Putus kerja sama dengan Joel Santana, Afrika Selatan tetap yakin bersiap delapan bulan jelang Piala Dunia.
Sekretaris jenderal federasi sepakbola Afrika Selatan (SAFA), Mandla Mazibuko, menjelaskan latar belakang pemecatan pelatih timnas Joel Santana kepada The Witness.
"Dia mencoba mengerahkan kemampuan terbaik sebagai pelatih Bafana dan sebagai pelatih terbaik di dunia, padahal dia tahu tidak mampu menghadapi tantangan sebagai pelatih timnas," ujarnya.
Mazibuko sudah memberikan kesempatan Santana untuk menjalani dua partai lagi di bawah pengawasan Gavin Hunt, Clive Barker, dan eks pelatih timnas Jomo Sono. Pada perkembangannya, SAFA sepakat mengakhiri kerja sama karena menilai Santana takkan meraih sukses.
"Pelatih menyepakatinya dan terjalin kesepahaman di antara kami, seiring penampilan buruk Bafana dalam beberapa tahun terakhir, pelatih lebih baik menanggalkan jabatannya," ujarnya.
Santana tidak secara resmi dipecat, namun sisa kontraknya kemungkinan tidak harus dibayar. Mazibuko enggan mengonfirmasinya karena menganggap masalah ini bersifat "rahasia".
Apapun, Mazibuko menandaskan SAFA yakin Bafana mampu bersaing saat Piala Dunia digelar delapan bulan ke depan.
"Kami beruntung sisa anggota staf teknis masih bertahan, jadi akan ada kesinambungan," imbuhnya.
"Saat ini, kami takkan melakukan perubahan besar-besaran. Penting untuk mendapatkan seseorang yang dapat mengubah penampilan tim dan meraih kemenangan lagi."
Santana bertugas dalam 27 pertandingan Bafana, dengan rekor sepuluh kali menang, 14 kali kalah, dan sisanya imbang.
Sumber : goal.com
Sekretaris jenderal federasi sepakbola Afrika Selatan (SAFA), Mandla Mazibuko, menjelaskan latar belakang pemecatan pelatih timnas Joel Santana kepada The Witness.
"Dia mencoba mengerahkan kemampuan terbaik sebagai pelatih Bafana dan sebagai pelatih terbaik di dunia, padahal dia tahu tidak mampu menghadapi tantangan sebagai pelatih timnas," ujarnya.
Mazibuko sudah memberikan kesempatan Santana untuk menjalani dua partai lagi di bawah pengawasan Gavin Hunt, Clive Barker, dan eks pelatih timnas Jomo Sono. Pada perkembangannya, SAFA sepakat mengakhiri kerja sama karena menilai Santana takkan meraih sukses.
"Pelatih menyepakatinya dan terjalin kesepahaman di antara kami, seiring penampilan buruk Bafana dalam beberapa tahun terakhir, pelatih lebih baik menanggalkan jabatannya," ujarnya.
Santana tidak secara resmi dipecat, namun sisa kontraknya kemungkinan tidak harus dibayar. Mazibuko enggan mengonfirmasinya karena menganggap masalah ini bersifat "rahasia".
Apapun, Mazibuko menandaskan SAFA yakin Bafana mampu bersaing saat Piala Dunia digelar delapan bulan ke depan.
"Kami beruntung sisa anggota staf teknis masih bertahan, jadi akan ada kesinambungan," imbuhnya.
"Saat ini, kami takkan melakukan perubahan besar-besaran. Penting untuk mendapatkan seseorang yang dapat mengubah penampilan tim dan meraih kemenangan lagi."
Santana bertugas dalam 27 pertandingan Bafana, dengan rekor sepuluh kali menang, 14 kali kalah, dan sisanya imbang.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment