Saturday, July 24, 2010

Cina Kacaukan 'Bidding' Piala Dunia 2022

Sejumlah negara Asia yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 kini patut merasa was-was terhadap peluang benua kuning menjadi tempat penyelenggara pesta sepakbola sejagat empat tahunan tersebut.

Pasalnya, Federasi sepakbola Cina [CFA] telah memberikan sinyal akan maju dalam bidding pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2026. Sinyal itu bisa merusak rencana Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Australia yang ingin menggelar Piala Dunia 2022 di negara mereka.

“Tuan [Sepp] Blatter memberitahukan, Cina akan menjadi lebih berpengaruh, dan tidak menutup kemungkinan Cina menjadi tuan rumah Piala Dunia,” ujar Wei Di, ketua CFA dilansir AP.

“Qatar terlalu panas, sekalipun negara itu sangat kaya untuk membangun sejumlah stadion dengan sistem pengatur udara. Tapi berapa banyak jumlah penduduk di sana? Bagaimana cara mereka bisa memenuhi stadion?” tanya Wei.

Keinginan Cina maju sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 pun mendapat tanggapan dari pengamat. Apalagi FIFA disebut-sebut mempunyai kebijakan tidak akan menggelar Piala Dunia secara berturut-turut di benua yang sama.

“Jika Cina maju menjadi calon tuan rumah Piala Dunia 2026, maka itu akan menghancurkan rencana 2022. Sebab, dalam banyak hal, Cina merupakan salah satu negara Asia yang mengalami perkembangan di sepakbola,” ungkap Simon Chadwick, seorang pengamat pemasaran olahraga di Universitas Conventry.

“Dari sudut pandang pemerintah Cina, bidding Piala Dunia sangat penting. Sedangkan dari sudut pandang FIFA, Cina bisa menjadi pangsa pasar yang bagus. Saya berani berdebat Cina merupakan tempat pemasaran yang jauh lebih bagus dibandingkan [Amerika Serikat] tahun 1994.”

Pengumuman pemenang bidding untuk Piala Dunia 2018 dan 2022 akan dilakukan pada 2 Desember mendatang. Sejumlah negara Eropa berharap benua mereka bisa menjadi tempat pelaksanaan tahun 2018.

Sumber : goal.com

No comments:

Post a Comment