Showing posts with label Sepakbola dan Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola dan Sejarah. Show all posts

Friday, February 1, 2013

Togo Ukir Sejarah

Togo mengukir sejarah di Piala Afrika 2013 dengan lolos ke perempat final untuk pertama kali sepanjang keikutsertaan di putaran final. Kesuksesan Togo ke perempat final dipastikan setelah bermain imbang 1-1 melawan Tunisia di Stadion Mbombela, Rabu (30/1).

Baca Selengkapnya..

Saturday, September 8, 2012

Kenangan Mereka di La Masia

"La Masia angkatan 2003"

Foto ini diambil pada tahun 2003. Dari skuad akademi La Masia Barcelona, dimana Lionel Messi, Gerard Pique, dan Cesc Fabregas ada di dalamnya. Ada cerita menarik di balik foto ini, termasuk tentang bocah bernama Lionel Messi yang memakai topeng.


Baca Selengkapnya..

Friday, July 20, 2012

Alasan Kostum Tandang Arsenal Berwarna Ung

Kostum tandang Arsenal yang baru untuk musim 2012-13.(Photo : Telegraph/Arsenal)

Warna kostum tandang Arsenal yang baru untuk musim 2012-13 berubah signifikan. Kostum baru ini tampak lebih unik dan mentereng dengan paduan belang-belang warna ungu tua dan hitam.

Baca Selengkapnya..

Sunday, July 8, 2012

Barca Hebat karena Pemain Katala


Gabriel Milito (Foto: Getty)
Mantan bek Barcelona, Gabriel Milito mengakui bahwa keberhasilan Blaugrana beberapa tahun belakangan adalah karena kehadiran pemain homegrown asal Katalan.

Baca Selengkapnya..

Wednesday, July 4, 2012

Rekam Jejak "Si Bengal" Balotelli

Dia terlahir dari keluarga yang berasal dari Ghana.
Striker Italia, Mario Balotelli menjadi salah satu nama yang paling ramai dibicarakan di Kejuaraan Eropa 2012. Tidak seperti Andres Iniesta yang diperbincangkan karena meraih penghargaan pemain terbaik, tetapi pemain 21 tahun ini menjadi bahan obrolan karena sensasi yang sering diciptakannya.
Baca Selengkapnya..

Tuesday, December 13, 2011

Stadion Highbury, Keagungan dalam Kesederhanaan


Stadion Higbury, dulu menjadi markas kebesaran Arsenal, sebelum pindah ke Stadion Emirates (Photo : arsenal)
 
Bagi masyarakat London, bahkan Inggris secara umum, Stadion Highbury memiliki banyak arti. Meski rancangannya sederhana dan ukurannya tak terlalu besar, stadion di London Utara ini tetap memiliki citra keagungan yang cukup sakral. Terlebih lagi bagi pemain, Highbury bak rumah terindah yang sulit ditinggalkan.
Baca Selengkapnya..

Monday, May 30, 2011

Sweater Keberuntungan Joachim Loew Dimusiumkan

Sweater yang kerap dipakai pelatih Jerman Joachim Loew selama Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan, dan membawa tim Panzer meraih peringkat tiga, kini sudah berada di musium federasi sepakbola Jerman [DFB].

Baca Selengkapnya..

Tuesday, October 19, 2010

Gol Pertama Rooney di Premier League

Hari Ini Tanggal 19 Oktober 2000

Wayne Rooney mencetak gol pertamanya di Premier League saat membela Everton melawan Arsenal. Gol ini juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Arsenal dalam 30 laga terakhir.
Baca Selengkapnya..

Tuesday, August 31, 2010

Pemain Terakhir Piala Dunia 1930 Meninggal

Francisco Varallo (yahoosport)

Mantan anggota timnas Argentina di Piala Dunia 1930, Francisco Varallo, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun. Dengan meninggalnya Varallo maka sisa pemain Piala Dunia 1930 sudah tidak ada.

Baca Selengkapnya..

Tuesday, August 3, 2010

Sejarah Panjang Community Shield

Akhir pekan ini gerbang pembuka Liga Primer Inggris, Community Shield, akan dihelat. Siapa sangka pertandingan yang tampaknya cuma tirai pembuka ini punya sejarah panjang.
Baca Selengkapnya..

Thursday, July 8, 2010

Pelajaran dari Calcio Storico

Calcio Storico, Cikal Bakal Sepak Bola di Italia


Calcio Storico yang dimainkan di Piazza Santacroze. (Foto: Dok. Euromaxx)

Menarik melihat tayangan DW-TV Asia+ di Channel 357 Indovision pada akhir Juni lalu. Dalam salah satu tayangan Euromaxx – program khusus yang tren, fesyen, kultur, dan seni di Eropa, dibahas sebuah permainan bernama Calcio Storico.
Baca Selengkapnya..

Wednesday, June 30, 2010

Fakta Baru Mengenai Penemu Sepakbola

Sebuah suratkabar Vatikan, L´Osservatore Romano, menemukan bukti bahwa salah satu suku di Paraguay, Guarani, memainkan sepak bola jauh sebelum Inggris mengklaim bahwa mereka menciptakan sepak bola.

Dalam pengetahuan yang awam tentang sepak bola bahwa olahraga ternama di dunia ini ditemukan di Inggris dan kemudian dimainkan ke sejumlah negara lainnya. Pada 1863, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) kemudian membuat peraturan baku sepak bola yang akhirnya menjadi cikal-bakal sepak bola modern saat ini.

Namun, pengetahuan itu dipatahkan oleh sebuah artikel di suratkabar Vatikan, L´Osservatore Romano, edisi Senin 28 Juni 2010. Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa sepak bola justru kali pertama ditemukan oleh suku Guarani di Paraguay pada 1793, 70 tahun sebelum klaim Inggris.

Artikel tersebut menggunakan sumber seorang pendeta bernama Juan Manuel Peramas, yang menulis di buku harian ketika ditugaskan di Paraguay pada 1793. Peramas menulis, "(Para Guarani) biasanya bermain dengan bola itu, meski dibuat dari karet keras, tapi cukup ringan dan cepat jika ditendang, bola memantul dengan cepat sebelum dihentikan."

"Mereka tidak melempar bola dengan tangan, seperti yang kita lakukan, tapi menggunakan kaki dalamnya, mengumpan dan mengontrol dengan ketangkasan dan ketepatan."

Penulis artikel, Gianpaolo Romanato, menjadikan tulisan Peramas sebagai bukti bahwa Inggris bukanlah penemu sepak bola.

"Suku Guarani jelas-jelas tiga abad yang lalu sudah memainkannya. Pada akhirnya adalah mereka (Guarani) adalah benar-benar penemu sepak bola," papar Romanato.

Laporan: Haryanto Tri Wibowo
Sumber : VIVAnews
Baca Selengkapnya..

Friday, June 25, 2010

Sepatu Aneh Hoeness di Johannesburg

Inilah sepatu yang dipakai striker Jerman Barat, Uli Hoeness, pada Piala Dunia 1974 (Photo :
KOMPAS.COM/HERY PRASETYO)

Di Sandton Convention Center, Johannesburg, Adidas menggelar pameran sepatu dari tahun ke tahun yang dipakai pada Piala Dunia. Dari deretan sepatu kuno itu, sepatu Uli Hoeness paling antik, seperti sepatu boot.

Sepatu itu pun menjadi perhatian para pengunjung karena bentuknya tak lazim dipakai di sepak bola. Bahkan, beberapa pengunjung tersenyum-senyum.

Hoeness merupakan striker andalan timnas Jerman Barat (sekarang Jerman). Dia juga bintang Bayern Muenchen. Saat ini, Hoeness merupakan salah satu pejabat teras di Bayern Muenchen.

Sepatu itu memang dirancang khusus untuk Hoeness pada Piala Dunia 1974. Saat itu, engkel Hoeness memang sedang cedera. Sebagai striker andalan bersama Gerd Mueller, dia wajib tampil.

Hoennes akhirnya tetap bermain pada Piala Dunia 1974 dengan nyaman. Sepatu itu melindungi angkel Hoeness.

Dia memang hanya mencetak satu gol saat Jerman Barat melawan Swedia pada putaran kedua. Namun, dia juga mencetak tiga assist dari empat gol Gerd Mueller.

Jerman Barat akhirnya tampil menjadi juara dunia setelah mengalahkan Belanda 2-1. Namun, Hoeness sempat membuat timnya terpojok karena melakukan pelanggaran kepada Johan Cruyff di kotak penalti. Belanda pun unggul 1-0 berkat gol penalti Johan Neeskens. Beruntung, Paul Breitner dan Mueller akhirnya mencetak gol.

Selain sepatu Hoeness, pameran sepatu itu juga dihiasi sepatu Adidas yang dipakai para pemain Inggris pada 1920. Ada pula sepatu Achell buatan 1967 dan sepatu tim Argentina 1954 juga tim Chile 1962.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..

Perang Sepak Bola 2.000 Lebih Tewas

Pertandingan Brazil lawan Hungaria pada Piala Dunia 1954 dan Chile lawan Italia pada 1962 disebut-sebut sebagai "pertempuran" karena terlalu kasar dan banyak darah berceceran.

Tapi itu tak lebih dari tawuran. Ingatkah Anda pernah ada "perang sepak bola" sungguhan yang melibatkan tidak kurang dari 40 ribu tentara, menyebabkan 100 ribu penduduk sipil mengungsi dan 2.000 lebih nyawa melayang sia-sia"

Mengerikan! Ini terjadi selepas pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1970 Zona Amerika Tengah-Utara dan Karibia (CONCACAF) antara Honduras lawan El Salvador.

Meski secara wilayah bersanding, Honduras dan El Salvador memiliki hubungan kurang rukun. Kedua negara Amerika Tengah ini memiliki kondisi georgrafis dan demografi amat berbeda.

Hanya berurukuran seperlima dari Hondruas, El Salvador justru dihuni oleh penduduk yang jumlahnya dua kali lipat dibanding Honduras.

Persoalan pertanahan dan lapangan pekerjaan yang melanda El Salvador, ditambah pula dengan pemerintahan yang opresif, memaksa penduduk El Salvador untuk menyeberangi perbatasan menuju negeri sebelah yang lebih longgar dan relatif lebih makmur.

Hingga 1969, tidak kurang dari 350 ribu imigran El Salvador membanjiri Honduras. Jumlah ini berarti 20 persen dari total jumlah pendudu Honduras.

Besarnya imigran El Salvador ke Honduras kemudian menimbulkan dampak politik, ekonomi, dan sosial serius bagi warga dan Pemerintah Honduras, terutama bagi pemilik tanah dan perusahaan perkebunan yang tanahnya terancam diserobot.

Para pemilik tanah mendesak Pemerintah Honduras untuk menindak para imigran yang tidak dikehendaki itu.

Alhasil, imigran El Salador kemudian tidak hanya menghadapi tekanan yang dilakukan pemerintah melalui pendekatan kekuasaan maupun kampanye propaganda, tapi juga tindakan kekerasan seperti pengeroyokan, penyiksaan, hinga pembunuhan, yang dilakukan secara merata oleh penduduk sipil Hondruas di seantero negeri.

Pemerintah Honduras bertindak lebih jauh dengan memberlakukan undang-undang pertanahan baru yang memaksa sebagian besar imigran El Salvador angkat kaki dan kebali pulang ke kampung halaman.

Nasib tragis imigran El Salvador di negeri jiran ini kemudian menyulut dendam kesumat saudara-saudara mereka di Tanah Air, (Owen, A. McBell, 2010).

Pertemuan kedua negara di ajang penyisihan Piala Dunia 1970 pada Juni 1969 semakin memanaskan hubungan mereka. Lolos dari fase pertama penyisihan Zona CONCACAF, Honduras dan El Salvador mesti berhadapan di putaran kedua yang digelar secara tandang dan kandang dengan sistem gugur (knock-out).

Tim yang menang akan menuju ke babak play-off melawan Haiti (yang menyingkirkan Amerka Serikat di babak yang sama) guna memperebutkan sisa jatah satu tempat untuk CONCACAF.

Pertandingan pertama dilangsungkan pada 8 Juni 1969 di Tegucigalpa, ibukota Honduras. Honduras menang tipis 1-0. Sampai di sini, belum tampak ada tanda-tanda gawat yang melebihi aroma permusuhan di lapangan.

Tapi kebalikannya terjadi seminggu kemudian ketika pertandingan dilangsungkan di ibukota El Salvador, San Salvador.


Akibat berita bohong

Menyusul kemenangan besar 3-0 tuan rumah El Salvador, media lokal Honduras memuat berita (yang kemudian terbukti dilebih-lebihkan), bahwa telah terjadi pemukulan, pembakaran mobil, bahkan pemerkosaan dan pembunuhan, yang dilakukan pendukung El Salvador terhadap warga Honduras yang tinggal di El Salvador.

Kabar itu membuat gempar Honduras sehingga mereka melakukan serangan balasan kepada imigran El Salvador di Honduras. Aparat keamanan tentu saja berada di belakang rakyat Honduras.

Dengan saling mengalahkan, El Salvador dan Honduras sama-sama mengumpulkan nilai sama. Karena aturan selisih gol saat itu belum diberlakukan, kedua tim harus melakukan laga di tempat netral, yaitu di Kota Meksiko, pada 27 Juni 1969.

Pada pertandingan ketiga ini, El Salvador berhasil mengalahkan Honduras 3-2 setelah melewati perpanjangan waktu. Dengan demikian, El Salvador lah yang berhak lolos ke babak terakhir kualifikasi zona CONCACAF menghadapi Haiti yang melaju setelah mengalahkan AS.

Setelah melewati Haiti, juga dalam tiga pertandingan, El Salvador akhirnya melaju ke putaran final Piala Dunia 1970 di Meksiko, yang merupakan Piala Dunia pertama dan terakhir bagi El Salvador hingga kini.

Bersamaan dengan itu, suasana di luar lapangan pertandingan yang meliputi kedua belah pihak semakin tidak terkendali.

Sehari sebelum pertandingan penentuan di Kota Meksiko, tepatnya pada 26 Juni 1969, pemerintah El Salvador memutuskan segala jenis hubungan dan kerja sama dengan Honduras.

Setelah serangkaian kekerasan dan tindakan saling balas di antara dua negara tetangga itu, kurang dari tiga minggu kemudian, pada 14 Juli 1969, meletuslah perang secara terbuka.

Cerita lain menyebutkan, pendukung Honduras disandera tuan rumah El Salvador di lapangan sehingga tentara Honduras menyerang El Salvador untuk membebaskan warganya.

Sehari kemudian El Salvador gantian menyerang Honduras dengan mengebom instalasi militer dan bandara internasional Tegucipalga di ibukota Honduras.

Karena perang itu amat erat berkaitan dengan penyisihan Piala Dunia 1970, maka perang itu dinamai Perang Sepak Bola (Football War).

Perang Sepak Bola itu berlangsung lima hari, melibatkan tidak kurang dari 40 ribu tentara kedua belah pihak, menyebabkan 100 ribu penduduk sipil mengungsi dan sekitar 2000 jiwa menjadi korban.

Ini sepak bola Bung, tapi bisa jadi penyebab perang. Mengerikan!

Sumber : antaranews.com
Baca Selengkapnya..

Thursday, June 24, 2010

Takdir Pertemukan Jerman-Inggris di 16 Besar

Jerman dan Inggris sempat berada dalam bayang-bayang kegagalan pada penyisihan grup di Piala Dunia 2010 ini. Tetapi, dua negara raksasa sepak bola ini akhirnya mampu melewati masa-masa kritis, berkat kemenangan di laga pamungkas yang menjadi sangat krusial, Rabu (23/6/10).

