Showing posts with label Pensiun. Show all posts
Showing posts with label Pensiun. Show all posts

Tuesday, October 16, 2012

Fabrice Muamba Akhirnya Pensiun dari Sepak Bola

Fabrice Muamba, saat jumpa press (Photo : Antara)

Midfielder Bolton Wanderers yang sempat kolaps pada laga melawan Tottenham Hotspur Maret lalu, Fabrice Muamba, memutuskan pensiun dari gelanggang sepak bola.

Baca Selengkapnya..

Sunday, July 29, 2012

Ledley King Gantung Sepatu Lebih Awal

Musim panas ini merupakan akhir karier sepak bola Ledley King. Lantaran cedera lutut berkepanjangan, mantan pemain Tottenham Hotspurs ini memutuskan gantung sepatu.
Baca Selengkapnya..

Friday, July 15, 2011

Patrick Vieira Gantung Sepatu

Mantan gelandang dan kapten timnas Perancis, Patrick Vieira secara resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola. Mantan pemain AC Milan, Arsenal, Juventus dan Inter Milan ini mengungkapkan, pengambilan keputusan gantung sepatu ini sangat tidak mudah bagi dirinya.

Baca Selengkapnya..

Wednesday, June 8, 2011

Cidera Tak Kunjung Sembuh, Tomasson Putuskan Gantung Sepatu

Bintang Denmark, Jon Dahl Tomasson memutuskan gantung sepatu pada usia 34 tahun setelah gagal memulihkan cedera kaki. Penyerang Feyenoord itu akan memulai karier barunya sebagai asisten pelatih di klub Belanda, Excelsior Rotterdam.

Baca Selengkapnya..

Saturday, July 10, 2010

Wasit Argentina-Meksiko Pensiun

Roberto Rosetti mendapat protes para punggawa Meksiko / Foto: Daylife

Wasit Italia, Roberto Rosetti, yang menuai kritik atas kepemimpinannya pada laga Argentina kontra Meksiko pada ajang Piala Dunia 2010, memutuskan pensiun.

Rosetti adalah satu dari beberapa wasit yang dibayangi kontroversi sepanjang turnamen bergengsi di Afrika Selatan. Dia memimpin pertandingan antara Argentina dan Meksiko di babak 16 besar yang berakhir dengan skor kemenangan 3-1 untuk Tim Tango.

Kontroversi terjadi ketika Rosetti mensahkan gol pembuka Argentina melalui Carlos Tevez, kendati bomber Manchester City dalam posisi offside. Belakangan, presiden FIFA, Sepp Blatter, meminta maaf kepada ofisial El Tri -julukan skuad Meksiko- atas kesalahan tersebut. Rosetti pun tidak lagi ditunjuk sebagai wasit pada laga-laga terakhir.

Kini, La Repubblica melaporkan, Jumat (9/7/2010), Rosetti memutuskan pensiun sebagai wasit. Padahal, Rosetti (42) sebenarnya masih bisa meneruskan kiprahnya hingga perhelatan Euro 2012 sebelum menginjak usia pensiun yang ditetapkan FIFA, 45.

La Repubblica menambahkan, Rosetti akan memulai pekerjaan baru sebagai penunjuk wasit di kompetisi Serie B.

Sumber : okezone.com
Baca Selengkapnya..

Friday, July 9, 2010

Wasit Kontroversial Gantung Peluit

Salah satu wasit kontroversial di Piala Dunia 2010, Roberto Rosetti, memutuskan pensiun dari jabatannya. Wasit asal Italia itu kini akan beralih tugas sebagai penentu wasit di Serie-B.

Sebenarnya, Rosetti masih memiliki masa dua tahun lagi sebelum batas usianya sebagai wasit FIFA berakhir. Namun, kontroversi yang diciptakannya di Piala Dunia 2010 agaknya membuatnya mempercepat masa pensiun.

Rosetti menjadi salah satu wasit yang mendapat sorotan tajam akibat mengesahkan gol Carlos Tevez yang jelas-jelas dalam posisi off-side saat laga perdelapan final antara Argentina versus Meksiko. Setelah insiden itu, Rosetti pun terpaksa dipulangkan dari Afrika Selatan.

Ironisnya, wasit asal Turin itu dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Italia pascapensiunnya Pierluogi Collina. Namun sebuah kesalahan fatal telah mencoreng reputasinya di kancah dunia.

Selain Rosetti, mantan wasit Stefano Braschi pun barus aja menyetujui penunjukkan dirinya sebagai penentu wasit di Lega Pro.

Sumber : duniasoccer.com
Baca Selengkapnya..

Tuesday, January 5, 2010

Mimpi Buruk, Wasit Chelsea-Barcelona Pensiun Jadi Pendeta

Pertandingan semi-final Liga Champions musim lalu yang mempertemukan Chelsea dengan Barcelona di Stamford Bridge ternyata masih terus membayang di benak wasit asal Swedia, Tom Henning Ovrebo. Demi mencari kedamaian jiwa, Ovrebo akhirnya memutuskan menjadi pendeta.

Dalam wawancara dengan suratkabar AS, Ovrebo mengatakan, keputusan mundur dari profesinya merupakan satu-satunya pilihan untuk lepas dari mimpi buruk yang terus membayanginya sampai kini.

“Saya terus mencari penjelasan mengenai performa saya di Stamford Bridge, namun tidak menemukan jawaban. Saya seperti hidup di neraka. Hampir setiap hari bayangan [Didier] Drogba, [Michael] Ballack, dan [Michael] Essien muncul di benak saya. Saya tidak bisa hidup seperti ini,” ungkap Ovrebo.

“Hanya mundur menjadi jawaban satu-satunya. Pencarian spiritual dan membantu sesama akan membuat saya bisa melupakan mimpi buruk di London. Secara terbuka, saya minta maaf, dan saya akan menjadi pendeta.”

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Friday, December 25, 2009

Pensiun, Abel Xavier Jadi Mualaf

Setelah pensiun dan memeluk Islam, Abel Xavier kini mengubah namanya menjadi Faisal Xavier.

Eks pemain internasional Portugal itu baru saja memutuskan gantung sepatu pada usia 38 tahun. Kini, Xavier menyatakan lebih tenang menjalankan hidupnya.

"Memang ini perpisahan yang emosional, aku harap bisa memberikan sesuatu yang istimewa karena aku memasuki tahap penting dalam hidup," ujarnya.

"Saat di tengah kesulitan, aku menemukan kenyamanan dalam Islam. Pelan-pelan aku belajar agama yang mengedepankan keadilan, kesamaan, kebebasan, dan harapan ini."

Xavier kini menjalani kerja sosial di bawah naungan PBB serta bekerja dalam industri film Amerika Serikat.

Bek kelahiran Mozambik ini terakhir bermain untuk Los Angeles Galaxy, setelah serangkaian karir di Portugal, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris, Turki, dan Jerman.

Sumber : goal.com

Baca Selengkapnya..

Saturday, December 12, 2009

Ashton Akhirnya Benar-benar Menyerah

Cedera Saat Bela Inggris, Ashton Pensiun Dini

Dibekap cedera engkel parah sejak tiga tahun lalu, Dean Ashton akhirnya menyerah. Bomber West Ham United itu memutuskan untuk mengakhiri karir sepakbolanya di usia yang masih 26 tahun.

Ashton mendapat cedera tersebut pada saat latihan bersama timnas Inggris pada Agustus 2006. Saat itu pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah itu mendapat tekel agresif dari Shaun Wright Philllips yang membuat engkelnya patah.

Setelah menjalani masa istirahat pemulihan, ternyata diketahui bahwa cedera yang diderita Ashton tersebut lebih parah dari yang diperkirakan. Dia pun bolak-balik menepi karena engkelnya berulangkali kambuh.

Setelah 14 bulan tidak bermain di tim utama dan kelanjutan karirnya berulang kali dispekulasikan, Aston akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (11/12/2009).

West Ham mengaku cukup berat melepas pemain yang mereka gaet dari Norwich City pada Januari 2006 tersebut. Pihak klub kemungkinan akan meminta ganti rugi kepada Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) yang telah 'merusak' Ashton dengan biaya tujuh juta poundsterling.

"Ini merupakan hari yang sedih dan berat bagi kami dan Dean. Saya ingin mengucapkan terimakasih atas semua upayanya dan kami berharap yang terbaik untukknya," ujar Chief Executif West Ham, Scott Duxbury di situs resmi klub.

"Saya juga mengucakan terimakasih kepada fans atas kesabaran mereka selama ini dan atas pengertian bahwa ini merupakan periode yang sulit," sambungnya.

Selama empat tahun membela West Ham, Ashton telah mencetak 19 gol dari 54 laga yang dilakoninya. Dia baru satu kali tampil untuk tim senior Inggris setelah sebelumnya pernah sembilan kali membela tim U-21.

Sumber : detiksport
Baca Selengkapnya..

Friday, December 11, 2009

Dean Ashton Pensiun Dini?

Dean Ashton pada masa-masa penyembuhan (Foto : dailymail.co.uk)

Striker West Ham United Dean Ashton tampaknya menyerang berjuang pulih dari cedera dan siap gantung sepatu, demikian The Times.

Sejak menderita patah engkel 2006 saat berlatih bersama timnas Inggris, pemain berusia 26 tahun ini hanya tampil 39 kali di semua ajang bersama klub.

Dokter sudah memperingatkannya, cedera susulan pada bagian yang sama akan menyebabkan dampak yang lebih parah.
Dean Ashton dengan seragam West Ham (Foto : soccernet)

Rumor pensiun Ashton sempat ditangkis manajer Gianfranco Zola awal musim ini, tapi kelihatannya sang pemain sudah punya keputusan.
Dean Ashton dengan seragam tim nasional Inggris (Foto telegraph.co.uk)

Jika resmi pensiun, Ashton mengakhiri kiprahnya yang penuh warna setelah sempat dijagokan menjadi punggawa timnas Inggris serta pernah dilirik klub sekelas Liverpool atau Manchester United.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Monday, November 16, 2009

Sergio Conceicao Jalani Hari Baru

Sergio Conceicao resmi menutup karirnya sebagai pemain sepakbola. Seperti apa perjalanan karir pria asal Portugal ini, dan apa rencananya selanjutnya?

Conceicao memulai karir seniornya di Portugal dengan bergabung ke Penafiel pada tahun 1993. Selepas dari Penafiel, pria kelahiran 15 November 1974 ini memperkuat Leca dan Felguiras.

Tahun 1996, Conceica merapat ke klub raksasa Portugal FC Porto. Dua musim di Dragao, pemain berposisi sayap ini melanjutkan karirnya ke tanah Italia. Lazio merupakan pelabuhan pertamanya di negeri Spaghetti.

Dua musim memperkuat "Elang Roma", ia hijrah ke Parma. Hanya satu musim di Ennio Tardini, Conceicao bergabung ke Inter Milan. Di awal musim 2003/2004 ia kembali ke Lazio.

Tahun 2004, Conceicao mudik dan bergabung ke FC Porto. Setelahnya ia menjajal kompetisi Belgia bersama Standard Liege, mencoba kompetisi Kuwait bersama Al Qadisya, dan terakhir membela klub Yunani PAOK Thessaloniki.

Bersama PAOK, Conceicao banyak diganggu cedera lutut. Selanjutnya penghuni timnas Portugal tahun 1996 hingga 2003 ini mengumumkan mundur dari sepakbola profesional.

"Ini merupakan hari paling berat di sepanjang karir saya karena ini merupakan akhir dari kiprah profesional saya," ujar Conceicao seperti dikutip dari Reuters.

"Saya puas karena saya sudah mencapai banyak hal. Jika dibandingkan antara momen-momen baik dengan yang buruk, maka jauh lebih banyak momen baik-nya," tuntasnya.

Conceicao selanjutnya menjadi direktur teknik di PAOK mulai hari Senin (16/11/2009) waktu setempat.

Ada pun di sepanjang karir profesional, pria bernama lengkap Sérgio Paulo Marceneiro Conceição itu pernah mebawa timnya juara antara lain di ajang Liga Portugal, Piala Portugal, Liga Italia, dan Coppa Italia. Sementara itu prestasi di kancah internasional adalah juara Piala Winners dan Piala Super Eropa.

Sumber : detiksport

Baca Selengkapnya..

Friday, October 30, 2009

Larsson Gantung Sepatu dengan Kekalahan Menyakitkan











Larsson (bbcsport)


Striker legendaris Swedia Henrik Larsson mengakhiri kariernya ketika Helsingborg kalah 2-0 dari Djurgarden. Pemain berusia 38 tahun ini masuk ke lapangan di menit akhir.

Larsson tidak bisa menahan emosinya setelah mendapatkan penghormatan dari pelatih Swedia Lars Lagerback, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson dan rekan satu timnasnya Zlatan Ibrahimovic yang menyaksikan laga tersebut.

“Sungguh sangat terpukul ketika bertemu dengan semua yang Anda cintai. Saya umumnya memiliki karakter tenang tapi sekarang ini saya merasa membatu,” katanya seperti dilansir dari Goal.com.

“Sungguh menyenangkan bisa mengakhiri semuanya di kandang sendiri dan memang harus diakhiri. Menyesakkan harus mengakhirinya dengan cara ini (kalah) tapi Anda tidak bisa memiliki semuanya dalam kehidupan ini,” lanjut Larsson.

“Saya tidak tahu, jika saya harus bertemu dengan agen pekerjaan dan melakukannya. Tapi saya beruntung dan bisa mengatakan tidak untuk pekerjaan yang ditawarkan pada saya. Yang jelas perasaan saya kosong, dan saya harus mengisi kekosongan ini dengan sesuatu,” akunya.

Larsson menuai karier mengesankan sebagai pemain profesional, mencetak 300 gol selama memperkuat Helsinborg, Feyenoord, Celtic, Barcelona dan Manchester United.

Sumber : inilah.com
Baca Selengkapnya..

Wednesday, October 21, 2009

Larsson Pamit Pensiun

Setelah berkarir selama lebih dari dua dekade, Striker nasional Swedia Henrik Larsson akan segera gantung sepatu. Seperti apa perjalanan karirnya selama ini?

Tahun ini merupakan masa terakhir Larsson merumput. Striker kelahiran 20 September 1971 ini mengumumkan akan pensiun dari dunia sepakbola.

Pengumuman pensiunnya Larsson disampaikan oleh klub yang kini ia perkuat Helsingborg IF.

"Henrik Larsson sudah memberitahukan kepda HIF bahwa ia akan pensiun sebagai pemain sepakbola saat kompetisi musim ini berakhir," demikian pernyataan Helsingborg seperti diberitakan AFP.

"Klub HIF berterimakasih kepada Henrik atas apa yang telah ia berikan di sepanjang tahun ini dan berdoa semoga ia sukses di waktu-waktu mendatang."

Pertandingan terakhir Larsson akan berlangsung 1 November, ketika Helsingborg melawan Elfsborg.

Larsson memulai karir profesionalnya di klub Hogaborg ditahun 1988. Empat tahun kemudian ia memperkuat Helsingborg selama satu musim.

Selanjutnya mulai dari kurun waktu 1993 hingga 2006, ia melanglang buana ke Eropa. Pria bertinggi 178 sentimeter ini sempat merasakan atmosfer Liga Belanda bersama Feyenoord, merumput di Liga Skotlandia bersama Glasgow Celtic, serta melakoni panasnya La Liga bersama Barcelona.

Di tahun 2006 ia kembali ke Helsingborg. Awal 2007 Larsson bergabung ke Manchester United sebagai pemain pinjaman selama sekitar tiga bulan.

Pemain yang kini berusia 38 tahun tersebut sempat membawa Feyenoord meraih dua gelar Piala Belanda. Untuk Celtic, Larsson menorehkan empat gelar juara liga, dua kali piala liga, dan dua piala Skotlandia.

Sementara bersama Barcelona Larsson merasakan dua gelar La Liga, satu Piala Super Spanyol, dan satu Liga Champions.

Di Manchester United, Larsson memang hanya bergabung tak sampai musim berakhir. Jumlah pertandingannya pun tidak mencapai sepuluh kali, jumlah penampilan minimal untuk pemain yang berhak mendapatkan medali ketika tim juara Liga Primer. Ketika MU juara musim 2006/07, atas dispensasi khusus Larsson bersama Alan Smith mendapatkan medali.

Sekembalinya dari The Red Devils, Larsson berseragam Helsingborg hingga tahun ini.

