur. Semua tim berusaha memenangkan pertandingan, jika tidak maka hilang kesempatan meraih juara.
Tim JFA selalu mendapat dukungan masyarakat Indonesia di Swedia. Sebelum pertandingan melawan JFA, mahasiswa dan masyarakat Indonesia menemani tim di Skatas, di sekitar area pertandingan. Selain mendukung di lapangan, masyarakat dan mahasiswa Indonesia juga menyuplai makanan bagi pemain dan pelatih.
Sumber : kompas.com


No comments:
Post a Comment