Isu rasis yang dilakukan sejumlah fans mendapat tanggapan serius dari Federasi Sepakbola Italia, FIGC, dan Kementerian Dalam Negeri Italia.
Kedua pihak sepakat pertandingan yang berlangsung harus dihentikan bila ada aksi rasis terjadi. Akan tetapi, keduanya berbeda pendapat mengenai siapa yang berhak menghentikan laga itu.
Presiden FIGC Giancarlo Abete menilai wewenang untuk menghentikan pertandingan ada di tangan pihak keamanan, bukan dari elemen pertandingan dan FIGC.
"Selama aturan yang ada di jalankan semestinya, FIGC, yang diwakili oleh wasit, tak bisa melakukan apa pun menghadapi teriakan rasis karena saat ini kuasa untuk menghentikan pertandingan ada di tangan polisi, kata Abete dikutip Reuters, Senin (11/1).
FIGC, ditambahkannya, hanya bisa menindak pelaku, atau klub dalam koridor sepakbola, dengan memberikan sanksi.
Tapi menurut Menteri Dalam Negeria Roberto Maroni, eleman pertandingan harusnya memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk menghentikan pertandingan.
"Segala sesuatunya tidak bisa dibebankan pada Menteri Dalam Negeri untuk mengintervensi ketika pertandingan berjalan, tapi saya yakin FIGC harus memiliki aturan yang tegas. Jika ada tanda-tanda kecil ada teriakan rasis, wasitlah yang harus menghentikan pertandingan," jelasnya kepada Sky TV.
Sumber : goal.com
Kedua pihak sepakat pertandingan yang berlangsung harus dihentikan bila ada aksi rasis terjadi. Akan tetapi, keduanya berbeda pendapat mengenai siapa yang berhak menghentikan laga itu.
Presiden FIGC Giancarlo Abete menilai wewenang untuk menghentikan pertandingan ada di tangan pihak keamanan, bukan dari elemen pertandingan dan FIGC.
"Selama aturan yang ada di jalankan semestinya, FIGC, yang diwakili oleh wasit, tak bisa melakukan apa pun menghadapi teriakan rasis karena saat ini kuasa untuk menghentikan pertandingan ada di tangan polisi, kata Abete dikutip Reuters, Senin (11/1).
FIGC, ditambahkannya, hanya bisa menindak pelaku, atau klub dalam koridor sepakbola, dengan memberikan sanksi.
Tapi menurut Menteri Dalam Negeria Roberto Maroni, eleman pertandingan harusnya memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk menghentikan pertandingan.
"Segala sesuatunya tidak bisa dibebankan pada Menteri Dalam Negeri untuk mengintervensi ketika pertandingan berjalan, tapi saya yakin FIGC harus memiliki aturan yang tegas. Jika ada tanda-tanda kecil ada teriakan rasis, wasitlah yang harus menghentikan pertandingan," jelasnya kepada Sky TV.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment