Hasil Tanggal 28 Februari 2010
Pekan ke-24
Atlético Madrid 4 - 1 Valencia
Diego Forlan 30'pen, 86', Sergio Aguero 78', Jose Jurado 90' --- David Silva 20'
Xerez 1 - 1 Espanyol
Mario Bermejo 76' --- Pablo Daniel Osvaldo 18'
Sevilla FC 0 - 0 Athletic Bilbao
Atletico Tindas Sembilan Pemain Valencia
Atletico Madrid menang 4-1 atas Valencia, yang bermain dengan sembilan pemain sejak menit ke-83 laga Divisi Primera, di Vicente Calderon, Minggu (28/2/2010). Meski kalah, dengan koleksi 46 poin, Valencia belum tergoyahkan dari peringkat ketiga klasemen sementara.
Bermain di kandang sendiri, Atletico bermain galak sejak peluit kick-off berbunyi. Hasilnya, nyaris tanpa perlawanan, mereka berhasil menekan jantung pertahanan Valencia dan menciptakan banyak peluang. Sayangnya, buruknya eksekusi dan aksi kiper Cesar membuat usaha Atletico nyaris selalu sia-sia.
Sebaliknya, di tengah tekanan itu, Valencia malah berhasil unggul lebih dulu berkat aksi individu David Silva di menit ke-21. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakannya sendiri yang ditepis David De Gea, Silva menggocek bola mengecoh De Gea dan tiga bek Atletico di kotak penalti mereka, sebelum akhirnya melesakkan bola ke gawang yang sudah ditinggal penjaganya.
Keadaan tertinggal membuat Atletico semakin penasaran dan ngotot melakukan serangan. Dalam satu momen di menit ke-30, misalnya, Sergio Aguero berhasil menggiring bola masuk kotak penalti Valencia. Setengah mati, bek Carlos Marchena berusaha menjegal langkahnya.
Ia kemudian memang berhasil melakukan tekel bersih dan menjauhkan bola dari Aguero. Sayangnya, ia terjatuh saat melakukan tekel dan tangannya menyentuh bola. Tanpa ampun, wasit Alfonso Perez Burrull menghadiahkan mengacungkan kartu merah kepada Marchena dan memberikan penalti kepada Atletico.
Forlan yang ditugaskan melakukan eksekusi menunaikan tugas dengan baik. Dengan tenang, ia menyepak bola masuk ke tengah gawang Valencia. Kiper Cesar sendiri tak mampu mengantisipasi bola karena sakah membaca bola dan menjatuhkan diri ke sisi kanan tubuhnya.
Selanjutnya, Atletico berusaha memaksimalkan keuntungan jumlah serdadu untuk menjajah Valencia. Namun, Valencia sekuat tenaga berusaha meredam serangan di tengah sambil sesekali mencoba melakukan tekanan.
Sayang, kerja keras kedua kubu kubu tak menghasilkan gol tambahan hingga babak pertama berakhir, dengan angka 1-1 tertera di papan skor.
Memasuki babak kedua, Atletico langsung menggenjot serangan. Namun, seakan sudah mengerti rencana itu, Valencia berusaha menahan sekuat tenaga.
Meski kerepotan menembus benteng tim tamu, Atletico terus mencari cara menambah gol. Memanfaatkan semua sisi lapangan, mereka berusaha mencari celah-celah yang lalai dikawal pemain Valencia. Perlahan, mereka pun mulai bisa menyelipkan sejumlah ancaman serius ke gawang Cesar.
Pada menit ke-48, misalnya, Forlan berpeluang membawa timnya unggul. Memanfaatkan umpan Jose Antonio Reyes, Forlan menyepak bola dari luar kotak penalti ke tengah gawang Valencia. Namun, Cesar berhasil menahan tembakan itu.
Valencia belum mampu berbuat apa-apa ketika di menit ke-64, Reyes datang membawa ancaman. Usai menguasai umpan Simao, ia mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang, yang lagi-lagi bisa ditangkal Cesar.
Meski terus mengalami kegagalan, Atletico terus berusaha sampai akhirnya Aguero membobol gawang Cesar di menit ke-78. Memanfaatkan umpan Simao, Aguero mengirim bola dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Cesar.
Dalam keadaan yang semakin tak menguntungkan itu, Valencia malah ditimpa bencana kartu merah kedua, yang diterima bek Miguel di menit ke-82, menyusul pelanggarannya kepada Juan Valera.
Tak mau kehilangan peluang bagus, Atletico semakin bersemangat menggempur benteng Valencia. Setelah menunggu hingga menit ke-86, Forlan kembali memaksa Cesar memungut bola dari gawangnya. Kali ini, memanfaatkan umpan Jose Manuel Jurado, Forlan mengirim bola masuk ke tengah atas gawang Valencia.
Meski waktu semakin tipis, Atletico menolak menurunkan tensi dan tempo permainan. Sebaliknya, mereka malah semakin gencar melepaskan tembakan-tembakan spekulasi ke gawang Cesar. Hasilnya, sesaat sebelum bubaran, Atletico berhasil menambah satu gol lagi melalui Juardo. Gol ini merupakan gol terakhir di laga itu. (*)
Susunan pemain:
Atletico: De Gea; Lopez, Ujfalusi, Perea, Valera; Simao (Salvio 89), Assuncao (Garcia 87), Tiago, Reyes; Aguero (Jurado 81), Forlan
Valencia: Cesar; Alexis, Ibanez, Marchena, Miguel; Mata (Maduro 34), Banega, Fernandez, Joaquin (Pablo 58); Silva; Villa (Dominguez 71)
Bilbao Curi Poin di Sevilla
Tuan rumah Sevilla gagal meraih poin penuh saat menjamu Atheltic Bilbao dalam lanjutan Divisi Primera di Stadion Ramon Sanchez, Minggu (28/2/3010). Bermain dengan sepuluh orang, Sevilla ditahan tanpa gol.
Tambahan satu poin tak mengubah posisi "Sevillistas" di peringkat keempat. Namun, "Los Rojiblancos" harus bekerja lebih keras untuk mengejar Valencia jika peringkat ketiga itu berhasil mengalahkan Atletico Madrid.
Bermain di depan publiknya sendiri, Sevilla unggul dalam hal penguasaan bola di babak pertama, tapi tetap kesulitan menundukkan tamunya. Dari 13 kali percobaan, David Villa dan kawan-kawan hanya membuahkan lima tendangan ke arah gawang. Bilbao sendiri hanya sekali mengancam gawang Andres Palop.
Selepas turun minum, Sevilla kembali mengambil inisiatif serangan. Sevilla bahkan nyaris unggul lewat aksi Renato pada menit ke-47. Untung bagi Bilbao karena kiper Bilbao Gorka Iraizoz masih bisa mengamankan tembakannya.
Permainan menjadi tak imbang pada menit ke-52. Sevilla harus bermain sepuluh pemain karena Ndri Romaric diganjar kartu merah setelah menarik Ander Iturraspe di depan kotak penalti.
Meski kekurangan pasukan, Sevilla tak mengendurkan agresivitas serangannya. Pada menit ke-65, Sevilla hampir memimpin lewat aksi Frederic Kanoute. Sayang, tambakannya hanya melahirkan tendangan gawang. Empat menit kemudian, Jenus Navas pun memiliki peluang emas. Namun, Iraizoz masih piawai di bawah mistar karena berhasil menjinakkan bola.
Bilbao bukan tanpa peluang emas. Mereka memiliki kesempatan pada menit melalui aksi Fernando Llorente pada menit ke-73. Berawal dari serangan balik cepat, Oscar De Marcos memberikan umpan pendek kepada Llorente di kotak penalti. Meski berhasil mengelabui bek lawan, Llorente dikecewakan oleh aksi gemilang Andres Palop.
Peluang berikutnya dibuat oleh Markel Susaeta pada menit ke-81. Tembakan kerasnya lagi-lagi digagalkan oleh Palop. Skor kacamata tak berubah sampai laga berakhir.
Sumber : kompas.com
Bermain di kandang sendiri, Atletico bermain galak sejak peluit kick-off berbunyi. Hasilnya, nyaris tanpa perlawanan, mereka berhasil menekan jantung pertahanan Valencia dan menciptakan banyak peluang. Sayangnya, buruknya eksekusi dan aksi kiper Cesar membuat usaha Atletico nyaris selalu sia-sia.
Sebaliknya, di tengah tekanan itu, Valencia malah berhasil unggul lebih dulu berkat aksi individu David Silva di menit ke-21. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakannya sendiri yang ditepis David De Gea, Silva menggocek bola mengecoh De Gea dan tiga bek Atletico di kotak penalti mereka, sebelum akhirnya melesakkan bola ke gawang yang sudah ditinggal penjaganya.
Keadaan tertinggal membuat Atletico semakin penasaran dan ngotot melakukan serangan. Dalam satu momen di menit ke-30, misalnya, Sergio Aguero berhasil menggiring bola masuk kotak penalti Valencia. Setengah mati, bek Carlos Marchena berusaha menjegal langkahnya.
Ia kemudian memang berhasil melakukan tekel bersih dan menjauhkan bola dari Aguero. Sayangnya, ia terjatuh saat melakukan tekel dan tangannya menyentuh bola. Tanpa ampun, wasit Alfonso Perez Burrull menghadiahkan mengacungkan kartu merah kepada Marchena dan memberikan penalti kepada Atletico.
Forlan yang ditugaskan melakukan eksekusi menunaikan tugas dengan baik. Dengan tenang, ia menyepak bola masuk ke tengah gawang Valencia. Kiper Cesar sendiri tak mampu mengantisipasi bola karena sakah membaca bola dan menjatuhkan diri ke sisi kanan tubuhnya.
Selanjutnya, Atletico berusaha memaksimalkan keuntungan jumlah serdadu untuk menjajah Valencia. Namun, Valencia sekuat tenaga berusaha meredam serangan di tengah sambil sesekali mencoba melakukan tekanan.
Sayang, kerja keras kedua kubu kubu tak menghasilkan gol tambahan hingga babak pertama berakhir, dengan angka 1-1 tertera di papan skor.
