Duel Manchester City melawan Arsenal pada perempat-final Piala Liga di Stadion City of Manchester diwarnai insiden penolakan Arsene Wenger untuk berjabat tangan dengan Mark Hughes usai pertandingan.
Perseteruan keduanya mulai muncul sejak Arsenal menyingkirkan Blackburn Rovers di semi-final Piala FA tahun 2005. Ketika itu Hughes masih menangani Blackburn.
“Mungkin dia [Wenger] sudah terbiasa meraih kemenangan, dan ketika mengalami kekalahan dia tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap hal itu. Saya kecewa melihat sikap yang diperlihatkan seorang pelatih yang saya hormati,” cetus Hughes dilansir suratkabar Telegraph.
“Ya, itu [menjabat tangan merupakan sikap profesional] benar. Saya pikir tidak ada yang perlu saya ucapkan lagi. Saya bebas untuk menjabat tangan dengan pelatih manapun yang saya inginkan setelah pertandingan,” timpal Wenger.
Sumber : goal.com
Perseteruan keduanya mulai muncul sejak Arsenal menyingkirkan Blackburn Rovers di semi-final Piala FA tahun 2005. Ketika itu Hughes masih menangani Blackburn.
“Mungkin dia [Wenger] sudah terbiasa meraih kemenangan, dan ketika mengalami kekalahan dia tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap hal itu. Saya kecewa melihat sikap yang diperlihatkan seorang pelatih yang saya hormati,” cetus Hughes dilansir suratkabar Telegraph.
“Ya, itu [menjabat tangan merupakan sikap profesional] benar. Saya pikir tidak ada yang perlu saya ucapkan lagi. Saya bebas untuk menjabat tangan dengan pelatih manapun yang saya inginkan setelah pertandingan,” timpal Wenger.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment