
Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Rabu (25/11) mengumumkan lima klub dari Albania, Latvia, Slovenia, dan Hongaria yang diduga melakukan pengaturan pertandingan yang saat ini terus diselidiki dan menjadi skandal terbesar dalam sepak bola di Benua Biru itu.
UEFA mengidentifikasi klub itu yakni KF Tirana, FC Dinaburg, KS Vilaznia, NK IB Llubljana, dan Honved dan dituding melakukan pengaturan di enam pertandingan kualifikasi Liga Champions dan Liga Eropa (dulu Piala UEFA) antara 16 Juli hingga 6 Agustus.
Sekjen UEFA Gianni Infantino menyebutkan, skandal pengaturan pertandingan itu merupakan kanker yang harus disingkirkan. Selain klub, UEFA juga akan memeriksa tiga wasit serta satu ofisial yang berhubungan dengan UEFA. Namun tidak satu pun staff UEFA yang terindikasi terlibat. "Kami tidak mengetahui jika ini akan menjadi akhir dari sebuah cerita," tandas Infantino.
Pembongkaran skandal pengaturan pertandingan itu terkuat dari hasil penyelidikan kepolisian Bochum, Jerman. Dari penyelidikan itu terbongkar dugaan pengaturan yang meliputi 200 pertandingan di sembilan negara. Upaya penyuapan dilakukan untuk pemain, wasit serta aparat pertandingan yang ditaksir melibatkan uang sebesar US$15 juta.
Sumber : mediaindonesia
UEFA mengidentifikasi klub itu yakni KF Tirana, FC Dinaburg, KS Vilaznia, NK IB Llubljana, dan Honved dan dituding melakukan pengaturan di enam pertandingan kualifikasi Liga Champions dan Liga Eropa (dulu Piala UEFA) antara 16 Juli hingga 6 Agustus.
Sekjen UEFA Gianni Infantino menyebutkan, skandal pengaturan pertandingan itu merupakan kanker yang harus disingkirkan. Selain klub, UEFA juga akan memeriksa tiga wasit serta satu ofisial yang berhubungan dengan UEFA. Namun tidak satu pun staff UEFA yang terindikasi terlibat. "Kami tidak mengetahui jika ini akan menjadi akhir dari sebuah cerita," tandas Infantino.
Pembongkaran skandal pengaturan pertandingan itu terkuat dari hasil penyelidikan kepolisian Bochum, Jerman. Dari penyelidikan itu terbongkar dugaan pengaturan yang meliputi 200 pertandingan di sembilan negara. Upaya penyuapan dilakukan untuk pemain, wasit serta aparat pertandingan yang ditaksir melibatkan uang sebesar US$15 juta.
Sumber : mediaindonesia

No comments:
Post a Comment