Sepak bola Eropa telah diobok-obok para penjudi kelas kakap. Sebanyak 200 pertandingan, termasuk Liga Champions, telah diatur guna mendapatkan uang dalam perjudian. UEFA bahkan menilai, ini skandal pengaturan pertandingan terbesar di Eropa.
Sebanyak 50 penggerebekan telah dilakukan di Swiss, Jerman, dan Inggris. Polisi telah menangkap 15 orang, termasuk pemimpin pengaturan skor. Pihak keamanan belum mengumumkan identitas para tersangka. Namun, sebanyak 200 orang diduga terlibat dalam skandal ini.
Dari sekian pertandingan, tiga pertandingan Liga Champions diduga telah diatur. Selain itu, ada 12 pertandingan liga yang juga diatur dan semuanya terjadi pada tahun ini. Para jaksa tak menjelaskan kemungkinan bahwa pertandingan kualifikasi sebuah kejuaraan juga diatur. Namun, mereka juga mencurigai adanya pengaturan pertandingan di Piala Eropa U-21.
Pertandingan di sembilan negara Eropa dipercaya telah terinfiltrasi aksi pengaturan tersebut. Namun, itu tak terjadi di Inggris, Spanyol, Italia, atau Perancis. Sementara itu di Jerman, kasus ini diduga terjadi di kompetisi Bundesliga 2. Negara lain yang mengalami pengaturan pertandingan adalah Belgia, Swiss, Kroasia, Slovenia, Turki, Hungaria, Bosnia-Herzegovina, dan Austria.
Media Jerman memberitakan, dua bersaudara dari Kroasia yang melakukan pengaturan skor pada 2005 termasuk dalam tersangka yang ditangkap. Pemimpin sindikat penjudi itu ditengarai menyuap para pemain, pelatih, wasit, atau ofisial lainnya. Ia telah mengatur enam pertandingan dan mendapatkan jutaan euro.
Investigasi ini dilakukan sejak Januari lalu dan didukung UEFA. Otoritas sepak bola Eropa itu merasa ada ketidakberesan dalam beberapa pertandingan. Menurut Ketua Komisi Disiplin UEFA Peter Limacher, ini adalah skandal pengaturan skor terbesar di Eropa.
UEFA juga sedang menyelidiki dugaan pengaturan skor di Liga Champions dan Piala UEFA (sekarang Liga Europa) dalam empat tahun terakhir. Menurut Limacher, tertangkapnya beberapa pelaku menunjukkan bahwa deteksi yang dilakukan UEFA sudah berhasil.
"Kami puas dengan kerja sistem deteksi pengaturan skor. Namun, kami tetap prihatin karena pengaturan skor ini dilakukan oleh geng internasional," ungkap Limacher.
Sumber : kompas.com
Sebanyak 50 penggerebekan telah dilakukan di Swiss, Jerman, dan Inggris. Polisi telah menangkap 15 orang, termasuk pemimpin pengaturan skor. Pihak keamanan belum mengumumkan identitas para tersangka. Namun, sebanyak 200 orang diduga terlibat dalam skandal ini.
Dari sekian pertandingan, tiga pertandingan Liga Champions diduga telah diatur. Selain itu, ada 12 pertandingan liga yang juga diatur dan semuanya terjadi pada tahun ini. Para jaksa tak menjelaskan kemungkinan bahwa pertandingan kualifikasi sebuah kejuaraan juga diatur. Namun, mereka juga mencurigai adanya pengaturan pertandingan di Piala Eropa U-21.
Pertandingan di sembilan negara Eropa dipercaya telah terinfiltrasi aksi pengaturan tersebut. Namun, itu tak terjadi di Inggris, Spanyol, Italia, atau Perancis. Sementara itu di Jerman, kasus ini diduga terjadi di kompetisi Bundesliga 2. Negara lain yang mengalami pengaturan pertandingan adalah Belgia, Swiss, Kroasia, Slovenia, Turki, Hungaria, Bosnia-Herzegovina, dan Austria.
Media Jerman memberitakan, dua bersaudara dari Kroasia yang melakukan pengaturan skor pada 2005 termasuk dalam tersangka yang ditangkap. Pemimpin sindikat penjudi itu ditengarai menyuap para pemain, pelatih, wasit, atau ofisial lainnya. Ia telah mengatur enam pertandingan dan mendapatkan jutaan euro.
Investigasi ini dilakukan sejak Januari lalu dan didukung UEFA. Otoritas sepak bola Eropa itu merasa ada ketidakberesan dalam beberapa pertandingan. Menurut Ketua Komisi Disiplin UEFA Peter Limacher, ini adalah skandal pengaturan skor terbesar di Eropa.
UEFA juga sedang menyelidiki dugaan pengaturan skor di Liga Champions dan Piala UEFA (sekarang Liga Europa) dalam empat tahun terakhir. Menurut Limacher, tertangkapnya beberapa pelaku menunjukkan bahwa deteksi yang dilakukan UEFA sudah berhasil.
"Kami puas dengan kerja sistem deteksi pengaturan skor. Namun, kami tetap prihatin karena pengaturan skor ini dilakukan oleh geng internasional," ungkap Limacher.
Sumber : kompas.com

No comments:
Post a Comment