Friday, June 5, 2009

Kenya Gagal Dapatkan FIFA Goal Project







Kenya resmi tidak masuk dalam daftar negara yang menjadi sasaran FIFA Goal Project.

FIFA mengumumkan negara-negara penerima FIFA Goal Project di Bahamas, Selasa (2/6) lalu. Kenya menjadi salah satu negara yang berharap menerima program tersebut, tapi kenyataannya, gagal mendapatkannya.

Pada pertemuan yang dibuka oleh presiden FIFA, Sepp Blatter, dan diketuai anggota Komisi Eksekutif FIFA, Mohammed bin Hammam, FIFA Goal Bureau menyetujui 26 proyek baru Goal dan satu proyek baru Goal Football.

Sejak dilansir 1999 lalu, Goal Programme sudah menyetujui 393 proyek. Hingga saat ini, 235 proyek sudah diselesaikan, termasuk 24 di antaranya sejak pertemuan terakhir Goal Bureau, Oktober 2008 lalu.

Delegasi Kenya, yang dipimpin presiden Football Kenya Limited (FKL), Mohamed Hatimy, dan CEO Sammy Obingo hadir dalam pertemuan. Kenya berharap memperoleh fase kedua dalam program Goal Project yang berlokasi di Moi International Sports Centre, Kasarani.

Pada tahap pertama, federasi sepakbola Kenya (KFF), yang dipimpin Hatimy, membangun kantor dan penginapan yang akhirnya tak pernah terpakai oleh timnas sebagaimana mestinya. KFF sendiri mengalami perpecahan, satu faksi dipimpin Hatimy dan yang lainnya dipimpin Sam Nyamweya.

Kelompok Hatimy akhirnya mendirikan FKL yang diakui FIFA, meski KFF pimpinan Nyamweya yang diakui pemerintah Kenya.

Perpecahan ini berbuntut kepada FIFA Goal Project, karena keduanya mengakui kepemilikan terhadap fasilitas. Tahun lalu, pegawai KFF secara paksa menduduki fasilitas Goal Project dari FKL dan memaksa FIFA campur tangan dengan meminta pemerintah membantu pengembalian fasilitas kepada FKL.

Kekisruhan dan kebingungan ini kemungkinan menjadi alasan utama FIFA tak lagi mempercayakan kucuran dana untuk pengembangan fasilitas Goal Project kepada Kenya.

Sumber berita : goal.com

No comments:

Post a Comment