Komisi Disiplin Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menjatuhkan denda sebesar 7.000 euro atau sekitar Rp 92 juta kepada penyerang Inter Milan karena menyerang pendukung Chievo dengan kata-kata dan gerak tubuh kasar, saat kedua klub bertemu dalam lanjutan Serie-A, di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Rabu (6/1/2010).
Pada pertandingan itu, ketika diganti Marko Arnautovic di menit ke-88, Balotelli meninggalkan lapangan sambil menunjukkan gerak tubuh yang tidak pantas kepada pendukung Chievo. Selain itu, usai laga yang berakhir 1-0 untuk Inter itu, Balotelli mengatakan, "Setiap aku datang ke sini, aku mengerti mengapa orang-orang Verona bersikap melecehkanku (rasis)."
Atas kata-katanya itu, Balotelli mendapat kritik dari gubernur Verona Flavio Tossi dan presiden Chievo, Luca Campedelli. Menurut mereka, Balotellli memang tak akan pernah menjadi dewasa. Sekadar catatan, saat ini usia Balotelli 19 tahun.
Sementara itu, Balotelli menyadari kesalahan dan meminta maaf kepada publik Chievo atas perilakunya. Ia mengaku lepas kendali karena lelah sering mengalami pelecehan yang berbau rasisme.
"Aku mendengar nada rasis yang terdengar seperti 'monyet' di Verona, seperti terjadi di stadion lain yang menghinaku. Aku lelah mendengar slogan dan seruan rasis, bahkan ketika aku bersikap baik," ungkapnya.
"Aku meminta maaf, tidak untuk mereka yang menghinaku, melainkan untuk mereka yang tidak menghinaku. (Untuk yang menghinaku) aku akan menyerang mereka dengan bersikap sangat buruk," lanjutnya.
Pernyataan maaf ini masih mengundang kemarahan dari kubu pendukung Chievo, karena mereka tak merasa melecehkan Balotelli secara rasis.
Mudah-mudahan, denda FIGC menuntaskan polemik ini.
Sumber : kompas
Baca Selengkapnya..