Pelatih Manchester United Alex Ferguson mengencam pemecatan yang dilakukan Manchester City terhadap Mark Hughes minggu lalu dengan menyebutnya suatu hal yang tidak dapat diterima.
Hughes dipecat manajemen City akhir pekan lalu setelah laga Liga Primer melawan Sunderland. Seusai laga yang dimenangkan City dengan skor 4-3 itu, Hughes langsung diberi tahu perihal pemecatan dirinya oleh manajemen klub dan menggantikannya dengan Roberto Mancini. Dan Ferguson yang merupakan mantan pelatih Hughes di MU mengatakan hal itu merupakan perilaku yang tidak dapat diterima.
"Hal ini sebenarnya merupakan hal yang tidak perlu saya bahas, tapi sangat jelas, perilaku semacam itu tidak dapat diterima," kata Ferguson
saat jumpa pers, Kamis (24/12) ketika ditanya untuk reaksinya terhadap pemecatan Hughes.
"Tidak peduli apakah Anda telah kalah di 20 pertandingan atau lebih, seperti dalam kasus Mark Hughes, baru kalah dua pertandingan. Ada cara untuk yang lebih untuk memecat orang, pasti," tambahnya.
Ferguson yang mengaku langsung berbicara dengan Hughes keesokan harinya mengatakan kalau Hughes sangat mednerita dengan perlakukan tersebut. Terlebih tanda-tanda pemecatan saudah ada saat laga melawan Sunderland.
"Mark sudah jelas menyadari kalau itu adalah pertandingan terakhirnya, itu pasti situasi yang mengerikan. Saya pikir semua orang akan kaget, pasti. Aku berbicara dengan Mark keesokan harinya dan aku bisa katakan ia sangat menderita," tutur pelatih asal Skotlandia itu.
Namun walau merasa sakit dan menderita, Ferguson yakin, bagaimanapun Hughes akan bangkit dari rasa kecewa dipecat tiba-tiba City setelah 18 bulan menukangi klub tersebut.
"Tentu saja dia akan (bangkit)," kata Ferguson. "Dia pernah melakukan pekerjaan besar dengan Wales, yang bukan pekerjaan mudah, pekerjaan yang hebat dengan Blackburn dan ia adalah pria yang tepat untuk Manchester City pada saat itu," yakin Ferguson.
Sumber : mediaindonesia
Hughes dipecat manajemen City akhir pekan lalu setelah laga Liga Primer melawan Sunderland. Seusai laga yang dimenangkan City dengan skor 4-3 itu, Hughes langsung diberi tahu perihal pemecatan dirinya oleh manajemen klub dan menggantikannya dengan Roberto Mancini. Dan Ferguson yang merupakan mantan pelatih Hughes di MU mengatakan hal itu merupakan perilaku yang tidak dapat diterima.
"Hal ini sebenarnya merupakan hal yang tidak perlu saya bahas, tapi sangat jelas, perilaku semacam itu tidak dapat diterima," kata Ferguson
saat jumpa pers, Kamis (24/12) ketika ditanya untuk reaksinya terhadap pemecatan Hughes.
"Tidak peduli apakah Anda telah kalah di 20 pertandingan atau lebih, seperti dalam kasus Mark Hughes, baru kalah dua pertandingan. Ada cara untuk yang lebih untuk memecat orang, pasti," tambahnya.
Ferguson yang mengaku langsung berbicara dengan Hughes keesokan harinya mengatakan kalau Hughes sangat mednerita dengan perlakukan tersebut. Terlebih tanda-tanda pemecatan saudah ada saat laga melawan Sunderland.
"Mark sudah jelas menyadari kalau itu adalah pertandingan terakhirnya, itu pasti situasi yang mengerikan. Saya pikir semua orang akan kaget, pasti. Aku berbicara dengan Mark keesokan harinya dan aku bisa katakan ia sangat menderita," tutur pelatih asal Skotlandia itu.
Namun walau merasa sakit dan menderita, Ferguson yakin, bagaimanapun Hughes akan bangkit dari rasa kecewa dipecat tiba-tiba City setelah 18 bulan menukangi klub tersebut.
"Tentu saja dia akan (bangkit)," kata Ferguson. "Dia pernah melakukan pekerjaan besar dengan Wales, yang bukan pekerjaan mudah, pekerjaan yang hebat dengan Blackburn dan ia adalah pria yang tepat untuk Manchester City pada saat itu," yakin Ferguson.
Sumber : mediaindonesia

No comments:
Post a Comment