Pertandingan semi-final Liga Champions musim lalu yang mempertemukan Chelsea dengan Barcelona di Stamford Bridge ternyata masih terus membayang di benak wasit asal Swedia, Tom Henning Ovrebo. Demi mencari kedamaian jiwa, Ovrebo akhirnya memutuskan menjadi pendeta.
Dalam wawancara dengan suratkabar AS, Ovrebo mengatakan, keputusan mundur dari profesinya merupakan satu-satunya pilihan untuk lepas dari mimpi buruk yang terus membayanginya sampai kini.
“Saya terus mencari penjelasan mengenai performa saya di Stamford Bridge, namun tidak menemukan jawaban. Saya seperti hidup di neraka. Hampir setiap hari bayangan [Didier] Drogba, [Michael] Ballack, dan [Michael] Essien muncul di benak saya. Saya tidak bisa hidup seperti ini,” ungkap Ovrebo.
“Hanya mundur menjadi jawaban satu-satunya. Pencarian spiritual dan membantu sesama akan membuat saya bisa melupakan mimpi buruk di London. Secara terbuka, saya minta maaf, dan saya akan menjadi pendeta.”
Sumber : goal.com
Dalam wawancara dengan suratkabar AS, Ovrebo mengatakan, keputusan mundur dari profesinya merupakan satu-satunya pilihan untuk lepas dari mimpi buruk yang terus membayanginya sampai kini.
“Saya terus mencari penjelasan mengenai performa saya di Stamford Bridge, namun tidak menemukan jawaban. Saya seperti hidup di neraka. Hampir setiap hari bayangan [Didier] Drogba, [Michael] Ballack, dan [Michael] Essien muncul di benak saya. Saya tidak bisa hidup seperti ini,” ungkap Ovrebo.
“Hanya mundur menjadi jawaban satu-satunya. Pencarian spiritual dan membantu sesama akan membuat saya bisa melupakan mimpi buruk di London. Secara terbuka, saya minta maaf, dan saya akan menjadi pendeta.”
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment