Bagi Juventus, Stadion Ennio Tardini bukanlah tempat mengerikan. Justru sebaliknya markas Parma itu bisa dikatakan daerah taklukkan. Tapi kini Juve menuju tanah "jajahan"-nya dengan kemuraman.
Juventus akan melawat ke markas Parma, Rabu (6/1/2010) waktu setempat. Bianconeri saat ini ada di posisi ketiga klasemen sementara dengan poin 30. Sedangkan Parma yang memiliki nilai 28 berada di tangga kelima.
Stadion Ennio Tardini bukanlah tempat yang mengerikan bagi Juventus. Terakhir kali si empunya stadion menekuk Juve pada Maret 2002. Saat itu Gialloblu menang 1-0 berkat gol tunggal Sabri Lamouchi di menit akhir laga.
Sejak kemenangan itu, Parma tak pernah lagi mampu menekuk La Vecchia Signora di Ennio Tardini. Juve menang tiga kali dan seri tiga kali dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Tapi untuk laga tengah pekan ini, sesuatu yang berbeda bisa saja terjadi. Situasi teraktual yang dialami kedua tim bisa dijadikan gambaran.
Dalam lima partai resmi terakhir yang dilakoni kedua tim, Parma dua kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah. Kontras dengan catatan Juve yang empat kali kalah dan sekali menang.
Juve akan mendatangi tanah jajahannya dengan kemuraman. Beban cukup berat disandang pelatih Ciro Ferrara yang diisukan bahwa usia masa jabatannya tinggal seumur jagung.
"Ketika ada kecaman dari suporter kepada pemain dan tim, saya merasa kecewa. Kami semua adalah bagian yang tak terpisahkan dan masing-masing dari kami punya tanggung jawab. Jadi siapa yang bisa menjalani situasi seperti ini dengan gembira?" tegas Ferrara dilansir dari Football-Italia.
"Kini kami akan menghadapi Parma yang sejauh ini tampil bagus, berada di posisi yang tak jauh dari kami di klasemen sementara. Mereka layak duduk di posisi itu, karena telah menunjukkan permainan yang bagus dan semangat. Saya memperkirakan akan terjadi laga yang berat," tuntas Ferrara.
Sumber : detiksport
Juventus akan melawat ke markas Parma, Rabu (6/1/2010) waktu setempat. Bianconeri saat ini ada di posisi ketiga klasemen sementara dengan poin 30. Sedangkan Parma yang memiliki nilai 28 berada di tangga kelima.
Stadion Ennio Tardini bukanlah tempat yang mengerikan bagi Juventus. Terakhir kali si empunya stadion menekuk Juve pada Maret 2002. Saat itu Gialloblu menang 1-0 berkat gol tunggal Sabri Lamouchi di menit akhir laga.
Sejak kemenangan itu, Parma tak pernah lagi mampu menekuk La Vecchia Signora di Ennio Tardini. Juve menang tiga kali dan seri tiga kali dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Tapi untuk laga tengah pekan ini, sesuatu yang berbeda bisa saja terjadi. Situasi teraktual yang dialami kedua tim bisa dijadikan gambaran.
Dalam lima partai resmi terakhir yang dilakoni kedua tim, Parma dua kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah. Kontras dengan catatan Juve yang empat kali kalah dan sekali menang.
Juve akan mendatangi tanah jajahannya dengan kemuraman. Beban cukup berat disandang pelatih Ciro Ferrara yang diisukan bahwa usia masa jabatannya tinggal seumur jagung.
"Ketika ada kecaman dari suporter kepada pemain dan tim, saya merasa kecewa. Kami semua adalah bagian yang tak terpisahkan dan masing-masing dari kami punya tanggung jawab. Jadi siapa yang bisa menjalani situasi seperti ini dengan gembira?" tegas Ferrara dilansir dari Football-Italia.
"Kini kami akan menghadapi Parma yang sejauh ini tampil bagus, berada di posisi yang tak jauh dari kami di klasemen sementara. Mereka layak duduk di posisi itu, karena telah menunjukkan permainan yang bagus dan semangat. Saya memperkirakan akan terjadi laga yang berat," tuntas Ferrara.
Sumber : detiksport

No comments:
Post a Comment