Hasil Tanggal 24 November 2009
Grup H Matchday 5
Arsenal 2 - 0 Standard Liege
Nasri 35', Denilson 45'

Gol Samir Nasri membuka kemenangan Arsenal atas Standard Liege (Foto : espn/getty image)
Arsenal Masih Tak Terkalahkan
Setelah memastikan satu tiket ke fase knockout sejak matchday keempat, Arsenal mempertegas dominasi mereka dengan mengalahkan Standard Liege 2-0 di Emirates Stadium, Rabu (25/11) dinihari WIB.
Adalah gol Samir Nasri menit 35 dan Denilson di masa injury time babak pertama yang meloloskan langkah The Gunners ke putaran babak 16 Besar Liga Champions.
Sukses ini menempatkan Arsenal sebagai pemuncak klasemen grup dengan 13 poin dari lima pertandingan. Sedangkan Liege masih tertahan di posisi ketiga dengan empat poin.
Kerjasama satu dua antara Andrei Arshavin dan Alexandre Song membuka kesempatan Arsenal di menit ketiga. Namun belum membuahkan hasil. Tiga menit berselang, serangan kembali dari Arshavin dan Nasri, sayang Cesc Fabregas yang mendapat umpan tendangannya masih ditahan Sinan Bolat.
Serangan demi serangan terus dibangun kubu Arsenal, hingga peluang emas lahir menit ke-15. Memanfaaatkan kisruh di depan mulut gawang Liege, sundulan Arshavin masih dapat di blok kiper tim tamu. Namun bola tak dapat ditangkap sempurna hingga jatuh ke kaki Carlos Vela. Sayang kesempatan itu terbuang percuma.
Menit ke-20, kubu Arsenal menerima kekecewaan saat Emmanuel Eboue dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh Eliaquim Mangala karena wasit tidak menunjuk titik putih.
Asik menyerang, kubu Arsenal sempat tertekan dua menit kemudian. Serangan balik Liege melalui Dieumerci Mbokani yang dapat melewati dua penjagaan lini belakang Arsenal nyaris mengoyak gawang Almunia.
Setelah mendominasi, kebuntuan The Gunners akhirnya pecah menit ke-35 lewat Nasri. Umpan panjang kubu Arsenal dari tengah lapangan sempat diblok Landry Mulemo, namun sapuannya tak sempurna. Nasri yang berdiri bebas langsung memanfaatkan kesempatan itu, bola mengoyak gawang Liege.
Empat menit berselang, Fabregas hampir menggandakan keunggulan tapi tendangannya masih dapat diselamatkan Bolat. Liege bukan tanpa peluang, menit ke-40 mereka hampir mendapat hadiah penalti ketika Mbokani dijatuhkan William Gallas, namun wasit tak mengubrisnya.
Arsenal akhirnya menggandakan keungggulan 10 menit setelah gol pertama, kali ini lewat Denilson. Lewat tendangan keras dari jarak 22 meter pemain asal Brasil itu, kiper Liege sempat memblok bola, namun bola lebih mengarah ke dalam gawang. Arsenal unggul 2-0.
Usai jeda, pasukan Arsene Wenger tidak tampil impresif seperti babak pertama. Meski Thomas Vermaelen sempat mendapatkan kesempatan menit ke-51. Liege juga berusaha keras membalas lewat tendangan bebas Axel Witsel namun Almunia lebih sigap mengamankan gawangnya.
Kerjasama Theo Walcott dan Vela nyaris menambah keunggulan Arsenal tapi tendangan pemain asal Meksiko itu selalu dapat dibaca Bolat. Hingga tersisa lima menit pertandingan berakhir tak ada serangan berarti dari kubu Arsenal. Bahkan, Arsenal tidak dapat memanfaatkan jumlah pemain Liege yang berkurang menit ke-87, ketika Mehdi Carcela-Gonzalez diusir wasit karena melanggar Fabregas.
Sumber : goal.com
AZ Alkmaar 0 - 0 Olympiakos

Pemain AZ, Jeremain Lens dan Pontus Wernbloom menyesal setelah membuang peluan emas (Foto : AP/espn)
AZ Tidak Mampu Taklukkan Olympiakos
Di Almaarderhout, AZ Alkmaar dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh tamunya Olympiakos Pireus.
Hasil ini tak banyak berpengaruh dengan kondisi dan peluang AZ lolos ke fase berikutnya. Namun tidak demikian dengan Olympiakos. Tim asal Yunani itu jadi terhambat untuk bisa mendampingi Sevilla ke fase knock out.
Dengan tujuh poin di tangan, unggul tiga angka atas Standard Liege, namun kalah dalam head-to-head, mau tak mau, Olympiakos harus meraih poin di matchday terakhir, minimal satu. Arsenal akan menjadi lawan terakhir Olympiakos.
Sumber : goal.com
Adalah gol Samir Nasri menit 35 dan Denilson di masa injury time babak pertama yang meloloskan langkah The Gunners ke putaran babak 16 Besar Liga Champions.
Sukses ini menempatkan Arsenal sebagai pemuncak klasemen grup dengan 13 poin dari lima pertandingan. Sedangkan Liege masih tertahan di posisi ketiga dengan empat poin.
Kerjasama satu dua antara Andrei Arshavin dan Alexandre Song membuka kesempatan Arsenal di menit ketiga. Namun belum membuahkan hasil. Tiga menit berselang, serangan kembali dari Arshavin dan Nasri, sayang Cesc Fabregas yang mendapat umpan tendangannya masih ditahan Sinan Bolat.
Serangan demi serangan terus dibangun kubu Arsenal, hingga peluang emas lahir menit ke-15. Memanfaaatkan kisruh di depan mulut gawang Liege, sundulan Arshavin masih dapat di blok kiper tim tamu. Namun bola tak dapat ditangkap sempurna hingga jatuh ke kaki Carlos Vela. Sayang kesempatan itu terbuang percuma.
Menit ke-20, kubu Arsenal menerima kekecewaan saat Emmanuel Eboue dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh Eliaquim Mangala karena wasit tidak menunjuk titik putih.
Asik menyerang, kubu Arsenal sempat tertekan dua menit kemudian. Serangan balik Liege melalui Dieumerci Mbokani yang dapat melewati dua penjagaan lini belakang Arsenal nyaris mengoyak gawang Almunia.
Setelah mendominasi, kebuntuan The Gunners akhirnya pecah menit ke-35 lewat Nasri. Umpan panjang kubu Arsenal dari tengah lapangan sempat diblok Landry Mulemo, namun sapuannya tak sempurna. Nasri yang berdiri bebas langsung memanfaatkan kesempatan itu, bola mengoyak gawang Liege.
Empat menit berselang, Fabregas hampir menggandakan keunggulan tapi tendangannya masih dapat diselamatkan Bolat. Liege bukan tanpa peluang, menit ke-40 mereka hampir mendapat hadiah penalti ketika Mbokani dijatuhkan William Gallas, namun wasit tak mengubrisnya.
Arsenal akhirnya menggandakan keungggulan 10 menit setelah gol pertama, kali ini lewat Denilson. Lewat tendangan keras dari jarak 22 meter pemain asal Brasil itu, kiper Liege sempat memblok bola, namun bola lebih mengarah ke dalam gawang. Arsenal unggul 2-0.
Usai jeda, pasukan Arsene Wenger tidak tampil impresif seperti babak pertama. Meski Thomas Vermaelen sempat mendapatkan kesempatan menit ke-51. Liege juga berusaha keras membalas lewat tendangan bebas Axel Witsel namun Almunia lebih sigap mengamankan gawangnya.
Kerjasama Theo Walcott dan Vela nyaris menambah keunggulan Arsenal tapi tendangan pemain asal Meksiko itu selalu dapat dibaca Bolat. Hingga tersisa lima menit pertandingan berakhir tak ada serangan berarti dari kubu Arsenal. Bahkan, Arsenal tidak dapat memanfaatkan jumlah pemain Liege yang berkurang menit ke-87, ketika Mehdi Carcela-Gonzalez diusir wasit karena melanggar Fabregas.
Sumber : goal.com
AZ Alkmaar 0 - 0 Olympiakos

Pemain AZ, Jeremain Lens dan Pontus Wernbloom menyesal setelah membuang peluan emas (Foto : AP/espn)
AZ Tidak Mampu Taklukkan Olympiakos
Di Almaarderhout, AZ Alkmaar dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh tamunya Olympiakos Pireus.
Hasil ini tak banyak berpengaruh dengan kondisi dan peluang AZ lolos ke fase berikutnya. Namun tidak demikian dengan Olympiakos. Tim asal Yunani itu jadi terhambat untuk bisa mendampingi Sevilla ke fase knock out.
Dengan tujuh poin di tangan, unggul tiga angka atas Standard Liege, namun kalah dalam head-to-head, mau tak mau, Olympiakos harus meraih poin di matchday terakhir, minimal satu. Arsenal akan menjadi lawan terakhir Olympiakos.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment