Showing posts with label Sepakbola dan Korupsi. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola dan Korupsi. Show all posts

Wednesday, November 14, 2012

Mantan Bintang Barca Dipenjara

Gheorghe Popescu (mantan pemain timnas Romania dan Barcelona)(Photo : Dok. Telegraph)

Mantan bek timnas Romania dan juga Barcelona, Gheorghe Popescu, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, sebagai bagian dari skandal korupsi yang melibatkan sejumlah nama berpengaruh dalam komunitas sepak bola negara itu.

Baca Selengkapnya..

Tuesday, November 30, 2010

Tayangan BBC Ancam Peluang Inggris di PD 2018

Tayangan dokumenter BBC terkait tuduhan korupsi sejumlah anggota eksekutif FIFA membuat komite bidding Inggris di Piala Dunia 2018 meradang. Mereka mengklaim, BBC telah merusak peluang Inggris sebagai calon tuan rumah Piala Dunia.

Baca Selengkapnya..

BBC 'Serang' Anggota Eksekutif FIFA

Tiga anggota eksekutif FIFA dibayangi tuduhan korupsi melalui tayangan dokumenter BBC, Senin malam waktu setempat. Sial bagi FIFA, ketiga anggota ini merupakan sosok yang berpengaruh dalam penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Baca Selengkapnya..

Friday, October 29, 2010

Spanyol/Portugal & Qatar Diperiksa FIFA

Isu suap di tubuh Komisi Eksekutif FIFA terus berkembang. Berkat laporan Sunday Times pekan lalu, FIFA membekukan status keanggotaan dua orang Komisi Eksekutif. Komisi Etik pun langsung menyatakan tidak memberi toleransi sama sekali terhadap penyuapan di tubuh otoritas tertinggi sepakbola dunia itu.

Baca Selengkapnya..

Thursday, October 7, 2010

Pemimpin Korup Ditangkapi

Mantan pimpinan asosiasi sepak bola China ditangkap dengan tuduhan melakukan tindak penyuapan dan skandal pengaturan pertandingan.

Baca Selengkapnya..

Thursday, July 22, 2010

Slank Minta Nurdin Halid Diganti

Grup band Slank menyampaikan keinginannya agar ketua umum PSSI Nurdin Halid dicopot dari jabatannya. Slank menilai perlu ada pembaruan total untuk membuat tim nasional Indonesia menjadi lebih kuat.
Baca Selengkapnya..

Friday, July 9, 2010

Polisi Afsel Juga Kenal 'Uang Damai'

Denda besar menunggu pengemudi yang melanggar aturan di jalan. Tapi hanya dengan uang damai sekitar Rp 22.000 polisi bisa melepas Anda dari segala tuntutan.

Begitulah informasi yang saya dapat saat berbincang dengan Dumi, teman asal Afrika Selatan yang menemani selama meliput Piala Dunia 2010. Meski punya jalanan yang sangat baik serta sarana penunjang yang memuaskan, aksi menyuap polantas masih banyak ditemukan.

"Kejadiannya baru saya alami beberapa hari lalu. Saya sedang keluar malam dan lupa membawa SIM," kisah Dumi pada detiksport.

Mencoba menyuap polisi sesungguhnya perbuatan penuh risiko. Soalnya sang penyuap justru bisa dikenakan tuntutan lain yang membuat hukuman jadi lebih berat.

Karena itulah para pengemudi umumnya menunggu sang polisi yang mengajukan penawaran. Jika sudah bagitu, transaksi bisa segera dimulai.

"Biasanya mereka yang mulai mengajak kita berbicara. Mengajak berbicara dengan bahasa yang sudah saling kita pahami," lanjut pria yang sudah memiliki tiga orang putri itu.

Pada awalnya, polisi akan meminta uang dalam jumlah cukup besar, mulai dari sekitar 100 rand (Rp 110.000). Namun dalam kondisi tertentu, mereka juga mau menerima uang damai sebesar 20 rand (Rp 22.000).

Uang damai tak cuma dikenal oleh polantas Afsel. Saat kami dirazia ketika kembali dari liputan di salah satu wilayah pinggiran kota, kami sempat diinformasikan kalau rombongan polisi yang menggeledah bisa jadi menunggu uang sogokan, meski kemudian itu tak sampai terjadi setelah kami memperkenalkan diri sebagai jurnalis Piala Dunia.

"Mereka sudah biasa terima uang. Kalau tadi tidak sampai minta, mungkin karena takut difoto sama wartawan," ujar Djaka Widyatmadja, staff lokal kedutaan besar Indonesia di Pretoria waktu itu.

Sumber : detiksport
Baca Selengkapnya..

Tuesday, June 15, 2010

FIFA Koruptor!

Sepp Blatter dan Presiden Afsel Jacob Zuma (Photo :Getty Images)

Presiden Kaddafi melontarkan pernyataan pedas kepada Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Apa katanya?

Afrika Selatan menjadi negara pertama yang sukses menggelar Piala Dunia di Benua Afrika. Meski sempat meragukan, tak sedikit juga yang terkesan atas sukses Afsel menggelar pesta olahraga paling akbar.

Tapi, tak demikian dengan Presiden Kaddafi. Dia malah menyebut FIFA sebagai organisasi yang kerap melakukan tindakan korupsi.

“FIFA adalah organisasi korup. Mereka memiliki posisi yang memonopoli sepakbola dunia dan ‘menyimpan’ jutaan dollar. Mereka juga mendukung perbudakan modern!” ketus Kaddafi sebagaimana disitat Goal, Senin (14/6/2010).

“FIFA seharusnya mendukung secara finansial kepada negara yang berniat menyelenggarakan Piala Dunia, dan melupakan negara-negara kaya. Dalam situasi ini negara miskin tak akan bisa melihat Piala Dunia di tanah mereka,” lanjut Kaddafi.

“Saya selalu bilang juara bertahan harus menjadi tuan rumah di Piala Dunia berikutnya dan FIFA harus membayar semua biaya yang dibutuhkan. Mereka memiliki uang untuk itu tapi tak mau mengeluarkannya,” pungkasnya.

Libya satu-satunya negara dari Benua Afrika yang belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.

Sumber : okezone
Baca Selengkapnya..

Friday, April 23, 2010

Maldini Diselidiki Atas Dugaan Korupsi

Paolo Maldini dan istrinya saat ini diselidiki atas dugaan korupsi dan akses ilegal atas catatan pajak mereka, demikian dilaporkan ANSA.

Mantan pemain belakang Milan itu dituduh menyuap ofisial pajak untuk menghindari pengendalian pajak, tapi pengacara Maldini, Danilo Buongiorno, menegaskan peran kliennya dalam investigasi ini hanya dalam skala kecil.

"Dia tetap tenang. Mengenasi tuduhan itu, di mana tanpa dasar yang jelas, dia yakin akan bisa menunjukkan dia dan istrinya sama sekali tak terkait apa-apa dengan semua ini dan mereka hanyalah pihak korban dan pastinya bukan sebagai subyek yang diselidiki," tandas pengacara Maldini.

Maldini juga dimintai keterangan terkait dengan kasus yang berbeda mengenai petugas pajak yang sedang menjalani masa penjara.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Tuesday, December 15, 2009

Mantan Direktur Juventus Jalani Hukuman Penjara

Mantan direktur Juventus Antonio Giraudo diwajibkan menjalani hukuman penjara untuk tiga tahun atas keterlibatannya dalam skandal Calciopoli di sepakbola Italia di tahun 2006.

Giraudo, yang sebelumnya juga sudah mendapat sanksi larangan terlibat dalam sepakbola seumur hidup, terbukti bersalah dalam pengadilan kriminal dalam skandal dan konspirasi pengaturan hasil pertandingan ini.

Nantinya, Giraudo bukan menjadi satu-satunya pihak yang harus menjalani hukuman penjara. Mantan wasit Tiziano Pieri juga harus mendekam di penjara untuk dua tahun empat bulan, ditambah denda 22 ribu euro.

Mantan presiden Asosiasi Hakim Garis Italia, Tulio Lanese juga mendapat hukuman dua tahun penjara, bersama dengan Paolo Dondarini, wasit lainnya, demikian diwartakan Football Italia.

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Monday, December 7, 2009

Skandal Korupsi Pertama Pada Proyek Piala Dunia 2014
















Fábio Simão, Arruda and Ricardo Teixeira (Foto: P.Gualberto-09/17/08)

Skandal pertama yang melibatkan orang yang bekerja pada proyek Piala Dunia 2014 sudah muncul. Fábio Simão, yang mengepalai proyek pencalonan Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014, harus mengundurkan diri sebagai salah satu penasehat José Roberto Arruda, Gubernur Distrik Federal.

Arruda tertangkap oleh polisi federal Brazil dalam suatu skandal dimana perusahaan-perusahaan swasta memberikan suap keuangan kepadanya, wakil gubernur, dan setidaknya 8 anggota dewan legislatif Distrik Federal . Simão, yang menjadi kepala penasihat akan mundur dengan 3 penasehat lainnya.

Tapi ini bukan satu-satunya persoalan. Simão adalah presiden Federasi Sepak Bola Brasil, dan ia bertanggungjawab terhadap dana publik untuk pembangunan stadion-stadion yang bernilai US $ 350 juta. Dan ini merupakan termasuk salah satu mega proyek dan paling mahal.
Apakah persoalan ini akan merusak hubungan erat antara CBF dan Ricardo Teixeira?
Dan apakah Fabio Simao juga akan mundur dari pekerjaannya sebagai kepala proyek persiapan Piala Dunia 2014?
Pasti semua berharap begitu.

Sumber Berita dan Foto : www.seethecup.com
Baca Selengkapnya..

Friday, August 21, 2009

Bos Sepak Bola Brasil Manipulasi Pajak

Ketua Federasi Sepak Bola Brasil yang juga salah satu dari 24 anggota Komite Eksekutif FIFA, Ricardo Teixeira, terbukti melakukan manipulasi pajak pabean. Brasil kini terancam gagal menyelenggarakan Piala Dunia 2014.

Kasus ini bermula pada 1994 silam, ketika Teixeira kembali ke Brasil usai Piala Dunia di Amerika Serikat. Menurut jaksa penuntut, delegasi Brasil membawa 17 ton produk impor yang seharusnya dikenai beban pajak.

Saat itu, Teixeira menginstruksikan, hanya barang bawaan pemain yang dilaporkan, sementara sisanya lolos dari pemeriksaan pabean. Atas pelanggaran itu, Teixeira mendapat hukuman tidak boleh menduduki jabatan politis dan melakukan aktivitas komersial dengan pemerintah selama tiga tahun.

Selain itu, ia juga dilarang berhubungan dengan pemerintah ataupun menerima keuntungan, seperti insentif pajak atau kredit, baik secara langsung maupun tak langsung.

Mengingat Teixeira merupakan ketua panitia penyelenggaran Piala Dunia 2014 Brasil, sanksi hukum itu membuat Brasil terancam batal jadi tuan rumah. Teixeira diragukan bisa menjalani tugas itu dalam statusnya sebagai pelanggar undang-undang.

Pengacara Teixeira menjelaskan, kliennya bisa terus menjalankan tugas sebagai ketua panitia Piala Dunia 2014. Menurutnya, hukuman itu hanya berlaku kepada Teixeira sebagai individu, dan bukan sebagai pejabat tertentu. Selain itu, Teixeira juga masih akan melakukan banding atas keputusan pengadilan Rio De Janiero itu.

Ini bukan pertama kali Teixeira terjerat hukum. Pada 2001 silam, Kongres Brasil dan senat mengumumkan dugaan korupsi dalam tubuh federasi sepak bola Brasil.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya..