
Sekjen FIFA Jerome Valcke (Foto : AP/Schalk van Zuydam)
Juara 1998 dan finalis 2006, Prancis, tidak masuk dalam delapan tim unggulan putaran final Piala Dunia 2010 yang undiannya akan berlangsung Jumat (4/12), demikian diumumkan FIFA, Rabu (2/12).
Sekjen FIFA Jerome Valcke dalam konferensi pers mengatakan bahwa keputusan tersebut berdasarkan peringkat dunia FIFA dan tidak ada hubungannya dengan kasus handball yang mengantar Prancis ke putaran final secara kontroversial.
Tim unggulan Piala Dunia 2010 tersebut adalah tuan rumah Afrika Selatan, juara bertahan Italia, Argentina, Brasil, Inggris, Jerman, Belanda dan Spanyol.
Prancis kini merupakan tim berbahaya dan bisa masuk grup manapun untuk menjadi ancaman bagi tim unggulan. Acara undian putaran final akan dilakukan Sabtu selama 90 menit dan ditayangkan televisi.
Sebanyak 32 tim akan dibagi dulu dalam empat grup berisi masing-masing delapan tim. Di luar unggulan, tim-tim peserta akan ditempatkan dalam pot-pot yang akan menghindari bertemunya tim dari satu benua di babak penyisihan grup.
Pot pertama berisi delapan unggulan utama, dengan Afsel sudah pasti masuk di grup A sehingga tampil pada pertandingan perdana di Johannesburg 11 Juni.
Pot kedua berisi delapan tim dari Asia serta Amerika Utara/Tengah/Oseania yakni Australia, Honduras, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Korea Utara, Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Pot ketiga berisi lima tim dari benua Afrika dan tiga tim dari Amerika Selatan yang bukan unggulan, yakni Aljazair, Kamerun, Chile, Ghana, Pantai Gading, Nigeria, Paraguay dan Uruguay.
Pot terakhir terdiri atas delapan tim sisa dari benua Eropa yakni Denmark, Prancis, Yunani, Portugal, Serbia, Slovakia, Slovenia dan Swiss.
Valcke mengatakan, sudah ada kesepakatan dalam panitia penyelenggara bahwa dalam penentuan unggulan akan menggunakan peringkat dunia FIFA bulan Oktober. Ia mengatakan, kebijakan ini juga sudah dibicarakan dengan Presiden UEFA Michel Platini yang mendukung cara itu demi keadilan.
Sebelumnya ada spekulasi dari media yang menyebut bahwa Prancis kemungkinan 'dihukum' oleh FIFA karena kasus handball saat pertandingan playoff melawan Irlandia.
Sumber : mediaindonesia
Sekjen FIFA Jerome Valcke dalam konferensi pers mengatakan bahwa keputusan tersebut berdasarkan peringkat dunia FIFA dan tidak ada hubungannya dengan kasus handball yang mengantar Prancis ke putaran final secara kontroversial.
Tim unggulan Piala Dunia 2010 tersebut adalah tuan rumah Afrika Selatan, juara bertahan Italia, Argentina, Brasil, Inggris, Jerman, Belanda dan Spanyol.
Prancis kini merupakan tim berbahaya dan bisa masuk grup manapun untuk menjadi ancaman bagi tim unggulan. Acara undian putaran final akan dilakukan Sabtu selama 90 menit dan ditayangkan televisi.
Sebanyak 32 tim akan dibagi dulu dalam empat grup berisi masing-masing delapan tim. Di luar unggulan, tim-tim peserta akan ditempatkan dalam pot-pot yang akan menghindari bertemunya tim dari satu benua di babak penyisihan grup.
Pot pertama berisi delapan unggulan utama, dengan Afsel sudah pasti masuk di grup A sehingga tampil pada pertandingan perdana di Johannesburg 11 Juni.
Pot kedua berisi delapan tim dari Asia serta Amerika Utara/Tengah/Oseania yakni Australia, Honduras, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Korea Utara, Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Pot ketiga berisi lima tim dari benua Afrika dan tiga tim dari Amerika Selatan yang bukan unggulan, yakni Aljazair, Kamerun, Chile, Ghana, Pantai Gading, Nigeria, Paraguay dan Uruguay.
Pot terakhir terdiri atas delapan tim sisa dari benua Eropa yakni Denmark, Prancis, Yunani, Portugal, Serbia, Slovakia, Slovenia dan Swiss.
Valcke mengatakan, sudah ada kesepakatan dalam panitia penyelenggara bahwa dalam penentuan unggulan akan menggunakan peringkat dunia FIFA bulan Oktober. Ia mengatakan, kebijakan ini juga sudah dibicarakan dengan Presiden UEFA Michel Platini yang mendukung cara itu demi keadilan.
Sebelumnya ada spekulasi dari media yang menyebut bahwa Prancis kemungkinan 'dihukum' oleh FIFA karena kasus handball saat pertandingan playoff melawan Irlandia.
Sumber : mediaindonesia

No comments:
Post a Comment