Showing posts with label Let's Kick Racism Out Of Football. Show all posts
Showing posts with label Let's Kick Racism Out Of Football. Show all posts

Friday, December 21, 2012

Raul Meireles Disanksi 11 Laga

Akibat meludahi wasit, Raul Meireles dihukum berat oleh federasi sepakbola Turki.

Federasi sepakbola Turki (TFF) menjatuhkan sanksi larangan bertanding sebanyak 11 kali kepada gelandang Fenerbahce, Raul Meireles.

Baca Selengkapnya..

Wednesday, October 10, 2012

Skuad Muslim Newcastle Dilarang Pakai Seragam

Kesepakatan yang baru terjalin antara perusahaan jasa peminjaman uang, Wonga dengan Newcastle United, membuat pemain muslim dalam skuad 'The Magpies' dilarang kenakan seragam anyarnya.
Baca Selengkapnya..

Monday, October 8, 2012

Hina Selebrasi Pemain Muslim, Lineker Minta Maaf

Legenda Inggris Gary Lineker tersandung masalah. Dia menyebut aksi selebrasi sujud syukur pemain Montpellier sebagai aksi 'memakan rumput'.

Baca Selengkapnya..

Wednesday, September 19, 2012

Rasisme masih menjadi masalah di sepakbola Inggris

Aksi rasisme yang dilakukan pendukung Kroasia dalam Piala Eropa di Ukraina
Rasisme menjadi "masalah signifikan" dalam sepakbola Inggris meski sudah ada sejumlah kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, menurut laporan komite parlemen Inggris.
Baca Selengkapnya..

Tuesday, August 7, 2012

Gael Clichy Korban Rasis di Irlandia

Gael Clichy (Photo : Zimbio)

Kasus rasisme kembali terjadi di dunia sepak bola. Kali ini menimpa bek kiri Manchester City, Gael Clichy. Ia merasa geram setelah mendapat lemparan pisang.

Baca Selengkapnya..

Sunday, July 15, 2012

Dugaan Rasisme Ferdinand kepada Cole

Tweet Rio Ferdinand yang dianggap menghina Ashley Cole. (Photo : Mirror)

Kabar mengejutkan datang dari Rio Ferdinand. Bek Manchester United tersebut ditengarai telah mengucapkan kata-kata bernada rasisme yang ditujukan kepada sesama pemain Inggris, Ashley Cole.
Baca Selengkapnya..

Tuesday, July 10, 2012

Terry-Ferdinand Hadiri Pengadilan

Bek Chelsea John Terry dan bek Queens Park Rangers Anton Ferdinand menghadiri sidang kasus rasial yang melibatkan mereka, di Westminster Magistrates' Court, Senin (9/7/2012).

Terry diduga melakukan pelecehan rasial kepada Ferdinand saat pertandingan Premier League di Loftus Road, 23 Oktober 2011. Kejadian bermula dari tindakan Terry meminta penalti, yang dinilai berlebihan oleh Ferdinand. Setelah ditangani Kepolisian Metropolitan, kasus itu dilimpahkan kepada kejaksaan dan diteruskan kepada pengadilan.

Baca Selengkapnya..

Terry-Ferdinand Hadiri Pengadilan

Bek Chelsea, John Terry (kanan), dan bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand, beradu mulut di tengah laga Premier League, di Loftus Road, 23 Oktober 2011. (Photo : Guardian)

Bek Chelsea John Terry dan bek Queens Park Rangers Anton Ferdinand menghadiri sidang kasus rasial yang melibatkan mereka, di Westminster Magistrates' Court, Senin (9/7/2012).
Baca Selengkapnya..

Thursday, June 9, 2011

Suka Duka Tim Sepak Bola Perempuan Afghanistan, Bermain Bola Diancam oleh Warga

Tim Nasional Sepak Bola Perempuan Afghanistan sedang berlatih di dekat markas NATO di Kabul. (Photo : CNN)

Ketika rekan-rekannya di negara lain mendapat dukungan penuh untuk bermain sepak bola, maka tim sepak bola perempuan Afghanistan sebaliknya. Mereka menerima berbagai ancaman, termasuk ancaman mati. Sepak bola menjadi benda haram yang tak boleh disentuh kaum hawa.

Baca Selengkapnya..

Ahmadinejad: FIFA Diktator!

