Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menilai Barcelona didukung
keberuntungan. Itu yang menentukan kemenangan mereka dalam laga "El
Clasico" lawan Madrid, Sabtu atau Minggu (11/12/2011) dini hari WIB.
Madrid sempat unggul lewat gol Karim Benzema sampai menit ke-22. Namun, Alexis Sanchez kemudian menyamakan kedudukannya. Barcelona kemudian terus melaju, dan sebuah tendangan jarak jauh Xavi Hernandez pada babak kedua memaksa Marcelo melakukan bunuh diri. Bola tendangan Xavi mengenai tubuhnya dan berbelok arah. Oleh karena itu, kiper Iker Casillas salah langkah dan tak kuasa menahan bola masuk ke gawangnya. Barca kemudian memantapkan kemenangan 3-1 setelah Cesc Fabregas mencetak gol.
"Pada babak pertama masih ada keseimbangan. Namun, gol pada babak kedua (gol Xavi) murni sebuah keberuntungan, tak ada lain (selain keberuntungan)," ucap Mourinho.
Kekalahan itu membuat Madrid turun ke urutan kedua, dan posisinya dikudeta Barcelona. Hanya, Madrid baru tampil di 15 pertandingan, sedangkan Barcelona sudah bermain 16 kali.
"Setelah gol kedua itu, Barca memiliki keunggulan psikologis, serta mampu membuat umpan-umpan bola dan mempertahankan permainan yang mereka suka. Tentu, keberuntungan ikut menentukan. Dengan skor 1-0, kami seharusnya disusul keunggulan 2-0. Jika dalam situasi normal, Cristiano Ronaldo bisa mencetak gol (saat mendapat peluang)," ungkapnya.
Pada babak pertama, Ronaldo memang mendapat peluang bagus saat menerima umpan dari Benzema. Namun, tendangannya terlalu melebar, meski dalam posisi bebas.
Mourinho juga mengecam wasit yang kurang jeli dalam memimpin. Menurutnya, wasit seharusnya memberi kartu merah, atau setidaknya kartu kuning, kepada Lionel Messi saat melakukan pelanggaran kepada Xabi Alonso.
Madrid akan menghadapi Sevilla pada pertandingan berikutnya. Mourinho menekankan kepada timnya untuk kembali ke jalur kemenangan.
"Kami memiliki nilai yang sama dengan Barca. Namun, kami memiliki satu pertandingan surplus. Jika menang di kandang Sevilla, maka kami akan kembali memimpin," katanya.
Madrid sempat unggul lewat gol Karim Benzema sampai menit ke-22. Namun, Alexis Sanchez kemudian menyamakan kedudukannya. Barcelona kemudian terus melaju, dan sebuah tendangan jarak jauh Xavi Hernandez pada babak kedua memaksa Marcelo melakukan bunuh diri. Bola tendangan Xavi mengenai tubuhnya dan berbelok arah. Oleh karena itu, kiper Iker Casillas salah langkah dan tak kuasa menahan bola masuk ke gawangnya. Barca kemudian memantapkan kemenangan 3-1 setelah Cesc Fabregas mencetak gol.
"Pada babak pertama masih ada keseimbangan. Namun, gol pada babak kedua (gol Xavi) murni sebuah keberuntungan, tak ada lain (selain keberuntungan)," ucap Mourinho.
Kekalahan itu membuat Madrid turun ke urutan kedua, dan posisinya dikudeta Barcelona. Hanya, Madrid baru tampil di 15 pertandingan, sedangkan Barcelona sudah bermain 16 kali.
"Setelah gol kedua itu, Barca memiliki keunggulan psikologis, serta mampu membuat umpan-umpan bola dan mempertahankan permainan yang mereka suka. Tentu, keberuntungan ikut menentukan. Dengan skor 1-0, kami seharusnya disusul keunggulan 2-0. Jika dalam situasi normal, Cristiano Ronaldo bisa mencetak gol (saat mendapat peluang)," ungkapnya.
Pada babak pertama, Ronaldo memang mendapat peluang bagus saat menerima umpan dari Benzema. Namun, tendangannya terlalu melebar, meski dalam posisi bebas.
Mourinho juga mengecam wasit yang kurang jeli dalam memimpin. Menurutnya, wasit seharusnya memberi kartu merah, atau setidaknya kartu kuning, kepada Lionel Messi saat melakukan pelanggaran kepada Xabi Alonso.
Madrid akan menghadapi Sevilla pada pertandingan berikutnya. Mourinho menekankan kepada timnya untuk kembali ke jalur kemenangan.
"Kami memiliki nilai yang sama dengan Barca. Namun, kami memiliki satu pertandingan surplus. Jika menang di kandang Sevilla, maka kami akan kembali memimpin," katanya.
Sumber : kompas.com


No comments:
Post a Comment