Jelang Juve vs Inter
Tindakan rasis yang dilakukan oleh pendukung garis keras Juventus harus segera dihentikan. Pasalnya tindakan itu sama saja dengan merendahkan legenda Bianconeri sendiri.
Isu rasis membayangi laga antara Juventus kontra Inter Milan, Sabtu (5/12/2009) malam waktu setempat. Pelaku dari tindakan rasis ini adalah suporter garis keras Juve alias Ultras.
Sasaran mereka adalah ujung tombak Inter Mario Balotelli. Tindakan itu terjadi dalam laga melawan Udinese, 22 November silam. Komisi disiplin telah bertindak dengan mendenda Juve atas tindakan para ultras tersebut.
Celakanya, pada pertandingan berikutnya di Liga Champions melawan Bordeaux, kelakuan serupa muncul lagi. Lagu-lagu bernuansa rasis dinyanyikan oleh mereka dalam laga di mana "Si Nyonya Tua" kalah 0-2.
Tindakan ini disesalkan banyak kalangan termasuk dari pihak Juventus sendiri. Bahkan tindakan rasis ini juga membuat Mariella Scirea, istri legenda Bianconeri Gaetano Scirea, angkat bicara.
Menurut Mariella, tindakan rasis sama saja dengan menghina mendiang suaminya. Sebagai informasi, ultras Juventini biasa menempati Curva Sciera di Stadion Olimpico Turin.
"Siapa pun yang duduk di area yang bernama Gaetano Scirea harus memiliki komitmen dua kali lipat dalam pemberantasan rasisme dan juga slogan-slogan yang menyerang dan vulgar. Ini berlaku bagi semuanya, tanpa kecuali," tukas Mariella seperti dilansir dari Football-Italia.
"Duduk di Curva Scirea merupakan sebuah keistimewaan dan menuntut tanggung jawab. Gaetano merupakan orang yang anti terhadap berbagai macam serangan, baik itu yang ditujukan untuk warna kulit, orang yang memiliki kekurangan pada tubuhnya, atau pun kepada ibu dari sang lawan," lanjut Mariella.
Bagaimana bila nanti Balotelli, yang menjadi "sasaran utama" sejauh ini dimainkan? "Anggap dia sebagai lawan. Itu saja. Tak lebih. Saya berharap laga Juventus-Inter bisa menjadi laga yang adil dan penonton bertindak sewajarnya," tuntasnya.
Sumber : detiksport
Tindakan rasis yang dilakukan oleh pendukung garis keras Juventus harus segera dihentikan. Pasalnya tindakan itu sama saja dengan merendahkan legenda Bianconeri sendiri.
Isu rasis membayangi laga antara Juventus kontra Inter Milan, Sabtu (5/12/2009) malam waktu setempat. Pelaku dari tindakan rasis ini adalah suporter garis keras Juve alias Ultras.
Sasaran mereka adalah ujung tombak Inter Mario Balotelli. Tindakan itu terjadi dalam laga melawan Udinese, 22 November silam. Komisi disiplin telah bertindak dengan mendenda Juve atas tindakan para ultras tersebut.
Celakanya, pada pertandingan berikutnya di Liga Champions melawan Bordeaux, kelakuan serupa muncul lagi. Lagu-lagu bernuansa rasis dinyanyikan oleh mereka dalam laga di mana "Si Nyonya Tua" kalah 0-2.
Tindakan ini disesalkan banyak kalangan termasuk dari pihak Juventus sendiri. Bahkan tindakan rasis ini juga membuat Mariella Scirea, istri legenda Bianconeri Gaetano Scirea, angkat bicara.
Menurut Mariella, tindakan rasis sama saja dengan menghina mendiang suaminya. Sebagai informasi, ultras Juventini biasa menempati Curva Sciera di Stadion Olimpico Turin.
"Siapa pun yang duduk di area yang bernama Gaetano Scirea harus memiliki komitmen dua kali lipat dalam pemberantasan rasisme dan juga slogan-slogan yang menyerang dan vulgar. Ini berlaku bagi semuanya, tanpa kecuali," tukas Mariella seperti dilansir dari Football-Italia.
"Duduk di Curva Scirea merupakan sebuah keistimewaan dan menuntut tanggung jawab. Gaetano merupakan orang yang anti terhadap berbagai macam serangan, baik itu yang ditujukan untuk warna kulit, orang yang memiliki kekurangan pada tubuhnya, atau pun kepada ibu dari sang lawan," lanjut Mariella.
Bagaimana bila nanti Balotelli, yang menjadi "sasaran utama" sejauh ini dimainkan? "Anggap dia sebagai lawan. Itu saja. Tak lebih. Saya berharap laga Juventus-Inter bisa menjadi laga yang adil dan penonton bertindak sewajarnya," tuntasnya.
Sumber : detiksport

No comments:
Post a Comment