Timnas sepak bola putri Iran (VOA)

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyebut badan pengatur sepak bola dunia sebagai “diktator” karena melarang pemakaian jilbab sehingga mencegah tim sepak bola puteri Iran ikut dalam pertandingan kualifikasi Olimpiade.

Baca Selengkapnya..

Friday, December 17, 2010

Balotelli Tak Ada pun Tetap Dihina

Malang benar nasib Mario Balotelli. Striker Manchester City itu kembali jadi bahan hinaan suporter Juventus, bahkan saat dirinya tidak bermain atau sekadar di bangku cadangan.

Baca Selengkapnya..

Wednesday, October 20, 2010

Rasis, Cagliari Didenda

Cagliari dijatuhi denda sebesar 25 ribu euro (sekitar Rp 309 juta), karena suporternya melakukan ejekan rasial saat menjamu Inter Milan, Minggu (17/10/2010). Ejekan itu sempat mengakibatkan pertandingan dihentikan selama tiga menit.

Baca Selengkapnya..

Monday, October 18, 2010

Presiden Cagliari: Penggemar Kami Tidak Rasis

Presiden Cagliari Massimo Cellini menyebut tindakan wasit Paolo Tagliavento yang sempat menghentikan pertandingan saat timnya menantang Inter adalah tindakan keliru.

Baca Selengkapnya..

Sunday, July 18, 2010

Thuram Khawatirkan Efek Rasisme Prancis

Mantan bek timnas Prancis Lilian Thuram khawatir kasus yang terjadi di Afrika Selatan menimbulkan kebangkitan kembali masalah rasisme di masyarakat Prancis.
Baca Selengkapnya..

Thursday, June 10, 2010

Eto'o Berharap Rasis Sepakbola Berakhir

Rasis adalah satu prilaku yang tidak pernah ditoleransi dalam berbagai sisi kehidupan. Selama ini rasis kerap terjadi di dunia sepakbola. Pemain yang berasal dari Benua Hitam selalu menjadi pusat hinaan saat berada di Eropa.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi striker Timnas Kamerun Samuel Eto'o. Pemain Inter Milan ini berharap dengan Afrika Selatan (Afsel) menjadi tuan rumah aksi rasis berakhir.

Eto'o tiba di kompetisi Eropa pada 1996 ketika dia bergabung dengan Real Madrid. Kemudian dia melanjutkan kariernya bersama Real Mallorca, Barcelona dan Inter Milan.

Namun, Eto'o mengklaim dia adalah target rasis baik di Spanyol dan Italia. Dia berharap Piala Dunia ini bisa menjadi kekuatan untuk perubahan.

"Ini tidak pernah mudah dan sampai akhir karier saya tidak akan mudah," kata Eto'o seperti dilansir reuters, Selasa (8/6/2010).

"Tapi mungkin Piala Dunia ini menjadi yang pertama di Afrika, dapat mengubah sikap seperti yang saya harapkan. yang jelas, saya sangat menderita di Italia musim ini. Jadi bukan hanya satu negara di mana ada rasisme," paparnya.

"Tapi untuk mendapatkan penghargaan ini, Anda harus melalui itu. Dan itulah mengapa kami bermain luar biasa di negara tempat idola saya, Madiba (Nelson Mandela)," tegasnya.

Sumber : okezone.com
Baca Selengkapnya..

Monday, May 24, 2010

Kontrak 'Unik' Villa


Ada yang "unik" dari kontrak David Villa. Presiden Barcelona Joan Laporta mengatakan ini kali pertama ada kontrak pemain yang menyertakan butir anti-rasisme.

Villa menyelesaikan proses kepindahannya ke Barcelona pada Jumat (21/5/2010) malam WIB dengan menandatangani kontrak selama empat tahun.

Ikatan kerjasama yang diteken Villa dengan Barca boleh dikatakan "unik", pasalnya dalam kontrak terdapat butir-butir yang menyatakan kesanggupan pemain untuk tidak bertindak rasis.

"Ini merupakan kali pertama sebuah kontrak diteken dengan menyertakan klausul anti-rasisme yang diperkenalkan oleh asosiasi klub Eropa," terang Laporta seperti dikutip dari situs resmi Barca.

