Showing posts with label Piala Dunia U-20 2009. Show all posts
Showing posts with label Piala Dunia U-20 2009. Show all posts

Wednesday, November 25, 2009

Gulasci, Laba-laba dari Hungaria

Yang Tersisa Dari Piala Dunia U-20 2009

Peter Gulasci menyita perhatian di Piala Dunia U-20 yang digelar di Mesir. Kiper Hungaria yang juga kiper ketiga Liverpool itu tampil cemerlang dan membawa Hungaria menempati urutan ketiga.

Pertandingan lawan Kosta Rika di perebutan tempat ketiga, Jumat atau Sabtu (17/10), berakhir 1-1 dan harus dilakukan adu penalti. Di sinilah kehebatan Gulasci makin terlihat. Dia tiga kali berturut-turut menggagalkan tendangan penalti Kosta Rika dan manjai faktor penentu kemenangan timnya 3-1.

Di babak sebelumnya, dia juga menunjukkan kemampuan yang sama. Gulasci menggagalkan tiga tendangan penalti. Aksi-aksi gemilang itu menentukan sukses Hungaria ke perempat final. Maka, permainan Gulasci di bawah mistar bak laba-laba yang menebarkan tali-tali atau serat penangkal benda.

Ternyata, rahasia kesuksesannya sebagai kiper sederhana. Menurutnya, dia hanya menikmati saja adu penalti itu, selebihnya naluri akan berbicara.

"Untuk memiliki kemampuan menggagalkan tendangan penalti, tak harus punya kepercayaan diri yang besar. Cukup tunjukkan bawha Anda menikmati adu penalti," kata Gulasci mengungkap rahasianya.

Di Liverpool, Gulasci memang kiper ketiga. Dia di bawah Pepe Reina dan Diego Cavalieri. Namun, dengan prestasinya di Piala Dunia U-20, bukan tak mungkin dia akan segera mendapat tempat lebih terhormat.

Rahasia lain menahan tendangan penalti, dia selalu berjalan mendatangi calon penendang. Kemudian, dia akan memegang bola dan meninggalkannya.

"Ini mungkin bisa sedikit membingungkan lawan. Atau setidaknya dia bisa marah. Bisa juga, aksi ini membuat mereka sadar bahwa sang kiper begitu percaya diri. Di matanya, gawang bisa terlihat sempit," jelasnya.

Pada pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-20, dia menggagalkan penalti Cristian Gamboa, Esteban Luna, dan
Carlos Hernandez secara berturut-turut. Ini jarang terjadi.

"Adu penalti seperti lotere. Tapi, harus saya akui bahwa Peter Gulasci tampil luar biasa," puji pelatih Kosta Rika, Ronald Gonzalez.

"Aku pikir, Gulasci kiper terbaik di Piala Dunia U-20. Aku tak melihat ada kiper lain yang bisa seperti dia. Jika dia bukan kiper, mungkin nasib Hungaria akan berbeda," puji rekannya, Roland Varga.

Gulasci masih muda, baru 19 tahun. Dia mengawali karier di MTK Hungaria. Karena kemampuannya, dia direkrut Liverpool pada 2007. Berlatih bersama Pepe Reina, perkembangannya semakin memuaskan.

"Berlatih bersama Pepe Reina memberiku banyak pelajaran. Dia punya teknik yang hebat, sementara aku punya teknik berbeda.

Musim lalu, Gulasci sempat dipinjamkan ke Hereford. Ini memberi pengalaman berharga kepadanya dan dia diturunkan dalam 18 pertandingan. Kembali lagi ke Liverpool, dia sudah menjadi kiper yang tangguh dan menyingkirkan kiper Inggris, David Martin, dari posisi kiper ketiga Liverpool.

Sebagai kiper, dia memang seperti laba-laba yang rapat menjaga gawangnya. Beruntung Hungaria dan Liverpool memilikinya.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..

Monday, October 19, 2009

Daftar Juara Piala Dunia U-20



Baca Selengkapnya..

Dominic Adiyiah Raih Dua Penghargaan Piala Dunia U-20

Sukses Ghana menjuarai Piala Dunia U-20 dilengkapi prestasi individual Dominic Adiyiah.

Selain menyabet gelar juara Piala Dunia U-20, Ghana mencatatkan diri lewat prestasi individual striker andalannya, Dominic Adiyiah.

Adiyiah mencetak delapan gol sepanjang turnamen digelar di Mesir dan turut mempersembahkan satu gol pada babak adu penalti melawan Brasil di final di Stadion Internasional Kairo, Jumat (16/10) malam waktu setempat.

Pemain klub Norwegia, Fredrickstad, berusia 19 tahun itu juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik mengalahkan dua pemain Brasil, Alex Teixeira dan Guiliano.

Brasil meraih penghargaan fair play, sedangkan Hungaria menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Kosta Rika.

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Drama Penalti Awali Sejarah Afrika














Kiper Ghana, Daniel AGyei, menjadi salah satu penentu sukses timnya juara Piala Dunia U-20 (Kompas)

RAKYAT Ghana bersuka. Mereka bahkan keluar ke jalan-jalan menggelar pesta, merayakan kemenangan timnas mereka juara Piala Dunia U-20, setelah di final, Jumat atau Sabtu (17/10) mengalahkan favorit Brasil 4-3 lewat drama adu penalti.

Seperti juara Piala Dunia senior saja, kemenangan itu sudah cukup membuat seluruh negeri bergairah. Tapi wajar. Bahkan, kemenangan Ghana juga disyukuri seluruh Afrika. Meski hanya turnamen junior, ini kemenangan pertama tim dari Afrika.

Apalagi, sukses itu terjadi melalui drama yang menegangkan. Sempat bermain 10 orang sejak menit ke-37, Ghana mampu menahan Brasil 0-0 sampai tambahan waktu selesai, hingga dilakukan adu penalti.

Di sinilah ketegangan memuncak. Brasil sebagai penendang pertama, sukses mengumpulkan gol lewat Kardec sukses menjebol gawang Ghana. Namun, Ghana membalas dengan tendangan Ayew.

Pada tendangan kedua Brasil, Giuliano sukses menjebol gawang Ghana yang jaga Daniel Agyei. Lagi-lagi, Ghana mampu membalas lewat Inkoom. Kedudukan 2-2.

Pada tendangan ketiga, Brasil kembali sukses lewat Costa. Sementara, penendang Ghana, Mensah, gagal. Brasil pun unggul 3-2. Namun, penendang keempat Brasil, Souza malah gagal. Tendangannya mampu diblok Agyei. Untungnya, penendang keempat Ghana, Addai, juga gagal.

Jika pada tendangan kelima Brasil sukses, maka langsung juara. Namun, Maicon yang menjadi penendang terakhir, malah gagal. Bola tendangannya melambung. Sementara, penendang kelima Ghana, Adiyiah, sukses. Kedudukan pun jadi imbang 3-3.

Wasit menambah tendangan penalti. Pada tambahan pertama, penendang Brasil, Alex Texieira gagal. Bola tendangannya mampu ditepis Agyei. Ghana pun dapat angin segar. Benar, penendang mereka, Agyemang-Badu sukses membobol gawang Brasil yang dijaga Rafael. Ghana pun unggul 4-3, sekaligus memastikan gelar Piala Dunia U-20.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..

Ghana Juara Dunia Yunior!

Untuk kali pertama sepanjang sejarah Piala Dunia U-20, gelar juara terbang ke Afrika.

Ghana sukses mencetak sejarah baru sebagai negara Afrika pertama yang menjuarai Piala Dunia U-20 dengan mengalahkan Brasil di final, 4-3, melalui adu penalti.

Di depan 67 ribu penonton yang memadati Stadion Internasional Kairo, Brasil sebenarnya mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir pertandingan. Namun, pertahanan ketat Ghana berhasil membuat tidak ada gol yang tercipta sepanjang 120 menit.

Hingga menit 20, Brasil sudah membuat empat peluang. Ghana bahkan tidak mampu berkutik sama sekali. Kegugupan menguasai para pemain Ghana, sehingga kegemilangan penampilan pada beberapa pertandingan sebelumnya tidak terulang.

Pada menit ke-27, Ghana harus bermain dengan sepuluh orang setelah bek tengah Daniel Addo dikartumerah langsung akibat menjatuhkan Alex Teixeira.

Unggul jumlah pemain membuat Brasil kian leluasa melancarkan serangan. Sundulan kapten Guiliano pada babak kedua menimbulkan kepanikan di jantung pertahanan Ghana, sebelum bola diamankan ke luar lapangan.

Menit 58, Alan Kardec nyaris mencetak gol jika sundulannya tidak berhasil diamankan kiper Daniel Adjei. Tayangan ulang menunjukkan upaya Kardec ternyata dibantu dengan tangannya.

Brasil terus menyerang, sedangkan Ghana menambah jumlah pemain bertahan dengan mengorbankan penyerang Ransford Osei sejak menit ke-65. Maicon dan Douglas Costa beberapa kali beraksi lewat sayap, tapi pertahanan Ghana sangat disiplin dalam menahan gelombang serangan lawan.

Perpanjangan waktu dua kali 15 menit tetap tak mampu menghasilkan gol, meski Maicon, Douglas Costa, dan Wellington Junior mencetak peluang, begitu juga dengan tendangan jarak jauh Mohammed Rabiu. Pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Kegagalan Brasil mulai membayang ketika Maicon gagal mengeksekusi penalti. Teixeira, yang menjadi eksekutor selanjutnya, juga gagal menjalankan tugas. Kemenangan Ghana pun ditentukan eksekusi Emmanuel Agyemang-Badu dan membuat gelar Piala Dunia U-20 terbang ke Afrika.

Sukses ini sekaligus menghapus kegagalan Ghana pada dua final sebelumnya, 1993 dan 2001.


Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Hungaria U-20 Rebut Tempat Ketiga

Hungaria 3-1 (ap) Kosta Rika

Hungaria U-20 berhasil memastikan tempat ketiga turnamen Piala Dunia U 20 setelah mengalahkan Kostarika U-20 3-1 lewat drama adu penalti. Meski kalah, pencapaian ini setidaknya telah menjadi salah satu torehan berharga buat Kostarika di dalam turnamen ini.

Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Cairo International Stadium, Sabtu (17/10) dini hari WIB, kedua tim terlihat kurang menampilkan penampilan agresif di awal babak. Alhasil sepanjang babak pertama ini, tak ada satupun gol yang berhasil dibuat oleh kedua tim.

Selepas turun minum, kedua tim mulai melakukan sejumlah perubahan dengan berusaha untuk tampil lebih agresif.

Peluang di babak ini dimulai oleh pemain gelandang Kostarika Diego Estrada. Berikutnya Hungaria juga sempat memberikan ancaman lewat aksi Andras Simon.

Di menit ke-54 sebuah tendangan voli dari pemain pengganti Hungaria Roland Varga juga masih berhasil diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang kostarika Esteban Alvarado.

Aksi penyelamatan yang dilakukan Alvarado ini tidak hanya sekali saja. Namun dirinya harus jatuh bangun untuk menyelematkan gawangnya dari sejumlah ancaman yang datang dari para pemain Hungaria seperti topskor dari turnamen ini Krisztian Nemeth atau juga peluang yang sempat didapat pemain belakang Hungaria Janos Szabo.

Sementara itu penampilan yang cukup efektif dari para pemain Kostarika ini akhirnya mampu memberi kejutan kepada Hungaria. Di menit ke-81, striker Marcos Urena akhirnya mampu membuat gol.

Tak lama gol tercipta, Kostarika nyaris lagi menggenapkan keunggulannya lewat aksi kapten Jose Mena. Sayang, tandukan kepala pemain bertahan ini masih sedikit melebar.

Setelah sempat mengancam, Mena justru membuat kesalahan fatal buat timnya. Ia melakukan pelanggaran di areal terlarang terhadap Krisztian Nemeth di penghujung pertandingan.

Selain diganjar kartu kuning kedua, pelanggaran tersebut membuahkan penalti yang berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh pemain gelandang Hungaria Vladimir Koman.

Hasil imbang 1-1 ini akhirnya mengantarkan kedua tim harus menjalani drama adu penalti setelah dalam masa perpanjangan waktu tidak ada yang bisa membuat gol.


Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Wednesday, October 14, 2009

Brasil ke Final Dengan Susah Payah

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 13 Oktober 2009

Semifinal
Brasil 1-0 Kosta Rika
Alan Kardec 67'

Favorit juara Brasil harus bekerja keras sebelum menang 1-0 atas Kosta Rika. Gol kemenangan Brasil dihasilkan Alan Kardec menit ke-67.

Sebagai tim favorit, Brasil tidak menunjukkan permainan terbaik di laga tersebut. Padahal, mereka memperlihatkan dominasinya.

Bahkan di babak pertama, penguasaan bola pemain Brasil mencapai 70 persen. Namun, mereka baru bisa mencetak gol di babak kedua.

"Biar bagaimana pun, saya tetap puas karena pemain bisa memenuhi target menembus final. Mereka tetap harus mendapat ucapan selamat. Melewati enam pertandingan yang berat jelas tak mudah," ucap pelatih Brasil Rogerio Lourenco.

Ulangan final 1993 akhirnya terjadi. Saat itu di Sydney, Brasil unggul 2-1 melalui gol-gol Yan dan Gian. Mampukah Ghana menuntaskan dendam sekaligus meraih trophy pertama?

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Ghana ke Final Dengan Gagah

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 13 Oktober 2009

Semifinal
Ghana 3-2 Hungaria
Adiyiah 10', 30', Quansah 81' --- Futacs 73', Balajti 84'

Ghana membuktikan sebagai tim masa depan Afrika setelah menaklukkan kekuatan Eropa Hongaria 3-2 di semi-final Piala Dunia U-20, Rabu (14/10) dinihari WIB. Tampil gemilang sejak babak penyisihan memunculkan Ghana sebagai kandidat juara di Piala Dunia U-20.

Sinyal ancaman The Black Satellites sudah muncul saat membantai Inggris 4-0 di penyisihan grup. Kemenangan atas Inggris menjadikan Ghana difavoritkan lolos ke babak berikutnya sampai akhirnya bertemu Hongaria di semi-final.

Meski tampil menawan, namun Hongaria yang memiliki bintang muda Krisztian Nemeth lebih diunggulkan dalam laga di Stadion Cairo International.

Namun, Ghana sedikit diuntungkan karena Hongaria tak bisa menurunkan tim terbaik menyusul absennya kapten Vladimir Koman dan Peter Takacs karena akumulasi kartu.

Sementara, Nemeth tidak dalam kondisi terbaik. Akibat cederanya, striker Liverpool yang dipinjamkan ke AEK Athens ini terpaksa ditarik keluar di babak kedua.

Ghana sendiri tampil percaya diri. Bahkan mereka sudah unggul saat pertandingan baru berjalan sepuluh menit. Striker Dominic Adiyiah membuka kemenangan timnya. Dia juga mencetak gol kedua yang mengukuhkan posisinya sebagai topskor Piala Dunia U-20 dengan delapan gol.

Adiyiah menjadi bintang tapi pahlawan Ghana tak lain Abeiku Quansah yang mencetak gol ketiga di menit ke-81. Tanpa gol Quansah, akhir pertandingan bisa berbeda karena Hongaria sempat mengejar ketinggalan melalui Marko Futacs di menit ke-73 dan Adam Balajti, 11 menit kemudian.

Hongaria terlambat untuk mengejar ketinggalan. Ghana berhasil merapatkan pertahanan sehingga pada enam menit berikutnya sampai peluit akhir dibunyikan, Hongaria tak lagi menambah gol.

"Kami bermain bagus secara keseluruhan meski di babak kedua permainan kami tidak seperti sebelumnya. Tapi, bila kami bisa memenangkan pertandingan ke final, kami tentu senang. Tak perlu bermain bagus di turnamen dengan persaingan yang ketat ini," kata kapten Ghana Andre Ayew.

Ini untuk ketiga kalinya Ghana meluncur ke final. Sebelumnya, mereka tampil di laga puncak pada 1993 dan 2001. Hanya, Ghana ditaklukkan Brasil dan Argentina.

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Monday, October 12, 2009

Bekuk UEA, Kostarika Tantang Brasil

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 10 Oktober 2009

Perempatfinal
UEA 1-2 (e.t) Kosta Rika
Ahmed Ali 32' --- Martinez 36', Urena 120'









Penyerang Timnas U-20 Kostarika, Josue Martinez (kiri) usai membobol gawang Uni Emirate Arab di babak perempat final Piala Dunia U-20, di Kairo, Sabtu (10/10) (kompas-afp).

Tim Nasional U-20 Kostarika berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) 2-1 di babak perempat final Piala Dunia U-20 di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (10/10). Mereka pun berhak menantang Brasil di babak semifinal.

Keberhasilan Kostarika sebetulnya cukup mengejutkan. Pasalnya, pada pertandingan itu, mereka sempat tertinggal 0-1, menyusul gol UEA yang dicetak Ahmed Ali pada menit ke-33.

Namun, keadaan tertinggal tak membuat mereka panik. Sebaliknya, mereka mempertahankan koordinasi permainan. Dengan tenang dan tetap solid, mereka mulai membaca permainan UEA dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Josue Martinez pada menit ke-37.

Keadaan imbang malah membuat pertandingan semakin alot. Yang satu terbakar emosi karena merasa kecolongan, yang lain semakin bersemangat. Jadilah duel berlangsung sengit tanpa solusi. Skor 1-1 pun bertahan hingga akhir babak normal sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Permainan sepertinya hampir pasti dituntaskan lewat adu penalti ketika skor 1-1 tak berubah di akhir babak perpanjangn pertama. Namun, bencana kartu merah yang diterima pemain UEA, Mohamed Fawzi, pada menit ke-119 membuahkan nasib baik bagi Kostarika.

Dalam sempitnya sisa waktu, Kostarika terus menggedor lini pertahanan UEA, yang akhirnya berhasil dibobol oleh Marcos Urena pada menit ke-120+2. Tak lama, peluit tanda berakhirnya pertandingan berbunyi dengan skor 2-1 untuk Kostarika. (FIFA)

Susunan pemain:
UEA: Yousif Abdelrahman; Hussain, Ismaeel, Saeed, Ahmed; Fardan (Marzooq 78), Fawzi, Saleh (Jassim 98), Amer Abdulrahman; Al Dossary, Ahmed Ali (Mabkhout 67).
Kostarika: Alvarado; Mena, Madrigal (Suniga 56), Oviedo, Smith, Gamboa; Guzman, Estrada (Blanco 105), Hernandez (Varela 61); Martinez, Urena.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..

Maicon Bawa Brasil ke Semifinal

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 10 Oktober 2009

Perempatfinal
Brasil 2-3(et) Jerman
Maicon 88', 91' --- Holyby 73'









Penyerang Timnas U-20 Brasil, Maicon (kanan) mencoba membobol gawang Jerman yang dikawal Ron-Robert Zieler di babak perempat final Piala Dunia U-20 2009 Mesir, di Kairo, Sabtu (10/10). Maicon mencetak gol yang mengantar Brasil menang 2-1 dan lolos ke semifinal (kompas-afp).

Masuk sebagai pemain pengganti, Maicon malah mencetak sepasang gol yang menentukan kemenangan tim nasional U-20 Brasil 2-1 atas Jerman di babak perempat final Piala Dunia U-20 2009 Mesir, di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (10/10). Brasil pun berhak melaju ke semifinal, menunggu pemenang partai Uni Emirat Arab dan Kostarika.

Brasil sebetulnya bermain kurang meyakinkan. Mereka bahkan terancam kalah dan tersingkir ketika gawang mereka kebobolan lebih dulu oleh Lewis Holtby pada menit ke-73. Di tengah kawalan dua bek, Holtby berhasil menanduk umpan Aydilek masuk ke gawang Brasil yang dikawal Rafael.

Setelah gol itu, pelatih Brasil, Rogerio, memasukkan Maicon menggantikan Baquita. Maicon mampu menjawab kepercayaan itu dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-88. Memanfaatkan umpan Alex Texeira, Maicon berhasil meloloskan bola ke gawang Jerman yang dikawal Ron-Rober Zieler.

Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak normal. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Babak tambahan belum lagi genap satu menit, ia berhasil mengoyak gawang Zieler. Menyambut umpan panjang dari lini belakang, Maicon berhasil mengecoh gelandang Lars Bender sebelum akhirnya menaklukkan gawang Jerman. Skor 2-1 untuk Brasil bertahan hingga akhir laga. (FIFA)

Susunan pemain:
Brasil: Rafael; Renan, Dornellas, Bittencourt, Neto; Dos Santos (Oliveira dos Reis 45), Rafael (Maicon 76), Henrique (Douglas Costa 66), Texeira, Giuliano; Kardec.
Jerman: Zieler; Jungwirth, Kopplin, Jung; Funk, Lars Bender, Aydilek (Kaptan 84), Vrancic; Sven Bender (Schahin 100), Sukuta-Pasu, Holtby (Schaeffler 100).

Sumber : kompas.com

Baca Selengkapnya..

Hungaria Kubur Italia

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 9 Oktober 2009

Perempatfinal
Italia 2-3 Hungaria
Mazzotta 82', Bonaventura 112' --- Koman 1'pen, Nemeth 111', 116'



Baca Selengkapnya..

Korsel Gagal Ke Semifinal

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 9 Oktober 2009

Perempatfinal

Korsel 2-3 Ghana
Hee-Chul Park 30', Kim Dong Jil 82' --- Adiyiah 8', 77', Osei 27'


Baca Selengkapnya..

Thursday, October 8, 2009

Kalahkan Nigeria, Jerman Ke Perempatfinal

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 7 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Jerman 3-2 Nigeria
Kopplin 51', 90', Vrancic 74' --- Uchechi 51', Ibrahim 67'

Bek Jerman, Bjorn Kopplin, tampil sebagai pahlawan kemenangan tim Panzer setelah dalam golnya pada masa injury time mampu mengantarkan juara Eropa ini ke perempat-final untuk menghadapi Brasil.

Dalam pertandingan itu, tidak ada gol yang tercipta di babak pertama. Kedua tim bermain terlalu berhati-hati, sehingga minim peluang yang terjadi. Nigeria unggul lebih dulu melalui sundulan Daniel Ucheci pada menit ke-51 memanfaatkan umpan silang King Osanga.

Tapi keunggulan itu tidak bertahan lama, karena mampu dibalas Kopplin satu menit kemudian. Jerman mendapat kartu merah setelah Tobias Kempe melakukan pelanggaran keras menit ke-64. Nigeria memanfaatkan itu untuk kembali unggul di menit ke-68 melalui Rabiu Ibrahim. Gol Kopplin di injury time akhirnya mengantarkan Jerman ke perempat-final dengan memanfaatkan kesalahan pemain belakang lawan.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Kejutan :UEA ke Perempatfinal

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 7 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Venezuela 1-2 Uni Emirat Arab
Rondon' --- Ahmed 21', Al Dossary 83'

Venezuela gagal mempertahankan keunggulan mereka di menit-menit awal. Padahal, mereka bermain sangat bagus, dan mampu mengurung pertahanan Uni Emirat Arab [UEA]. Kiper UEA, Yousif Abdulrahman harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Namun ia tidak bisa membendung tendangan Rondon di menit ke-12.

Keunggulan satu gol ini membuat Venezuela lengah. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh UEA, sehingga bisa menyamakan kedudukan. Berawal dari tendangan bebas Amer Abdulrahaman, Mohamed Fayez menyambutnya dengan lompatan, dan langsung menanduk bola ke jala Rafael Enrique Romo.

Venezuela nyaris unggul menjelang babak pertama berakhir, namun tendangan Rondon masih membentur mistar gawang. Venezuela akhirnya menelan pil pahit setelah Ahmed Khalil mencetak gol tujuh menit sebelum laga usai, sehingga mengantarkan UEA bertemu Kosta Rika di perempat-final.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Brasil Menang "Derby Conmebol"

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 7 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Brasil 3-1 Uruguay
Kardec 21', Teixeira 23', 30' --- Urretaviscaya 35'

Impian Uruguay untuk tampil di final kandas setelah dikalahkan favorit juara Brasil. Tim Samba muda mengawali laga dengan permainan menawan. Mereka langsung unggul di menit ke-21 melalui Alan Kardec memanfaatkan longgarnya pertahanan Uruguay.

Selecao terus mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya, Alex Teixeira menggandakan keunggulan dua menit setelah gol Kardec. Seperti halnya gol pertama, gol Teixeira ini juga terjadi akibat lubang menganga di kotak penalti Uruguay.

Uruguay berusaha mengejar ketertinggalan, namun upaya mereka justru membuahkan pil pahit. Melalui serangan balik, Teixeira menggenapkan keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-31. Gol Jonathan Urretavizcaya empat kemudian tidak mampu menyelamatkan Uruguay dari kekalahan.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Wednesday, October 7, 2009

Mesir Tersingkir

Piala Dunia U-20
Hasil Tanggal 6 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Mesir 0-2 Kosta Rika
Mena 21', Urena 88'

Kejutan kembali lagi terjadi di babak 16 besar Piala Dunia U 20. Kali ini yang menjadi korbannya adalah tuan rumah Mesir.

Tim nasional U 20 Kosta Rika yang tidak pernah diunggulkan di turnamen ini justru mampu tampil memukau dengan menyingkirkan timnas junior Mesir 2-0. Kedua gol tersebut disumbangkan oleh Jose Mena dan Marcos Urena.

Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Mesir di awal pertandingan langsung mengancam gawang Kosta Rika lewat aksi striker Mohamed Talaat di lima menit pertama. Namun kesempatan tersebut terbuang setelah upayanya mengarahkan bola ke gawang masih melebar.

Di menit ke-19, Talaat kembali lagi membuat peluang. Tetapi kiper Esteban Alvaro masih dapat menangkap bola dari tandukan striker ini. Berselang dua menit kemudian, tuan rumah justru dikejutkan oleh gol yang dibuat kapten Kosta Rika Jose Mena usai menyambut tendangan bebas dari David Guzman.

Gol ini sungguh memberikan kejutan. Tak hanya para pemain Mesir, namun tetapi juga para pendukung tuan rumah yang memadati Cairo International Stadium.

Setelah tertinggal, Mesir mencoba meningkatkan tempo permainan. Untuk kesekian kalinya, peluang-peluang yang didapatkan para pemain Mesir seperti Talaat maupun Ahmed Shoukri masih belum bisa membuahkan hasil hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Mesir langsung berusaha mengurung pertahanan lawan. Dominasi penguasaan bola juga terlihat begitu dominan. Namun penyelesaian akhir yang tidak sempurna membuat sejumlah peluang yang diperoleh hanya membuat para pemain Mesir terlihat frustrasi.

Sebaliknya di tengah konsentrasi untuk mengejar ketinggalan, Kosta Rika malah mampu menambah lagi satu gol ke gawang tuan rumah. Gol kedua tim tamu didapat di saat pertandingan waktu normal hanya tersisa dua menit.

Umpan dari Estradara kepada Marcos Urena berhasil dilanjutkan dengan sebuah tendangan brilian yang tidak mampu diantisipasi oleh kiper Aly Lotfi.

Gol ini memberi efek psikologis besar kepada para pemain dan pendukung tuan rumah. Dan hingga peluit panjang ditiup wasit, Mesir tetap tidak bisa menyarangkan bola ke gawang Kosta Rika.

Di babak berikutnya, Kosta Rika tinggal menanti pemenang dari pertemuan Uni Emirat Arab melawan Venezuela.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Adu Penalti Tentukan Kemenangan Hungaria

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 6 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Hungaria 2-2 Ceko
Kiss 15', Konan 99' --- Vosahlik 26', Rabusic 92'

Hungaria melangkah ke babak perempat-final Piala Dunia U-20 setelah menyisihkan Ceko 4-3 melalui adu penalti.

Kedua tim bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit. Mate Kiss dan Vladimir Konan mencetak dua gol Hungaria, sedangkan kiper Peter Gulacsi menjadi pahlawan saat babak adu penalti.

Menit ke-15, Kiss memberikan keunggulan kepada Hungaria melalui eksekusi tendangan bebas yang cantik. Gol tersebut malah memicu semangat Ceko.

Beberapa saat kemudian, Ceko membalas. Tomas Fabian mengirim umpan silang dan diselesaikan oleh sundulan Jan Vosahlik. Hanya keberuntungan yang mencegah Ceko balik unggul sepanjang sisa babak pertama.

Hungaria mengubah strategi usai jeda. Konan dan Krisztian Nemeth kian berbahaya, meski gagal mencetak gol hingga 90 menit pertandingan berakhir.

Pada babak perpanjangan waktu, Ceko unggul lebih dahulu. Martin Zeman dan Vosahlik melakukan kombinasi yang memicu terjadinya gol Michael Rabusic.

Hungaria tidak menyerah. Koman mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti. Lagi-lagi melalui tendangan bebas.

Saat adu penalti, Gulasci, kiper Liverpool, sukses mementahkan tendangan Reznik. Hungaria pun lolos ke babak delapan besar untuk menghadapi Italia pada 9 Oktober mendatang.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Ghana Kandaskan Impian Afrika Selatan

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 6 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Ghana 2-1 Afrika Selatan
Ayew 66', Adiyiah 98' --- Erasmus 58'

Pertemuan dua tim Afrika, Ghana dan Afrika Selatan, di babak 16 besar Piala Dunia U 20 diwarnai dengan motivasi besar keduanya untuk memetik kemenangan.

Sejak awal, kedua tim nasional junior ini langsung memeragakan permainan yang cepat dan saling berusaha menciptakan peluang.

Ghana yang sebenarnya lebih difavoritkan dalam turnamen ini, malah sempat terancam lebih awal sewaktu memasuki menit ke-37. Tendangan bebas melengkung yang dilesakkan pemain gelandang Afsel Thulani Serero sempat saja membuahkan gol jika tidak berhasil diantisipasi dengan baik oleh kiper Ghana Daniel Agyei.

Setelah peluang di awal yang sempat diperoleh Afsel, kedua tim ternyata selalu kandas dalam melakukan penyelesaian akhir. Salah satu penyebabnya adalah pertahanan kedua tim yang dijalankan dengan sangat disiplin. Hingga jeda turun minum, tak ada satupun gol yang berhasil dibuat.

Baru setelah pertandingan memasuki babak kedua, sejumlah gol tercipta. Afsel mengawalinya melalui gol yang dibuat oleh aksi dari striker Kermit Erasmus di menit ke-58.

Keunggulan Afsel itu ternyata tidak berlangsung lama. Para pemain Ghana ternyata mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan kepala dari kapten tim Andre Ayew. Gol ini membuat Ayew sebagai salah satu pemain yang paling produktif karena hampir di setiap pertandingan pemain ini selalu mampu membuat gol ke gawang lawan-lawannya.

Hasil imbang 1-1 ini tertahan cukup alot. Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Di masa kritis inilah, Ghana akhirnya mampu memastikan keunggulannya lewat gol yang dibuat oleh Dominic Adiyiah sewaktu delapan menit masa perpanjangan waktu baru dimulai.

Namun demikian, kemengan ini harus dibayar cukup mahal karena pemain gelandang Ghana Opoku Agyemang harus ke luar lapangan di menit ke-113 setelah menerima kartu kuning kedua.

Agyemang bersama dengan rekan satu tim lainnya Abeiku Quansah juga kehilangan kesempatan untuk tampil di pertandingan berikutnya melawan timnas Korea Selatan yang sudah lebih awal memastikan diri tampil ke babak perempat-final.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Korsel Raih Tiket Perempat-Final

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 5 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Paraguay 0-2 Korea Selatan
Bong Kim 55', Mim Kim 60', 70'

Tiga gol tanpa balas yang dibuat tim nasional Korea Selatan ke gawang Paraguay di babak kedua membawa wakil Asia ini meraih tiket ke babak perempat-final Piala Dunia U-20.

Kini, timnas junior Korsel hanya tinggal menanti pemenang dari pertandingan antara Ghana melawan Afrika Selatan.

Pada awal babak pertama, kedua tim masih menampilkan permainan yang masih hati-hati. Korsel dalam pertandingan ini membuka lebih awal peluangnya lewat aksi Seo Jung-Jin dan Min-Woo.

Sedangkan pelatih Paraguay yang menempatkan Robin Ariel Ramírez dan Federico Javier Santander sepanjang babak pertama kurang bisa mendapatkan suplai bola dari lapangan tengah untuk dapat mengancam secara serius gawang Korsel.

Selepas babak kedua, permainan mulai semakin berkembang. Di babak ini, Korsel justru berhasil memperbaiki sejumlah kesalahan yang telah dilakukan di sepanjang babak pertama.

Alhasil, hanya dalam tempo 15 menit, Korsel mampu menjaringkan tiga kali bola ke gawang Paraguay. Gol pembuka yang terjadi di menit ke-55 dibuat oleh Bo Kyung Kim. Lalu dua gol berikutnya diborong oleh pemain belakangnya yang tampil sangat baik pada pertandingan ini, yakni Min Woo Kim.
Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Kejutan: Spanyol Disingkirkan Italia

Piala Dunia U-20 2009
Hasil Tanggal 5 Oktober 2009

Perdelapanfinal
Spanyol 1-3 Italia
Nugez 66' --- Mustacchio 55', 87', Mazzarano 61'

Kejutan terjadi di laga pembuka babak 16 besar Piala Dunia U-20. Tim nasional Spanyol yang meraih rekor sempurna tak pernah kalah pada babak penyisihan grup, di luar dugaan berhasil dikalahkan Italia 3-1.

Pertandingan yang dihelat di Al Salam, Mesir, Senin (5/10) malam, itu diwarnai dengan diusirnya pemain belakang Spanyol Alberto Botía Rabasco saat pertandingan baru berlangsung 28 menit.

Pemain junior milik klub Barcelona ini diganjar kartu merah secara langsung oleh wasit Hector Baldassi setelah melakukan pelanggaran membahayakan terhadap Andrea Mazzarani.

Meski hanya tampil dengan sepuluh pemain, hingga akhir babak pertama timnas junior Azzurri ternyata tetap tidak mampu membuat gol. Italia baru bisa mengawali kemenangannya setelah pertandingan berjalan 55 menit. Gol pembuka Italia dicetak oleh Mattia Mustacchio.

Beberapa menit kemudian, Spanyol sempat membuat ancaman serius ke gawang Italia ketika tendangan spekulasi dari pemain gelandang Aaron Niguez hanya membentur mistar.

Di tengah konsentrasi untuk menyamakan kedudukan, Italia justru berhasil memperbesar lagi keunggulannya. Kali ini gol kedua Italia disarangkan lewat Mazzarani di menit ke-61 setelah memanfaatkan kelengahan dua pemain belakang Spanyol.

Selang lima menit setelah gol kedua Italia, Spanyol akhirnya mampu memperkecil defisit gol. Spanyol memperoleh hadiah penalti setelah Aaron dijatuhkan di areal terlarang oleh pemain pengganti Matteo Bruscagin yang saat itu masih beruntung tidak diganjar kartu kuning kedua oleh wasit. Sebagai algojo penalti Aaron sukses menjalankan tugasnya.

Setelah gol didapat, Spanyol sebenarnya berusaha untuk bangkit menyamakan kedudukan. Sayang, Italia malah berhasil lagi memperbesar keunggulannya lewat gol yang dibuat Mustacchio di tiga menit akhir waktu normal babak kedua.

Dengan kemenangan ini Italia akan menanti pemenang antara pertandingan Hungaria melawan Republik Ceko pada Selasa (6/10). Italia akan menjalani laga perempat-final pada 9 Oktober mendatang.


Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..