Di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Inggris berhasil meraih tiket babak perdelapan final setelah menang tipis 1-0 atas Slovenia. Jermain Defoe yang menjadi penyelamat "The Three Lions", lewat gol semata wayangnya pada babak pertama.

Jerman pun demikian. Kewajiban memenangkan partai pamungkas melawan Ghana di Stadion Soccer City, Johannesburg, berhasil dituntaskan oleh "Der Panzer" setelah Mesut Ozil membobol gawang "The Black Stars" pada babak kedua, yang membuat mereka sekaligus memastikan diri menjadi juara Grup D.

Namun, hasil ini rupanya menjadi takdir yang membuat Jerman dan Inggris sudah harus bertemu di babak 16 besar. Inggris, yang tampil tidak meyakinkan dalam dua laga perdana penyisihan Grup C menyusul hasil imbang lawan Amerika Serikat dan Aljazair, tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan salah satu musuh bebuyutannya tersebut karena mereka hanya mampu menjadi runner-up.

Adalah kemenangan tipis 1-0 atas Slovenia yang membuat "Tiga Singa" tak bisa menghindar. Pasalnya, di pertandingan lain AS juga menang 1-0 atas Aljazair, sehingga "The Yanks" yang berhak menjadi juara grup. Negeri "Paman Sam" itu unggul produktivitas gol dari Inggris, meskipun mereka memiliki selisih gol dan poin yang sama.

Jadilah, dua raksasa Eropa ini sudah harus mengibarkan bendera perang untuk saling "membunuh" pada 27 Juni mendatang di Stadion Free State, Bloemfontein. Mereka akan memperebutkan tiket menuju perempat final event empat tahunan paling bergengsi di muka bumi ini.

Secara statistik, Inggris masih unggul atas Jerman. Total, mereka sudah bertemu 27 kali (termasuk ketika Jerman masih bernama Jerman Barat), di mana Inggris meraih 12 kemenangan dan lima kali duel berakhir imbang. Artinya, Jerman meraih 10 kemenangan. Di arena Piala Dunia, mereka berbagi kemenangan 1-1 dari empat pertemuan (2 kali imbang).

Laga terakhir terjadi pada semifinal Piala Dunia Italia 1990, 4 Juli, di Turin. Waktu itu, pemenang ditentukan lewat drama adu penalti setelah skor 2x45 menit plus perpanjangan waktu tetap imbang 1-1. Jerman lebih dulu unggul lewat Andreas Brehme pada menit ke-60, dan dibalas Gary Lineker pada menit ke-80.

Dalam adu keberuntungan saat penalti, Jerman yang jadi pemenang dengan skor 4-3. Empat eksekutornya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, sedangkan Inggris mengalami dua kegagalan. Tendangan Stuart Pearce bisa ditahan kiper Bodo Illgner, dan eksekusi Chris Waddle jauh dari sasaran alias keluar. Jerman pun ke final dan menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya setelah menang 1-0 atas Argentina.

Nah, kalau pun salah satu dari dua tim Eropa ini lolos, maka mereka kemungkinan besar bertemu dengan rival terberatnya dari benua Amerika, Argentina. "Albiceleste", yang tampil sangat impresif di penyisihan Grup B karena meraup poin sempurna, 9, setelah memenangkan tiga pertandingan, diprediksi akan mampu mengalahkan Meksiko dalam pertarungan memperebutkan tiket ke perempat final.

Jadi, Jerman dan Inggris harus siap-siap melewati jalan terjal!

Head to head

- Pertemuan di Piala Dunia

1990, Turin, 04/07/1990: Jerman 1:1 a.e.t. (1:1, 0:0) 4:3-adu penalti Inggris di semi final
1982, Madrid, 29/06/1982: Jerman 0:0 Inggris di putaran kedua
1970, Leon, 14/06/1970: Jerman 3:2 a.e.t. (2:2, 0:1) Inggris di perempat final
1966, London, 30/07/1966: Inggris 4:2 a.e.t. (2:2, 1:1) Jerman di final

- Pertemuan di kualifikasi Piala Dunia

2002, Munich, 01/09/2001: Jerman 1:5 (1:2) Inggris di penyisihan grup
2002, London, 07/10/2000: Inggris 0:1 (0:1) Jerman di penyisihan grup

- Pertemuan di Piala Eropa

2000, Charleroi, 17/06/2000: Inggris 1:0 (0:0) Jerman di penyisihan grup
1996, London, 26/06/1996: Inggris 1:1 a.e.t. (1:1, 1:1) 5:6--adu penalti Jerman di semifinal

- Pertemuan di Kualifikasi Piala Eropa

1972, Berlin West, 13/05/1972: Jerman Barat 0:0 Inggris di perempat final
1972, London, 29/04/1972: Inggris 1:3 (0:1) Jerman di perempat final

- Pertemuan dalam pertandingan persahabatan

2008, Berlin, 19/11/2008: Jerman 1:2 (0:1) Inggris
2007, London, 22/08/2007: Inggris 1:2 (1:2) Jerman
1993, Detroit, 19/06/1993: Jerman 2:1 (1:1) Inggris
1991, London, 11/09/1991: Inggris 0:1 (0:1) Jerman
1987, DuSseldorf, 09/09/1987: Jerman 3:1 (2:1) Inggris
1985, Mexico City, 12/06/1985: Inggris 3:0 (1:0) Jerman
1982, London, 13/10/1982: Inggris 1:2 (0:0) Jerman
1978, Munich, 22/02/1978: Jerman 2:1 (0:1) Jerman
1975, London, 12/03/1975: Inggris 2:0 (1:0) Jerman
1968, Hanover, 01/06/1968: Jerman 1:0 (0:0) Inggris
1966, London, 23/02/1966: Inggris 1:0 (1:0) Jerman
1965, Nuremberg, 12/05/1965: Jerman 0:1 (0:1) Inggris
1956, Berlin West, 26/05/1956: Jerman 1:3 (0:1) Inggris
1954, London, 01/12/1954: Inggris 3:1 (1:0) Jerman
1938, Berlin, 14/05/1938: Jerman 3:6 (2:4) Inggris
1935, London, 04/12/1935: Inggris 3:0 (1:0) Jerman
1930, Berlin, 10/05/1930: Jerman 3:3 (1:2) Inggris

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..

Wednesday, January 6, 2010

Hector Zelaya: Mempermalukan Spanyol

NAMANYA terukir indah dalam sepak bola Honduras. Sebab, dia bermain bagus semasa membela timnas dan membawa Honduras untuk pertama kalinya lolos ke putaran final Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Berposisi sebagai gelandang bertahan, pemain bernama lengkap Hector Ramon Zelaya Rivera ini sangat tangguh dalam bertahan. Dia punya fisik yang kuat, hingga dijuluki "Dada Elang".

Dalam membantu serangan, dia juga agresif dan berani. Bahkan, dia sempat membuat malu tuan rumah Spanyol di Piala Dunia 1982.

Pada pertandingan pertama, Spanyol dipaksa Honduras tertinggal 0-1 lebih dulu di Valencia. Publik pun tegang dan terdiam. Dan, gol Honduras itu bukan dicetak striker, tapi gelan dang bertahan Hector Zelaya.

Honduras sebenarnya berpeluang menang. Namun, Spanyol akhirnya mendapat tendnagan penalti dan menyamakan kedudukan 1-1. Meski begitu, gol Ramon Zelaya itu cukup memalukan Spanyol.

Tak lama, Zelaya mendapat tempat tersenndiri di publik Spanyol. Sebab, dia akhirnya bermain di klub negeri itu, Deportivo La Coruna.

Sumber : kompas

Baca Selengkapnya..