Memasuki babak kedua, Atletico langsung menggenjot serangan. Namun, seakan sudah mengerti rencana itu, Valencia berusaha menahan sekuat tenaga.
Meski kerepotan menembus benteng tim tamu, Atletico terus mencari cara menambah gol. Memanfaatkan semua sisi lapangan, mereka berusaha mencari celah-celah yang lalai dikawal pemain Valencia. Perlahan, mereka pun mulai bisa menyelipkan sejumlah ancaman serius ke gawang Cesar.
Pada menit ke-48, misalnya, Forlan berpeluang membawa timnya unggul. Memanfaatkan umpan Jose Antonio Reyes, Forlan menyepak bola dari luar kotak penalti ke tengah gawang Valencia. Namun, Cesar berhasil menahan tembakan itu.
Valencia belum mampu berbuat apa-apa ketika di menit ke-64, Reyes datang membawa ancaman. Usai menguasai umpan Simao, ia mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang, yang lagi-lagi bisa ditangkal Cesar.
Meski terus mengalami kegagalan, Atletico terus berusaha sampai akhirnya Aguero membobol gawang Cesar di menit ke-78. Memanfaatkan umpan Simao, Aguero mengirim bola dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Cesar.
Dalam keadaan yang semakin tak menguntungkan itu, Valencia malah ditimpa bencana kartu merah kedua, yang diterima bek Miguel di menit ke-82, menyusul pelanggarannya kepada Juan Valera.
Tak mau kehilangan peluang bagus, Atletico semakin bersemangat menggempur benteng Valencia. Setelah menunggu hingga menit ke-86, Forlan kembali memaksa Cesar memungut bola dari gawangnya. Kali ini, memanfaatkan umpan Jose Manuel Jurado, Forlan mengirim bola masuk ke tengah atas gawang Valencia.
Meski waktu semakin tipis, Atletico menolak menurunkan tensi dan tempo permainan. Sebaliknya, mereka malah semakin gencar melepaskan tembakan-tembakan spekulasi ke gawang Cesar. Hasilnya, sesaat sebelum bubaran, Atletico berhasil menambah satu gol lagi melalui Juardo. Gol ini merupakan gol terakhir di laga itu. (*)
Susunan pemain:
Atletico: De Gea; Lopez, Ujfalusi, Perea, Valera; Simao (Salvio 89), Assuncao (Garcia 87), Tiago, Reyes; Aguero (Jurado 81), Forlan
Valencia: Cesar; Alexis, Ibanez, Marchena, Miguel; Mata (Maduro 34), Banega, Fernandez, Joaquin (Pablo 58); Silva; Villa (Dominguez 71)
Bilbao Curi Poin di Sevilla
Tuan rumah Sevilla gagal meraih poin penuh saat menjamu Atheltic Bilbao dalam lanjutan Divisi Primera di Stadion Ramon Sanchez, Minggu (28/2/3010). Bermain dengan sepuluh orang, Sevilla ditahan tanpa gol.
Tambahan satu poin tak mengubah posisi "Sevillistas" di peringkat keempat. Namun, "Los Rojiblancos" harus bekerja lebih keras untuk mengejar Valencia jika peringkat ketiga itu berhasil mengalahkan Atletico Madrid.
Bermain di depan publiknya sendiri, Sevilla unggul dalam hal penguasaan bola di babak pertama, tapi tetap kesulitan menundukkan tamunya. Dari 13 kali percobaan, David Villa dan kawan-kawan hanya membuahkan lima tendangan ke arah gawang. Bilbao sendiri hanya sekali mengancam gawang Andres Palop.
Selepas turun minum, Sevilla kembali mengambil inisiatif serangan. Sevilla bahkan nyaris unggul lewat aksi Renato pada menit ke-47. Untung bagi Bilbao karena kiper Bilbao Gorka Iraizoz masih bisa mengamankan tembakannya.
Permainan menjadi tak imbang pada menit ke-52. Sevilla harus bermain sepuluh pemain karena Ndri Romaric diganjar kartu merah setelah menarik Ander Iturraspe di depan kotak penalti.
Meski kekurangan pasukan, Sevilla tak mengendurkan agresivitas serangannya. Pada menit ke-65, Sevilla hampir memimpin lewat aksi Frederic Kanoute. Sayang, tambakannya hanya melahirkan tendangan gawang. Empat menit kemudian, Jenus Navas pun memiliki peluang emas. Namun, Iraizoz masih piawai di bawah mistar karena berhasil menjinakkan bola.
Bilbao bukan tanpa peluang emas. Mereka memiliki kesempatan pada menit melalui aksi Fernando Llorente pada menit ke-73. Berawal dari serangan balik cepat, Oscar De Marcos memberikan umpan pendek kepada Llorente di kotak penalti. Meski berhasil mengelabui bek lawan, Llorente dikecewakan oleh aksi gemilang Andres Palop.
Peluang berikutnya dibuat oleh Markel Susaeta pada menit ke-81. Tembakan kerasnya lagi-lagi digagalkan oleh Palop. Skor kacamata tak berubah sampai laga berakhir.
Sumber : kompas.com


No comments:
Post a Comment