Dalam butir tersebut dituliskan bahwa pemain berjanji tidak akan mengekspresikan atau menampilkan dalam bentuk apa pun aksi-aksi dan tindakan yang diskriminatif, baik itu dalam pertandingan sepakbola atau ketika menjalani kewajiban di luar lapangan yang ditugaskan klub.

Tidak diterangkan secara rinci soal sanksi apa yang akan diberikan seandainya terjadi pelanggaran. Laporta mengatakan bahwa "klub akan sangat menyesali setiap tindakan rasis atau diskriminatif, yang melanggar kesepakatan itu."

Beberapa tahun silam Spanyol pernah diguncang oleh beberapa insiden rasis di lapangan hijau. "Korban"-nya adalah Samuel Eto'o yang saat itu masih memperkuat Barcelona dan para pemain timnas Inggris yang berkulit hitam ketika melakukan ujicoba melawan timnas Spanyol di Negeri Matador.

"Selanjutnya kami (Barcelona) akan menyertakan butir-butir anti-rasisme itu di setiap kontrak baru," tuntas Laporta.

Sumber : detiksports
Baca Selengkapnya..

Wednesday, May 12, 2010

Totti: Balotelli Provokasi Saya!

Pembicaraan seputar insiden Francesco Totti dan Mario Balotelli belum berhenti. Skipper AS Roma itu mengklaim Balotelli memprovokasinya dengan menyebutnya sebagai pemain yang telah 'habis'.

Totti melakukan tindakan kasar kepada Balotelli di penghujung laga final Coppa Italia antara Roma melawan Inter Milan. Akibatnya Totti mendapat kartu merah plus skorsing empat laga.

Totti menyatakan bahwa aksinya itu adalah 'pembalasan' untuk sikap Balotelli yang berulah di pertemuan kedua klub sebelumnya. Ia juga kembali menyanggah tuduhan rasisme yang dilayangkan Balotelli.

Akan tetapi, ternyata ada sebab lain mengapa Totti bisa bertindak sekasar itu. Il Pupone mengklaim Balotelli telah memprovokasinya sejak awal pertandingan.

"Dari sejak awal saya menginjak lapangan, Balotelli memprovokasi saya. Dia bahkan mengatakan kepada saya 'Oi, kakek! Anda sudah selesa," aku Totti kepada Majalah Diva e Donna yang dikutip Football-Italia.

"Saya telah berbuat satu kesalaha dan saya tahu itu, tapi saya tidak pernah menggunakan kata-kata rasis. Tidak pernah," imbuh mantan pemain internasional Italia ini.

Insiden ini cukup menyita perhatian banyak kalangan. Ada yang mendukung Totti
tapi tidak sedikit pula yang mengecam.

"Saya merasa sangat kesepian sekarang. Terima kasih buat teman-teman setia saya
yang mendukung saya, anak-anak dan istri saya, Ilary," sambung dia.

"Saya memang telah membuat sebuah kesalahan, tapi saya diprovokasi."

Sumber : detiksports
Baca Selengkapnya..

Wednesday, April 21, 2010

Lagi, Balotelli Bikin Geger Inter!

Striker muda Inter Milan Mario Balotelli kembali berulah, ketimbang merayakan kemenangan timnya 3-1 atas Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions, ‘SuperMario’ keluar lapangan dengan marah-marah.

Balotelli melepas kaos I Nerazzurri dan membuangnya ke tanah, sementara rekan satu timnya merayakan kemenangan besar tersebut.

Striker tim nasional Italia U-23 tahun ini frustrasi terus dicemooh Internisti ketika dia membuang peluang mencetak gol, dan memilih melampiaskan marahnya dengan kata-kata kasar.

Rekan satu timnya, Dejan Stankovic kemudian mengambil kaos Balotelli, dan membawanya ke ruang ganti pemain.

Sky Sport melaporkan direktur tehnik Gabriele Oriali berusaha menenangkan pemain berusia 19 tahun ini di ruang ganti pemain, setelah Balotelli tidak senang dengan komentar yang dibuat kapten Javier Zanetti usai pertandingan tersebut.

Pemain Argentina ini menyatakan Balotelli ‘menghancurka’ perayaan dengan membuat tindakan yang tidak menyenangkan.

Tidak hanya itu saja, Balotelli juga dilaporkan terlibat argumen panas dengan bek Marco Materazzi, dan sekali pertengkaran berakhir, pemain berdarah Ghana ini langsung meninggalkan Giuseppe Meazza dengan cepat.

Saat mendekati mobilnya, sekelompok tifosi Inter berusaha menghentikan laju mobil Balotelli yang akan keluar dari stadion, petugas keamanan, termasuk presiden Massimo Moraati meminta agar Balotelli diberi jalan.

Sumber : inilah.com

Baca Selengkapnya..

Friday, January 22, 2010

Penghentian Laga Karena Aksi Rasis, FIGC & Pemerintah Italia Beda Pendapat

Isu rasis yang dilakukan sejumlah fans mendapat tanggapan serius dari Federasi Sepakbola Italia, FIGC, dan Kementerian Dalam Negeri Italia.

Kedua pihak sepakat pertandingan yang berlangsung harus dihentikan bila ada aksi rasis terjadi. Akan tetapi, keduanya berbeda pendapat mengenai siapa yang berhak menghentikan laga itu.

Presiden FIGC Giancarlo Abete menilai wewenang untuk menghentikan pertandingan ada di tangan pihak keamanan, bukan dari elemen pertandingan dan FIGC.

"Selama aturan yang ada di jalankan semestinya, FIGC, yang diwakili oleh wasit, tak bisa melakukan apa pun menghadapi teriakan rasis karena saat ini kuasa untuk menghentikan pertandingan ada di tangan polisi, kata Abete dikutip Reuters, Senin (11/1).

FIGC, ditambahkannya, hanya bisa menindak pelaku, atau klub dalam koridor sepakbola, dengan memberikan sanksi.

Tapi menurut Menteri Dalam Negeria Roberto Maroni, eleman pertandingan harusnya memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk menghentikan pertandingan.

"Segala sesuatunya tidak bisa dibebankan pada Menteri Dalam Negeri untuk mengintervensi ketika pertandingan berjalan, tapi saya yakin FIGC harus memiliki aturan yang tegas. Jika ada tanda-tanda kecil ada teriakan rasis, wasitlah yang harus menghentikan pertandingan," jelasnya kepada Sky TV.

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Friday, January 8, 2010

Serang Suporter, Balotelli Didenda Rp 92 Juta

Komisi Disiplin Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menjatuhkan denda sebesar 7.000 euro atau sekitar Rp 92 juta kepada penyerang Inter Milan karena menyerang pendukung Chievo dengan kata-kata dan gerak tubuh kasar, saat kedua klub bertemu dalam lanjutan Serie-A, di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Rabu (6/1/2010).

Pada pertandingan itu, ketika diganti Marko Arnautovic di menit ke-88, Balotelli meninggalkan lapangan sambil menunjukkan gerak tubuh yang tidak pantas kepada pendukung Chievo. Selain itu, usai laga yang berakhir 1-0 untuk Inter itu, Balotelli mengatakan, "Setiap aku datang ke sini, aku mengerti mengapa orang-orang Verona bersikap melecehkanku (rasis)."

Atas kata-katanya itu, Balotelli mendapat kritik dari gubernur Verona Flavio Tossi dan presiden Chievo, Luca Campedelli. Menurut mereka, Balotellli memang tak akan pernah menjadi dewasa. Sekadar catatan, saat ini usia Balotelli 19 tahun.

Sementara itu, Balotelli menyadari kesalahan dan meminta maaf kepada publik Chievo atas perilakunya. Ia mengaku lepas kendali karena lelah sering mengalami pelecehan yang berbau rasisme.

"Aku mendengar nada rasis yang terdengar seperti 'monyet' di Verona, seperti terjadi di stadion lain yang menghinaku. Aku lelah mendengar slogan dan seruan rasis, bahkan ketika aku bersikap baik," ungkapnya.

"Aku meminta maaf, tidak untuk mereka yang menghinaku, melainkan untuk mereka yang tidak menghinaku. (Untuk yang menghinaku) aku akan menyerang mereka dengan bersikap sangat buruk," lanjutnya.

Pernyataan maaf ini masih mengundang kemarahan dari kubu pendukung Chievo, karena mereka tak merasa melecehkan Balotelli secara rasis.

Mudah-mudahan, denda FIGC menuntaskan polemik ini.

Sumber : kompas

Baca Selengkapnya..