Copa Italia 2012-2013
Semifinal Leg-2
Mattia Destro (Foto : Gettiy Images)
Peluang terakhir Inter Milan untuk meraih trofi kandas setelah dibekuk AS Roma dengan agregat 5-3 pada semifinal Piala Italia. Mattia Destro menjadi pahlawan Giallorossi.
Bermain di kandang sendiri di Giuseppe Meazza, Inter mencoba membalikkan keadaan setelah tumbang 2-1 pada leg pertama. Optimisme Nerazzurri sempat membubung tinggi setelah Jonathan membawa Inter unggul 1-0 hingga babak pertama usai.
Namun di babak kedua, Roma berhasil membalas dengan tiga gol. Dua diborong pemain jebolan akademi Inter Milan, Mattia Destro, satu lagi lewat Vasilis Torosidis. Inter hanya mampu memperkecil lewat satu gol Ricky Alvarez. Roma pun berhak lolos ke final dengan kemenangan agregat 5-3.
Jalannya laga
Inter turun dengan formasi 5-4-1 untuk beradaptasi dengan krisis cedera di lini depan. Ezequiel Schelotto, Matteo Kovacic, Zdravko Kuzmanovic dan Ricky Alvares bahu membahu mendukung Tomasso Rocchi.
Sebaliknya, Roma bisa menurunkan skuad terbaiknya. Pelatih Aurelio Andreazzoli menurunkan formasi agresif 3-4-3 meski sudah mengantongi keunggulan 2-1 pada leg pertama di Olimpico. Trio Eric Lamela, Mattia Destro dan Francesco Totti menjadi andalan di depan. Daniele De Rossi menjadi pengatur serangan di lini tengah.
Peluang pertama didapat Inter pada menit ketiga. Tendangan bebas Ricky Alvarez mengarah tepat ke tengah gawang, mudah dijinakkan kiper Maarten Stekelenburg.
Semenit kemudian, giliran Roma mengancam lewat tendangan jarak jauh Totti. Bola masih bisa diamankan kiper Samir Handanovic.
Meski lebih banyak menumpuk pemain di lini tengah, Inter justru lebih mendominasi serangan. Mereka memanfaatkan permainan terbuka Roma dengan membangun serangan cepat memanfaatkan lebar lapangan dan menghindari umpan lambung. Sebaliknya, tim tamu terburu-buru memainkan umpan langsung ke lini depan.
Gol tercipta pada menit ke-21 lewat kerjasama apik di daerah kotak penalti. Jonathan memberikan umpan pedek kepada Rocchi di dalam kotak penalti. Dengan sentuhan backheel-nya, Rocchi mengembalikan bola kepada Jonathan. Tendangannya membuat bola bersarang di sudut kiri bawah gawang. Kedudukan 1-1 untuk Inter.
Peluang matang didapat Roma pada menit ke-34. Destro lepas dari kawalan saat menerima umpan hasil sepak pojok dari sisi kiri pertahanan lawan di tiang jauh. Tendangan kerasnya masih bisa dihalau Handanovic.
Peluang emas kembali didapat Roma satu menit jelang babak pertama usai, bermula dari serangan balik. Lewat kerja sama segitiga, De Rossi mengirim umpan kepada Marquinho di dalam kotak penalti. Marquinho kemudian memberikan umpan pendek kepada Florenzi. Tendangan Florenzi dari jarak dekat masih bisa ditepis Handanovic. Kedudukan 1-0 untuk Inter bertahan hingga wasit menyudahi 45 menit pertama.
AS Roma mengubah gaya bermain mereka di babak kedua. Setelah memainkan umpan-umpan langsung ke jantung pertahanan lawan, kali ini skuad Giallorossi lebih sabar memainkan bola di lini tengah. Mereka mencoba mengurai pertahanan lawan dengan mengalirkan bola perlahan ke daerah sayap.
Hasilnya, gol tercipta 11 menit setelah babak kedua berlangsung. Eric Lamela memberikan umpan terobosan untuk Destro di kotak penalti. Dengan tenang, pemain binaan Inter itu menaklukkan kiper lawan, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Destro membuat mantan timnya semakin menderita lewat gol keduanya pada menit ke-69. Balzaretti, yang lolos dari jebakan offside di daerah kanan pertahanan lawan, memberikan umpan datar yang berhasil dikonversi menjadi gol lewat sontekan penyerang berusia 22 tahun itu. Giallorossi berbalik unggul 2-1 (agregat 4-2).
Penderitaan Inter tak berhenti di situ. Lima menit kemudian, Torosidis menambah keunggulan Roma menjadi 3-1 (agregat 5-2). Tendangan spektakulernya dari sudut kiri kotak penalti lawan bersarang di sudut kanan atas.
Alvarez coba bangkitkan asa timnya lewat gol yang ia cetak pada menit ke-80. Ia beraksi sendiri membuka ruang di depan kotak penalti lawan, sebelum melepaskan tendangan yang bersarang di sudut kiri bawah gawang. Skor menjadi 3-2.
Tak ada gol tercipta hingga wasit mengakhiri laga. Roma berhasil melaju ke final dengan agregat 5-3. Derby della Capitale terjadi di partai final setelah Lazio mengalahkan Juve di semifinal lainnya.
Inter Milan: Samir Handanovic; Javier Zanetti, Andrea Ranocchia (Niccolo Belloni 86’), Walter Samuel, Juan, Jonathan; Ezequiel Matias Schelotto (Marco Benassi 64’), Mateo Kovacic, Ricardo Alvarez, Zdravko Kuzmanovic (Francesco Forte 73’), Tommaso Rocchi. Pelatih: Andrea Stramaccioni.
AS Roma: Maarten Stekelenburg; Aoas Correa Marquinhos, Leandro Castan, Vasilis Torosidis; Marquinhos, Daniele De Rossi, Alessandro Florenzi (Federico Balzaretti 46’), Michael Bradley; Erik Lamela (Rodrigo Taddei 76’), Francesco Totti, Mattia Destro (Jose Dodo 71’).Pelatih: Aurelio Andreazzoli.
Sumber : Inilah.com


No comments:
Post a Comment