Ia memperkuat tim nasional Swedia mulai dari tahun 1993 hingga tahun ini. Prestasinya adalah membawa Blaugut menjadi juara ketiga Piala Dunia 1994. Ia memiliki 106 caps dan 37 gol.

"Saya benar-benar paham bahwa keputusan saya untuk pensiun sudah seratus persen. Saya kini sudah berusia 38 tahun dan cukup adalah cukup," demikian pernyataan Larsson seperti disampaikan agennya.

Sumber : detiksport

Baca Selengkapnya..

Tuesday, July 7, 2009

Ingin Kuliah, Tobias Rau Pensiun


















Tobias Rau memutuskan gantung sepatu demi pendidikan (skysports.com)


Tobias Rau membuat keputusan mengejutkan. Di usia yang baru menyentuh 27 tahun, pemain Arminia Bielefeld itu memutuskan gantung sepatu.

Selain karena masalah cedera yang tak kunjung membaik, alasan Rau untuk mundur dari dunia sepakbola adalah untuk kembali ke bangku kuliah.

Rau sendiri memulai karirnya di Eintracht Braunschweing sebelum pindah ke Vfl Wolfsburg. Beberapa musim kemudian, dia ditarik Bayern Muenchen.

Bersama FC Hollywood, Rau sempat merasakan kebanggaan memenangkan kejuaraan, yakni di rentang musim 2003-05, dengan mengangkat tropi juara Piala jerman dan Bundesliga Jerman. Saat bersama Bayern, dia juga sempat dipanggil timnas Jerman dan mencatat tujuh penampilan dan satu gol sejauh ini, sebelum hijrah ke Bielefeld di tahun 2005.

Sumber : goal.com
Baca Selengkapnya..

Friday, July 3, 2009

Pantaskan Nomor Pungung 7 MU Pensiun

Kepindahan bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, ke Real Madrid memunculkan rumor, apakah nomor punggung tujuh akan dipensiunkan? Apalagi kalau merujuk ke masa lalu, nomor ini sebelum dikenakan oleh CR7, adalah warisan dari ikon Si Setan Merah, Eric Cantona dan David Beckham.

Melihat kebintangan ketiganya memang tidak diragukan lagi, Cantona, Beckham, dan Ronaldo merupakan pemain kunci Red Devils dimasanya masing-masing. Namun sudah layakkah nomor 7 ini dipensiunkan sebagai penghargaan terhadap sumbangsih mereka terhadap klub?

Penilaian saya, momen paling tepat untuk memensiunkan nomor punggung tujuh ini adalah saat Eric Cantona pensiun. Kenapa begitu? Cantona adalah the real king buat MU. Dia benar-benar menjelma menjadi raja bagi seluruh pemain di lapangan. Dan yang terpenting Cantona sangat mencintai MU.
Bandingkan dengan Beks dan CR7, di saat keduanya di puncak kecintaan para fansnya, mereka memilih pergi. Alasan kepergiannya pun sangat kentara dengan finansial. Sikap ini menjadikan kesan yang ditinggalkan di hati para MU mania, kurang melekat. Keduanya mencitrakan diri kurang loyal terhadap klub yang membesarkannya.

Jadi kalau mau dibandingkan dengan Franco Baresi (Milan), Giuseppe Bergomi (Inter), atau Paolo Maldini (Milan), mereka layak menerima penghargaan tersebut. Kecintaannya dan loyalitasnya kepada klub begitu tinggi.

Kalau pun ada nomor yang mau dipensiunkan di Old Traford, maka akan lebih tepat adalah nomor punggung 11, milik Ryan Giggs. Giggs salah satu pemain yang memenuhi kriteria untuk menerima penghargaan tersebut. Sudah bergabung ke MU sejak belia sampai sekarang sudah mengemban tugas sebagai kapten.

Baca Selengkapnya..

Aeroplane Berhenti Terbang

Waktu sembilan belas tahun dirasa cukup oleh Vincenzo Montella berkarir di lapangan hijau. Mantan pemain nasional Italia ini memutuskan untuk gantung sepatu.

"Saya akan butuh waktu untuk membiasakan diri dengan pilihan ini, tapi ada saat dalam hidup di mana Anda harus membuat pilihan dan memiliki kekuatan untuk berhenti saat orang lain masih memperhatikan," demikian Montella mengemukakan keputusannya untuk gantung sepatu di Roma Channel seperti diberitakan Goal.



Baca Selengkapnya..

Wednesday, July 1, 2009

Schneider Pensiun

Bernd Schneider (35), pemain Bayer Leverkusen, menyatakan pensiun sebagai pemain sepakbola. Cedera tulang belakangnya, yang telah diderita sejak April 2008, menjadi alasan utama dia mengakhiri karirnya.
Schneider telah mengabdi di Leverkusen sebanyak 263 penampilan.



Baca Selengkapnya..

Friday, June 5, 2009

Baumann Gantung Sepatu

Final DFB Pokal 2009 menjadi partai terakhir bagi Frank Baumann, dan menjadi kado manis buat penutup karirnya. Werder Bremen sukses merengkuh juara DFB Pokal setelah mengalahkan juara tahun 1993, Bayer Leverkusen.

Gelandang berusia 33 tahun milik Werder Bremen itu menyatakan bakal gantung sepatu. Selanjutnya, Baumann akan bekerja sebagai asisten bagi Direktur Teknis Bremen, Klaus Allofs.

Sumber : Tabloid Bola
Baca Selengkapnya..

Tuesday, June 2, 2009

Resmi: Luis Figo Pensiun!

Berakhir sudah spekulasi masa depan gelandang Inter Milan Luis Figo. Gelandang 36 tahun tersebut mengonfirmasi pertandingan melawan Atalanta di Giuseppe Meazza, Minggu (31/5), akan menjadi pertandingan terakhirnya.

Figo sempat mengutarakan ingin gantung sepatu usai Inter memastikan gelar Scudetto ke-17 musim ini. Namun, beberapa hari kemudian mantan gelandang Real Madrid, Barcelona, dan Sporting Lisbon tersebut mengaku ingin bermain di luar Eropa.

Setelah spekulasi terus bermunculan, Figo akhirnya memastikan dirinya akan pensiun akhir musim ini. Dan hal tersebut diutarakannya melalui surat yang dipublikasikan melalui situs resmi Inter, www.inter.it.

“Besok, 31 Mei 2009, akan menjadi Minggu terakhir saya menjadi pemain sepak bola. Bersama dengan rekan saya di Sporting Lisbon, Barcelona, Real Madrid, dan Portugal, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, fans Inter, yang telah menyambut saya dengan baik sejak hari pertama di sini,” ujar Figo dalam surat tersebut.

“Saya senang Minggu terakhir saya sebagai pemain adalah dengan Inter dan bersama fans, Minggu perayaan menyusul gelar keempat kami,” lanjut Figo.

Baca Selengkapnya..

Baresi: Milanisti Memalukan!

26/05/2009

Milan – Kapten AC Milan Paolo Maldini menuai cemoohan dari tifosi I Rossoneri ketika Milan dikalahkan AS Roma 3-2 di San Siro, di laga terakhir Maldini di kandang Milan, seiring dengan rencana pensiunnya akhir musim ini. Hal ini disesalkan Franco Baresi.

Mantan bek tengah Milan yang juga mantan kapten klub Milan ini membela Maldini yang pernah bermain bersama dia baik di level klub maupun di level timnas Italia.

Beberapa tifosi Milan mengembangkan spanduk dengan nomor 6 mengingatkan pada mantan pemain Franco Baresi dan meneriakkan, “hanya ada satu kapten’ yakni Baresi sendiri.

Baresi sendiri dengan tegas berkomentar dan mengklaim, Maldini seorang berkelas.


“Saya menyesali hal ini karena Paolo tidak layak menuai hal ini,” kata Baresi pada Sky Sport.

Finalis Piala Dunia 1994 ini memilih untuk tidak berkomentar banyak mengenai masalah ini, karena dia merasa situasinya memalukan.

Maldini menikmati kariernya selama 24 tahun bersama Milan, memulai debutnya tahun 1985, dia meraih beberapa gelar di level klub, termasuk lima gelar Liga Champions dan tampil 900 kali dengan seraham Milan di semua kompetisi.[S1]

Sumber : detiksports
Baca Selengkapnya..