Showing posts with label SEA GAMES XXV 2009. Show all posts
Showing posts with label SEA GAMES XXV 2009. Show all posts

Monday, December 14, 2009

Vietnam Bertemu Malaysia di Final

Vietnam dan Malaysia maju ke final cabang olahraga sepak bola SEA Games XXV 2009 Laos pada 17 Desember nanti. Pada babak semifinal yang berlangsung Senin (14/12/2009), dua negara tersebut berhasil menyingkirkan lawan-lawannya.

Vietnam yang bermain di Chao Anauvong Stadium masih terlalu tangguh bagi Singapura karena mereka berhasil menggasak "Negeri Singa" tersebut dengan skor 4-1. Sementara itu, Malaysia mampu keluar dari tekanan publik tuan rumah dan melibas Laos dengan skor 3-1 dalam pertandingan di National Stadium Sports Complex Main Stadium.

Dengan demikian, partai puncak ini merupakan ulangan penyisihan Grup A pada 6 Desember lalu, ketika Vietnam menang 3-1. Pertemuan ini juga sudah diprediksi ketika mereka sama-sama melangkah ke semifinal.

Malaysia yang tergabung di Grup A sempat berada dalam kondisi kritis karena menghuni peringkat tiga jelang partai pamungkas melawan Thailand. Namun dalam duel krusial tersebut, Malaysia yang dalam perjalanan melibas Timor Leste 11-0 di partai pembuka, sebelum kalah 1-3 dari Vietnam dan menang 4-0 atas Kamboja, berhasil menyingkirkan sang juara bertahan dengan skor 2-1.

Sementara itu, Vietnam melewati semua pertandingannya sejak babak penyisihan dengan hasil yang sempurna. Pasalnya, mereka hanya gagal meraih poin penuh ketika melawan Thailand di partai pembuka yang berakhir imbang 1-1.

Selebihnya, Vietnam selalu menang. Melawan Timor Leste, mereka melesakkan empat gol tanpa balas, kemudian melibas Malaysia 3-1, dan pada partai pamungkas penyisihan grup menggasak Kamboja 6-1 sehingga tampil sebagai juara Grup A.

Kesuksesan Malaysia dan Vietnam ini berbanding terbalik dengan Indonesia. Tim Merah-Putih yang dulu merajai kawasan Asia Tenggara serta jauh mengungguli Malaysia dan Vietnam, kini justru terkapar di penyisihan grup.

Prestasi terbaik "Pasukan Garuda" ini adalah bermain imbang 2-2 melawan Singapura di partai perdana Grup B. Setelah itu, Indonesia menyerah 0-2 dari Laos dan mendapat malu di partai terakhir lagi karena menyerah 1-3 dari Myanmar. Hasil tersebut membuat Indonesia menjadi juru kunci Grup B.

Sumber : kompas.com

Baca Selengkapnya..

Friday, December 11, 2009

Indonesia 1986-87, Saat Merah-Putih Berkibar

"Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.....Indonesia raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia raya…"

JUTAAN anak bangsa tak kuasa menahan haru mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di langit biru. Rasa bangga tak terkira, karena hanya para juaralah yang berhak menyanyikan lagu kebangsaannya di arena pertarungan antarbangsa. Dan, timnas Indonesia berhak menyanyikan lagu sakral tersebut sebagai imbalan mengangkangi medali emas SEA Games 1987. Untuk pertama kalinya pula, sepak bola Indonesia mampu mengibarkan bendera Merah-Putih di kejuaraan antarbangsa.

Saat itu, langit bulan September betul-betul terasa biru bagi rakyat Indonesia. Lewat gol tunggal Ribut Waidi di menit ke-91 ke gawang Malaysia di partai final, untuk pertama kalinya Indonesia bisa merengkuh medali emas sepak bola di ajang SEA Games.

Ini merupakan trofi antarbangsa pertama yang pernah direbut timnas Indonesia. Dominasi Thailand dipatahkan. Kekuatan Malaysia dibenamkan. Sungguh prestasi yang heroik. “Pendahulu-pendahulu kami juga tak kalah hebatnya, tapi mereka tidak pernah berhasil mempersembahkan gelar juara. Wajar jika kami sangat bangga atas prestasi ini,” ujar Patar Tambunan, gelandang kanan yang ikut berandil mempersembahkan medali emas SEA Games 1987, Selasa (21/12)

Tidak hanya Patar Tambunan yang patut berbangga hati. Semua pecinta bola Indonesia pastilah ikut bangga. Melihat prestasi timnas Indonesia kala itu, semua warga yang punya KTP Indonesia bisa sedikit mendongakkan kepala. Indonesia bukan lagi tim macan kertas. Indonesia adalah yang terkuat, setidaknya di Asia Tenggara.

“Malah kami juga terhitung 4 besar di Asia,” ucap striker legendaris Indonesia, Ricky Yakobi, Selasa (21/12). Statemen Ricky bukan sekadar bualan. Satu tahun sebelumnya, tim perebut medali emas SEA Games 1987 ini berhasil menapaki babak semifinal Asian Games 1986. Ini adalah prestasi tertinggi dalam lembaran sejarah sepak bola nusantara. Yang hingga saat ini, Indonesia belum bisa mengulanginya.

BERSATU LUAR-DALAM
Tak dapat disangkal, timnas Indonesia 1986-87 merupakan timnas terhebat yang pernah dimiliki Indonesia – jika ukurannya trofi antarbangsa. Saat itu Indonesia punya pemain besar semacam Herry Kiswanto, Rully Nere, Robby Darwis, dan Ricky Yakobi. Talenta hebat yang kemudian berpadu dengan pelatih tak kalah hebat, mendiang Bertje Matulapelwa.

“Bertje adalah pelatih hebat. Prinsip open management yang diterapkannya mampu menciptakan iklim tim yang kondusif,” kenang asisten pelatih Bertje kala itu, Sutan Harhara, Selasa (21/12).

Prestasi Indonesia kala itu memang tak bisa dilepaskan dari sosok pelatih yang dijuluki Sang Pendeta tersebut. Dia bisa menyatukan pemain dari unsur yang berbeda, Galatama dan Perserikatan. Patut dicatat, saat itu beredar rumor bahwa pemain alumni Galatama tidak begitu akur dengan alumni Perserikatan.

Embrio generasi emas itu terbentuk, pada akhir 1985. Setelah proyek timnas Garuda 1 selesai, PSSI memberikan mandat kepada Bertje guna membentuk tim baru. Mandat yang berat, pasalnya mental Indonesia sedang terpuruk setelah dibantai Thailand 0-7 di SEA Games 1985.

Bertje mencoba membangkitkannya. Dengan lugas dia mengumpulkan talenta berbakat dari Galatama (seperti Ricky Yakobi dan Nasrul Koto), Perserikatan (Robby Darwis, Ribut Waidi dll) dan sejumlah alumni Garuda 1 (semacam Patar Tambunan dan Marzuki Nyak Mad).

Proses pembentukan tim yang padu, ujar Sutan Harhara, ternyata gampang-gampang susah. Saat tim sudah lumayan padu, pada medio 1986 iklim tim hampir rusak karena masalah duit. Uang saku dari PSSI kepada pemain dinilai terlalu minim.
Bayangkan saja, hadiah dari KONI untuk medali emas hanya 1 juta per pemain. Sedangkan uang saku per bulannya selama pelatnas tak kalah mepet, kurang dari Rp 750 ribu/bulan. Herry Kiswanto berkisah, dia bersama semua anggota tim pernah meminta kenaikan uang saku.

Sayang, tuntutan tersebut tak digubris. Patah semangat? Untungnya tidak. Panggilan membela negara, ujar Herry Kiswanto, jauh lebih penting. Berkat suntikan semangat dari Bertje, para pemain Indonesia membuang jauh-jauh nafsu mengumpulkan duit. Yang tertanam hanya satu kalimat, kibarkan sang merah-putih di langit internasional Tim Merah-Putih di tangan Bertje, sebulan sebelum Asian Games digelar, sempat melakukan uji coba sebulan lebih di Brasil. Formasi baru 4-3-3 yang memasang Ricky Yakobi sebagai striker tunggal ternyata lumayan paten. Hasilnya terbaca pada Asian Games 1986. Indonesia lolos ke semifinal. Sayang untuk kemudian kandas di tangan Korea Selatan.

Usai Asian Games, Bertje melakukan perubahan besar. Ban kapten dipindahkan dari lengan Herry Kiswanto ke Ricky Yakobi. Padahal umur Ricky kala itu baru 23. “Bertje ingin melakukan regenerasi. Dan, aku merasa sudah saatnya dilakukan,” ujar Herry.
Regenerasi itu berlangsung cemerlang. Indonesia benar-benar terbang tinggi di SEA Games 1987 Jakarta. Di hadapan pendukung setia, Indonesia tampil trengginas. Usai membambat Burma 4-1 di semifinal, Indonesia menjinakkan Malaysia 1-0 di partai puncak.
Indonesia juara. Merah-Putih pun berkibar di langit Asia Tenggara. (yoyok/SOCCER)

Fakta timnas Indonesia 1986-87
Pelatih : Bertje Matulapelwa
Skuad : Ponirin Meka, Jaya Hartono, Robby Darwis, Herry Kiswanto, Marzuki Nyak Mad, Sutrisno, Budi Wahyono, Patar Tambunan, Nasrul Koto, Rully Nere, Azhary Rangkuti, Ricky Yakobi, Ribut Waidi.
Prestasi : Semifinal Asian Games 1985, Juara SEA Games 1987

Raihan Timnas PSSI di level SEA Games
Indonesia baru resmi ikut ajang SEA Games pada 1977. Selama kurun itu hingga saat ini, Indonesia hanya sempat 2 kali terbang tinggi. Pertama pada SEA Games 1987. Kedua pada 1991. Setelah itu prestasi Tim Merah-Putih cenderung melorot.

1977 - Semifinal
1979 - Peringkat ke-2
1981 - Peringkat ke-3
1983 - Penyisihan grup
1985 - Semifinal
1987 - Juara
1989 - Peringkat ke-3
1991 - Juara
1993 - Semifinal
1995 - Penyisihan grup
1997 - Peringkat ke-2
1999 - Peringkat ke-3
2001 - Semifinal
2003 - Penyisihan grup
2005 – Semiifinal
2007 – Penyisihan gup
2009 – Penyisihan grup

Sumber : kompas.com

Baca Selengkapnya..

Imbang 0-0, Laos dan Singapura ke Semifinal

Laos dan Singapura melangkah ke semifinal cabang olahraga sepak bola SEA Games XXV 2009 Laos. Pada pertandingan pamungkas penyisihan Grup B, Kamis (10/12/09) di National Stadium Sports Complex Main Stadium, dua negara itu bermain imbang tanpa gol.

Dengan hasil tersebut, Laos dan Singapura sama-sama mengoleksi satu poin dengan total nilai yang dikumpulkan tujuh, karena menuai satu kemenangan dan dua kali imbang. Tetapi Laos yang berhak menjadi juara Grup B, karena mereka unggul selisih gol.

Dalam perjalanannya sepanjang penyisihan grup ini, Laos bermain imbang 1-1 melawan Myanmar dan mencatat sejarah besar setelah menang 2-0. Sementara itu, Singapura mengawali perjuangannya dengan bermain imbang 2-2 melawan Indonesia, sebelum menang 2-1 atas Myanmar.

Skor imbang ini juga memupuskan harapan Myanmar untuk maju ke babak empat besar. Pasalnya, Myanmar yang bermain lebih awal, sempat memiliki asa untuk lolos setelah menang 3-1 atas Indonesia. Tetapi, harapan runner-up SEA Games 2007 itu agar duel Singapura vs Laos berakhir dengan kemenangan bagi salah satu negara tersebut, sirna. Alhasil, mereka harus puas menjadi peringkat tiga Grup B, di atas Indonesia yang hanya menuai satu poin.

Di semifinal, Laos akan menghadapi runner-up Grup A, sedangkan Singapura bertemu juara Grup A.

Perebutan tiket babak empat besar di Grup A masih berlangsung sangat ketat, karena tiga negara, yaitu juara bertahan Thailand, Vietnam dan Malaysia, memiliki peluang yang sama. Duel krusial akan berlangsung Jumat (11/12), ketika Thailand menghadapi Malaysia di National Stadium Sports Complex Main Stadium dan Vietnam meladeni Kamboja di Chao Anouvong Stadium.

Posisi Vietnam yang kini menempati peringkat dua klasemen sementara, lebih bagus karena "hanya" melawan Kamboja yang sudah pasti tersingkir. Sementara itu, Thailand minimal bermain imbang sehingga tiket semifinal yang sudah ada di genggaman tidak direbut oleh Malaysia yang mengejar kemenangan.

Untuk sementara, Thailand yang sekali bermain imbang dan dua kali menang, memuncaki klasemen sementara Grup A dengan nilai tujuh, unggul selisih gol atas Vietnam. Sedangkan Malaysia di peringkat tiga dengan nilai enam, hasil dari sekali kalah dan dua kali menang.

Sumber :kompas.com
Baca Selengkapnya..

Thursday, December 10, 2009

Memalukan! Indonesia Kalah Lagi dan Jadi Juru Kunci

Memprihatinkan dan memalukan! Tim sepak bola Indonesia yang tampil di SEA Games XXV 2009 Laos harus pulang dengan kepala tertunduk lesu, karena mereka kembali gagal di pertandingan pamungkas penyisihan Grup B, menyusul kekalahan 1-3 dari Myanmar, Kamis (10/12/09), di National Stadium Sports Complex Main Stadium.

Dengan demikian, pasukan "Garuda" yang menjadi kebanggaan masyarakat sepak bola di Tanah Air menjadi juru kunci Grup B, karena hanya menuai satu poin dalam tiga pertandingan yang sudah dilakoninya. Prestasi terbaik di pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara ini adalah hasil 2-2 melawan Singapura di partai pembuka.

Selanjutnya, Indonesia harus menanggung malu. Di partai kedua ketika melawan tuan rumah Laos, gawang Indonesia kebobolan dua kali dan tidak mampu membalas satu gol pun.

Ini yang benar-benar mencoreng wajah sepak bola Indonesia, karena sepanjang sejarahnya di SEA Games, Indonesia tak pernah kalah dari Laos. Hasil ini akhirnya meruntuhkan sejarah yang "diagung-agungkan".

Pada laga terakhir yang ikut menentukan nasibnya, Indonesia justru kalah lagi dengan skor tersebut. Dengan demikian, sempurnalah kegagalan timnas U-23 yang diharapkan bisa berprestasi di ajang dua tahunan ini karena bukan cuma tersingkir di penyisihan, tetapi juga sebagai penghuni dasar klasemen.

Kemenangan ini membuat Myanmar justru memiliki peluang untuk lolos ke semifinal. Runner-up SEA Games 2007 ini tinggal menunggu hasil duel Singapura vs Laos, karena jika dua negara tersebut saling mengalahkan, maka Myanmar tinggal berada selisih gol. Tetapi jika Laos dan Singapura bermain aman dan berakhir dengan skor imbang, maka Myanmar tersisih karena Singapura dan Laos yang maju ke semifinal.

Tampil tanpa tiga pemain pilarnya yang cedera, Indonesia langsung dikejutkan oleh gol cepat Myanmar pada menit ke-6. Gol ini tercipta melalui titik penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Tun Tun Win.

Penalti diberikan wasit Kim Jong Beok setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti Indonesia yang dilakukan oleh Ruben Karel.

Permainan Indonesia sepanjang babak pertama sebenarnya tak begitu buruk karena beberapa kali terjadi peluang, di antaranya melalui Rendi. Sayang, tak ada yang berbuah gol sehingga skor 1-0 bertahan sampai jeda.

Di awal babak kedua, Myanmar kembali menggebrak. Duel baru berlangsung tujuh menit, Pai Foe berhasil mengoyak jala Frenky Irawan, untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, para pemain Indonesia sempat panik. Namun perlawanan keras masih tetap bisa dilancarkan oleh Tony Sucipto dkk.

Usaha Indonesia untuk mencetak gol baru membuahkan hasil pada menit ke-72, melalui gelandang Persipura Jayapura, Stevi Bonsapia. Semangat tarung para pemain Indonesia pun kembali menggelora.

Sayang, di tengah upaya keras untuk mengejar gol tambahan, Myanmar malah berhasil menambah skor lagi menjadi 3-1 pada menit ke 81 melalui Moe Win.

Usai pertandingan, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang menyaksikan langsung pertandingan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Namun ia tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemain di lapangan.

"Para pemain sebenarnya tampil bagus. Mereka juga bisa mendominasi pertandingan. Tapi entah mengapa pemain kita seperti sulit mencetak gol," kata Nurdin.

Hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games kali ini lebih buruk dari edisi sebelumnya. Hanya satu poin yang diperoleh dari tiga pertandingan, tatkala menahan imbang Singapura. Dua pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Sumber : kompas.com

Baca Selengkapnya..

Kalah 1-3, Indonesia Tersingkir

Timnas Indonesia U-23 tersingkir dini dari SEA Games 2009 di Laos. Tersingkirnya Boaz Solossa dkk ditentukan dari kekalahan 1-3 dari Myanmar di laga terakhir penyisihan.

Bermain di National Stadium Sports Complex Main Stadium, Vientiane, Kamis (10/12/2009), Indonesia dan Myanmar berebut satu tiket semifinal dari Grup B yang juga dihuni Singapura dan Laos.

Baru enam menit laga berjalan, Indonesia langsung tertinggal ketika Tun Tun Win membuka keunggulan Myanmar.

Di babak kedua, tepatnya di menit 53, Indonesia kembali kebobolan melalui gol yang dilesakkan oleh Pai Soe.

Indonesia sempat membuka harapan ketika Steve Bonsapia memperkecil ketertinggalan jadi 1-2 melalui golnya di menit 75. Namun asa Indonesia pupus ketika Moe Win mencetak gol ketiga Myanmar di menit 81.

Kekalahan ini membuat Indonesia gagal melaju ke semifinal. Bahkan, tim asuhan Alberto Bica itu duduk di peringkat terbawah Grup B dengan hanya memetik satu angka dari hasil seri kontra Singapura.

Meski menang, Myanmar yang diasuh oleh Marcos Antonio Falopa itu belum tentu lolos ke semifinal. Nasib Myanmar yang mengoleksi empat angka tergantung dari hasil laga Laos kontra Singapura yang sampai saat ini belum selesai.

Laos dan Singapura sementara mengoleksi empat angka. Hasil seri di antara mereka akan mengantar dua tim tersebut lolos ke semifinal dengan Laos sebagai juara grup.

Sumber : detiksport
Baca Selengkapnya..

Wednesday, December 9, 2009

Thailand dan Malaysia Berebut Tiket ke Semifinal

Thailand melapangkan jalannya menuju semifinal SEA Games XXV Laos, setelah meraih kemenangan besar pada laga ketiga Grup A, Selasa (8/12/09) di Chao Anu Vong Stadium. Melawan tim lemah yang hanya menjadi lumbung gol lawan, Timor Leste, Thailand menang 9-0, sehingga mereka kini memuncaki klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin, hasil dari dua kali menang dan sekali imbang.

Sedangkan pada pertandingan lain, Malaysia juga membuka peluang lolos ke semifinal, berkat kemenangan 4-0 atas Kamboja. Donasi tiga angka dari laga ini membawa Malaysia menduduki posisi tiga dengan koleksi enam poin. Sementara itu, Vietnam yang pada laga perdana bermain imbang 1-1 melawan Thailand, berada di urutan dua karena kalah selisih gol dari Thailand.

Dengan demikian, persaingan di Grup A untuk memperebutkan dua tiket ke semifinal masih sangat ketat. Laga pamungkas pada Jumat (11/12/09) menjadi sangat krusial bagi Thailand, Vietnam dan Malaysia, karena sangat menentukan nasib mereka.

Vietnam berada dalam posisi lebih untung, karena mereka bertemu tim lemah, Kamboja, yang sudah pasti tersingkir. Duel sengit terjadi antara Thailand dan Malaysia, karena pemenangnya pasti meraih tiket ke babak empat besar. Tetapi Thailand lebih diuntungkan, karena mereka hanya perlu minimal bermain imbang untuk lolos.

Melawan Timor Leste yang sepanjang penyisihan grup ini selalu kalah dan cuma bisa mencetak satu gol (saat dikalahkan Kamboja 1-4), Thailand sangat mendominasi pertandingan. Sompong Soleb menjadi bintang tim "Negeri Gajah Putih" itu karena dia mencetak hat-trick, masing-masing pada menit ketiga, 32 dan 76. Kemudian, Anawin Jujeen dan Apipoo Sunthornpanavej masing-masing menyumbang dua gol, ditambah satu gol dari Kriangkrai Pimrat (44) and Piyachart Harahan (49).

Pada laga lainnya, Malaysia yang mencetak sejarah sepak bola negaranya di SEA Games ketika menang 11-0 atas Timor Leste di laga perdana pada 2 Desember lalu, bermain all-out ujntuk mengejar kemenangan atas Kamboja. Usaha mereka baru membuahkan hasil pada menit ke-34, ketika Abdul Manaf Mamat mengoyak jala Kamboja. Skor 1-0 bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, Malaysia terus melancarkan serangan untuk menambah keunggulan. Alhasil, kerja kerasnya kembali membuahkan hasil karena tercipta tiga gol yang dihasilkan Norshahrul Idlan Talaha pada menit ke-75, disusul S Kunalan lima menit berselang, sebelum penalti Safiq Rahim melengkapi kemenangan Malaysia menjadi 4-0.

Sumber Kompas .com

Baca Selengkapnya..

Monday, December 7, 2009

Takluk 0-2 dari Laos, Timnas Terancam Tersingkir

Timnas sepakbola U-23 terancam gagal ke babak semifinal SEA Games 2009. Hal ini terjadi setelah di partai kedua 'Merah Putih' takluk 0-2 dari tuan rumah Laos.

Dalam lanjutan laga Grup B di Stadion Chao Anouvong, Vientiane, Laos, Senin (7/12) timnas harus rela dibobol gawangnya dua kali oleh Lamno Singto, pada menit ke-66 dan 75.

Laga tersebut sempat diwarnai kericuhan antarpemain yang untungnya tak berlanjut lama setelah ofisial dari kedua tim serta petugas keamanan turun tangan.

Dengan hasil ini untuk sementara Indonesia menjadi juru kunci grup dengan nilai satu dari dua laga. Pada laga perdana, Boaz Solossa cs bermain imbang 2-2 dengan Singapura.

Laos dan Singapura yang menang 2-1 atas Myanmar di pertandingan keduanya berada di peringkat teratas dengan empat poin. Untuk lolos timnas tak hanya harus menang di laga pamungkas kontra Myanmar melainkan juga menggantungkan nasibnya pada tim lain.

Jika laga Laos dan Singapura berakhir imbang, maka timnas untuk kedua kalinya secara beruntun dalam dua SEA Games terakhir tak bisa melaju dari babak grup.

Menanggapi kekalahan itu, Manajer timnas Andi Darussalam Tabussalla mengaku kecewa dengan hasil ini. Andi menyoroti faktor lemahnya konsentrasi yang dimiliki timnya menjadi biang keladinya

"Ada beberapa peluang yang terjadi di babak pertama, tetapi sayang tak satu pun menjadi gol. Di babak kedua, anak-anak yang seharusnya tampil tenang, malah sering gugup menghadapi serangan balik cepat Laos. Akibatnya, kita harus membayar mahal dengan dua gol Laos yang lahir dari serangan balik," ujar Andi setelah pertandingan.

Namun Andi tidak serta merta menyalahkan kekalahan ini kepada pemain. Menurutnya, para pemain telah berjuang semaksimal mungkin. "Itulah sepakbola, harus ada yang menang atau yang kalah. Tetapi kami banyak belajar dari pertandingan ini untuk menyiapkan diri menghadapi Myanmar," imbuhnya.

Ia mengaku hasil ini membuat peluang Indonesia ke semifinal sangat berat. Tapi itu semua tak membuat semangat Indonesia kendur untuk meraih hasil maksimal di laga hidup matinya melawan Myanmar.

"Itulah sepakbola. Peluang kami kini memang berat. Tetapi bukan berarti itu telah tertutup. Pokoknya kami harus bisa menang melawan Myanmar, tidak peduli berapa-berapa hasil pertandingan lain," tegasnya.

Sumber : detiksport

Baca Selengkapnya..

Vietnam Kalahkan Malaysia

SEA GAMES XXV
Hasil Tanggal 06 Desember 2009

Grup A
Vietnam 3-1 Malaysia

Kamboja 4-1 Timur Leste

Baca Selengkapnya..

Sunday, December 6, 2009

Sama-sama Seri

Sea Games XVV
Hasil Tanggal 05 Desember 2009

Grup B
Singapura 2-2 Indonesia

Laos 1-1 Myanmar

Indonesia Tahan Singapura 2-2
Timnas sepak bola U-23 Indonesia berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Singapura di laga perdana grup B SEA Games XXV 2009 Laos, Sabtu (5/12).

Bermain di Stadion Utama National Sport Complex, Vientiane, Laos, Indonesia bermain kurang tenang khususnya di lini tengah dan belakang. Bahkan kiper Franky Irawan juga terlihat kurang tenang setiap mengamankan gawangnya.

Di menit keenam, striker Singapura Muhammad Safuwan menyambar bola tinggi dengan tandukan yang tidak mampu dijangkau Franky.

Singapura terus menekan pertahanan Indonesia. Dari satu tendangan bebas dari luar kotak penalti, Mohammad Saiful bin Esah Nain kembali menjinakkan Franky di menit ke-23.

Tendangan "pisang" kaki kiri Saiful sukses membidik tiang jauh gawang Indonesia, saat Franky sudah mati langkah untuk menggapai bola tersebut. 2-0 untuk Singapura.

Indonesia mulai bangkit setelah gol Stevie Bonsapia yang mendapat umpan silang dari Sultan Samma yang menusuk dari sayap kiri dengan terlebih dulu melewati dua pemain belakang Singapura di menit 42. Gol itu menjadi pelecut permainan Indonesia, meski sampai jeda kedudukan tidak berubah.

Pada babak kedua, Indonesia tampil dominan. Beberapa kali permainan cepat Boaz Salossa dan Engel Bert membuat kalang kabut pertahanan Singapura.

Indonesia akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Rendy pada menit ke-64, memaksimalkan tendangan sudut yang dilakukan Tony Sucipto.

Manajer Indonesia Andi Darussalam Tabusalla dikutip dari Humas PSSI menyatakan, seharusnya Indonesia bisa memenangkan pertandingan, bila pada babak kedua, para pemain tampil lebih tenang.

"Ada sekitar empat peluang emas yang gagal menjadi gol. Padahal di babak kedua, Singapura sudah kehabisan tenaga. Sayang, anak-anak kurang tenang. Selain itu, mereka kurang berani bermain cepat dari kaki ke kaki," katanya.

Indonesia selanjutnya akan menghadapi Laos pada Senin (7/12), di Stadion Chao Anu-vong. Sebelumnya di tempat yang sama, Myanmar menghadapi Singapura.

Sementara itu pada pertandingan lain, tuan rumah Laos juga hanya bisa meraih satu poin. Menghadapi Myanmar, Laos yang mendapat dukungan penuh dari suporternya, bermain imbang 1-1.

Hasil ini membuat Indonesia dan Singapura untuk sementara di puncak klasemen Grup B, sedangkan Laos dan Myanmar membuntuti.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..

Thailand dan Vietnam Menang 4-0

Sepak Bola SEA GAMES XXV
Hasil Tanggal 04 Desember 2009

Grup A
Thailand 4-0 Kamboja

Vietnam 4-0 Timor Leste




Baca Selengkapnya..

Malaysia Bantai Timor Leste

Sepak Bola SEA GAMES XXV
Hasil Tanggal 02 Desember 2009

Grup A
Thailand 1-1 Vietnam

Timor Leste 0-11 Malaysia


Baca Selengkapnya..