
Joern Andersen (foto:goal.com)

Thomas Tuchel (foto : skysports.com)
Gebyar Bundesliga belum dimulai, tapi klub promosi, Mainz 05, sudah membuat sejarah baru dengan memecat pelatihnya.
Pelatih yang bernasib sial tersebut adalah Joern Andersen (46), yang sudah memegang Mainz sejak musim panas 2008 lalu, dengan kontrak dua tahun.
Sial bagi Andersen, karena ini adlaah peluang pertama kali dalam hidupnya untuk membesut sebuah klub di kancah Bundesliga. Usahanya sebenarnya sudah di depan mata, karena musim kemarin berhasil mengangkat Mainz 05 berada di peringkat dua, dan lolos ke Bundesliga.
Tapi hanya lima hari menjelang Bundesliga digelar dia keburu dipecat oleh manejemen klub.
Sepertinya alasan pemecatan Andersen adalah kekelahan Mainz dari klub Divisi IV, VfB Luebeck, pada putaran pertama DFB Pokal.
Namun, seperti dilansir Majalah Bild, Manajer Mainz, Christian Heidel, membantah hal tersebut.
”Kami membutuhkan pelatih yang bisa bekerja sama. Kekuatankami adalah kerja tim, kedekatan dan komunikasi internal yang baik. Kami menilai Andersen justru memiliki arah yang lain, ”jelas Heidel. ”Dia justru kianmenjauh dari tim.”
Sebenarnya pelatih asal Norwegia tersebut telah lama kurang harmonis dnegan pemain. Dia bahkan jarang berbicara dengan pemain sejak kekalahan dari Alemannia Aachen pada April silam. Belakangan, menurut pemain, dia terlalu keras menjalankan pola latihan sehingga ,membuat 14 pemain mengalami cedera dan jatuh sakit sebelum laga melawan Luebeck. Juga ada salah satu kebijakan dari Andersen yang kurang disukai oleh para pemain dimana seluruh pemain dilarang menyimpan foto pribadi di ruang ganti.
Tapi kemballi alasan itu dibantah oleh bek Nico Bungert. ”Tak ada hubungan antara foto dan cedera pemain dalam proses pemecatan ini. Aristide Bance sakit malaria sedangkan Srdjan Baljak mengalami patah tulang leher karena jatuh dari sepeda, jadi tidak ada hubungannya dengan pola latihan.”
Pembelaan dari Bungert tidaklah berati apa-apa. Palu sudah diketuk, dan pelatih Mainz U-19, Thomas Tuchel (35), telah diikat kontrak dua tahun untuk melanjutkan tugas Andersen.
Bagi Andersen sendiri, yang pernah berkarir di Bundesliga dan sempat menajdi top skor pada musim 1989-1990 dengan 18 golnya, harus kembali merajut mimpinya.
Pelatih yang bernasib sial tersebut adalah Joern Andersen (46), yang sudah memegang Mainz sejak musim panas 2008 lalu, dengan kontrak dua tahun.
Sial bagi Andersen, karena ini adlaah peluang pertama kali dalam hidupnya untuk membesut sebuah klub di kancah Bundesliga. Usahanya sebenarnya sudah di depan mata, karena musim kemarin berhasil mengangkat Mainz 05 berada di peringkat dua, dan lolos ke Bundesliga.
Tapi hanya lima hari menjelang Bundesliga digelar dia keburu dipecat oleh manejemen klub.
Sepertinya alasan pemecatan Andersen adalah kekelahan Mainz dari klub Divisi IV, VfB Luebeck, pada putaran pertama DFB Pokal.
Namun, seperti dilansir Majalah Bild, Manajer Mainz, Christian Heidel, membantah hal tersebut.
”Kami membutuhkan pelatih yang bisa bekerja sama. Kekuatankami adalah kerja tim, kedekatan dan komunikasi internal yang baik. Kami menilai Andersen justru memiliki arah yang lain, ”jelas Heidel. ”Dia justru kianmenjauh dari tim.”
Sebenarnya pelatih asal Norwegia tersebut telah lama kurang harmonis dnegan pemain. Dia bahkan jarang berbicara dengan pemain sejak kekalahan dari Alemannia Aachen pada April silam. Belakangan, menurut pemain, dia terlalu keras menjalankan pola latihan sehingga ,membuat 14 pemain mengalami cedera dan jatuh sakit sebelum laga melawan Luebeck. Juga ada salah satu kebijakan dari Andersen yang kurang disukai oleh para pemain dimana seluruh pemain dilarang menyimpan foto pribadi di ruang ganti.
Tapi kemballi alasan itu dibantah oleh bek Nico Bungert. ”Tak ada hubungan antara foto dan cedera pemain dalam proses pemecatan ini. Aristide Bance sakit malaria sedangkan Srdjan Baljak mengalami patah tulang leher karena jatuh dari sepeda, jadi tidak ada hubungannya dengan pola latihan.”
Pembelaan dari Bungert tidaklah berati apa-apa. Palu sudah diketuk, dan pelatih Mainz U-19, Thomas Tuchel (35), telah diikat kontrak dua tahun untuk melanjutkan tugas Andersen.
Bagi Andersen sendiri, yang pernah berkarir di Bundesliga dan sempat menajdi top skor pada musim 1989-1990 dengan 18 golnya, harus kembali merajut mimpinya.

No comments:
Post a Comment