Sunday, February 3, 2013

Menang Adu Penalti, Mali Singkirkan Afsel di Perempat Final

Tuan rumah Afrika Selatan menelan pil pahit pada babak perempatfinal Piala Afrika 2013, Minggu (3/2/2013) dinihari WIB. Setelah tiga eksekutornya gagal pada babak penalti, armada Gordon Igesund harus rela melihat tiket empat besar direbut oleh Mali.



Padahal Afrika Selatan sempat unggul terlebih dahulu. Sukacita publik tuan rumah datang pada menit ke-31. Umpan akurat yang dilepaskan Thuso Phala mengarah tepat pada Tokelo Rantie yang berdiri bebas. Tak sulit bagi Rantie untuk menaklukkan penjaga gawang Soumbeyla Diakite.

Usaha Mali guna menyamakan kedudukan baru berbuah hasil pada babak kedua. Setelah menerima umpan silang dari sisi kiri, Seydou Keita menanduk bola tanpa mampu dijangkau oleh Isaac Khune.

Jual beli serangan dilancarkan kedua tim. Namun, hingga 90 menit, tak ada gol tambahan tercipta. Kegagalan berlanjut hingga babak perpanjangan waktu. Pertandingan pun dilanjutkan drama adu penalti.

Dukungan suporter yang mendominasi Moses Mabhida Stadium tak mampu memberi tuah untuk Afrika Selatan. Bahkan, setelah Tshabalala berhasil menuntaskan eksekusi pertama, Afrika Selatan gagal pada tiga eksekutor selanjutnya. Beda hal, tiga penggawa Mali menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Pada pertandingan sebelumnya, Cape Verde tuut menuai kecewa. Kiprah tim debutan Piala Afrika ini harus terhenti saat bersua dengan Ghana. Kedua tim relatif tampil hati-hati pada paruh pertama. Alhasil, peluang yang tercipta pun minimalis. Percobaan luar kotak sempat dilakukan Heldon Ramos dari jarak 25 yards, tapi bola melambung di atas gawang.

Pun demikian dengan striker Ghana, Asamoah Gyan yang tak mampu memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Vozinha. Skor kacamata terpampang saat turun minum.

Ghana yang lebih mendominasi baru memecah kebuntuan pada menit ke-52. Pelanggaran Carlitos terhadap Gyan di kotak terlarang memaksa wasit untuk menunjuk titik putih. Belum genap 10 menit di lapangan, Wakaso Mubarak langsung ditugaskan sebagai eksekutor. Bola mengarah tepat ke arah kiper, namun terlalu deras hingga akhirnya menggetarkan gawang.

Armada LĂșcio Antunes lantas bangkit dari ketinggalan. Namun, intensitas serangan yang terlampau tinggi menyisakan banyak kekosongan di lini belakang. Pada menit terakhir laga, Wakaso menggandakan keunggulan Ghana setelah memanfaatkan sodoran matang Darek Boateng. Ghana pun melaju ke empat besar.

Sumber berita/foto : Tribunnews.com

No comments:

Post a Comment