Pelatih Arsenal Arsene Wenger kembali mengkritik klub yang mengeluarkan banyak uang untuk pembelian pemain, Manchester City dan Real Madrid. City telah menghabiskan Rp1,4 triliun sementara Madrid telah menghamburkan dua kali lipatnya dalam bursa transfer ini.
“Sekilas Manchester City memiliki kebijakan meningkatkan kualitas, tetapi kadang kala, jika Anda membeli lebih dari tiga pemain sekaligus, akan sulit untuk membuat mereka langsung beradaptasi,” tuturnya pada The Telegraph.
Mantan pelatih A.S Monaco itu sempat tenar dengan idiom ‘doping finansial’ yang ia lontarkan untuk Chelsea pada awal diambil alih Roman Abramovich. Ketika ditanya apakah ia akan memberikan pendapat yang sama untuk The Citizens dan Los Blancos, jawabnya, “Tentu saja. Kami bertahan dengan sumber dana kami sendiri, saat kami menghasilkan uang itu berarti kami telah bekerja dan mengambil keputusan dengan baik. Cukup sulit untuk bertahan dalam situasi semacam itu.”
Tetapi Arsene Wenger segera menyambung, “Bukan berarti Anda tidak akan sukses dengan uang yang sedikit, hanya saja akan lebih sulit bila dibandingkan dengan klub lain yang memiliki lebih banyak uang.”
The Professor kembali menjelaskan bagaimana klub yang dengan mudah mengeluarkan banyak uang mempengaruhi klub lain seperti Arsenal. Jelasnya, “Apa yang mereka lakukan mempengaruhi standar gaji pemain di klub-klub lainnya.”
Meski mengalami kesulitan keuangan, Wenger membantah prediksi yang menyebutkan tim asuhannya tidak akan dapat meraih gelar.
“Pada tahun 2007/08 kami hampir saja memenangkan kejuaraan, dan tahun kemarin kami mencapai semi-final Liga Champions,” alasannya.
Arsenal telah menjual Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure kepada City, namun hingga saat ini mereka belum membeli pemain baru dari hasil penjualan itu. Satu-satunya pembelian yang cukup penting adalah Thomas Vermaelen dari Ajak seharga 10 juta euro atau Rp140 miliar.
Sumber : inilah.com
“Sekilas Manchester City memiliki kebijakan meningkatkan kualitas, tetapi kadang kala, jika Anda membeli lebih dari tiga pemain sekaligus, akan sulit untuk membuat mereka langsung beradaptasi,” tuturnya pada The Telegraph.
Mantan pelatih A.S Monaco itu sempat tenar dengan idiom ‘doping finansial’ yang ia lontarkan untuk Chelsea pada awal diambil alih Roman Abramovich. Ketika ditanya apakah ia akan memberikan pendapat yang sama untuk The Citizens dan Los Blancos, jawabnya, “Tentu saja. Kami bertahan dengan sumber dana kami sendiri, saat kami menghasilkan uang itu berarti kami telah bekerja dan mengambil keputusan dengan baik. Cukup sulit untuk bertahan dalam situasi semacam itu.”
Tetapi Arsene Wenger segera menyambung, “Bukan berarti Anda tidak akan sukses dengan uang yang sedikit, hanya saja akan lebih sulit bila dibandingkan dengan klub lain yang memiliki lebih banyak uang.”
The Professor kembali menjelaskan bagaimana klub yang dengan mudah mengeluarkan banyak uang mempengaruhi klub lain seperti Arsenal. Jelasnya, “Apa yang mereka lakukan mempengaruhi standar gaji pemain di klub-klub lainnya.”
Meski mengalami kesulitan keuangan, Wenger membantah prediksi yang menyebutkan tim asuhannya tidak akan dapat meraih gelar.
“Pada tahun 2007/08 kami hampir saja memenangkan kejuaraan, dan tahun kemarin kami mencapai semi-final Liga Champions,” alasannya.
Arsenal telah menjual Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure kepada City, namun hingga saat ini mereka belum membeli pemain baru dari hasil penjualan itu. Satu-satunya pembelian yang cukup penting adalah Thomas Vermaelen dari Ajak seharga 10 juta euro atau Rp140 miliar.
Sumber : inilah.com

No comments:
Post a Comment