Wednesday, April 21, 2010

Afsel Berjudi Demi Citra Negara Di Mata Internasional

Panitia Piala Dunia 2010 Afrika Selatah masih memiliki 355 ribu lembar tiket yang harus dijual dalam delapan hari. Terdapat dugaan Afsel akan membeli semua, mengabaikan keuntungan jangka pendek, demi menyelamatkan citra.

Pejabat Afsel mengatakan 145 ribu tiket akan dijual dalam empat hari sebelum penjualan tahap akhir. Sisanya akan dijual kemudian untuk menghindari bencana stadion kosong, yang bisa merusak citra FIFA dan Piala Dunia.

Associated Press menulis panitia lokal akan dipaksa menjual seluruh tiket dengan harga jauh lebih murah, agar tidak satu pun dari sepuluh stadion Piala Dunia 2010 sepi penonton. Afsel harus mengesankan kepada dunia bahwa sepakbola adalah olahraga paling populer di negaranya.

"Saya kira saat ini ada satu tantangan yang harus kami hadapi," kata Jerome Valcke, sekjen FIFA, menjelang penjualan tiket tahap akhir.

"Adalah penting untuk memastikan semua stadion terisi. Sehingga kami harus menjual semua tiket," lanjutnya.

Hasil penjualan tiket tahap akhir sebelumnya tidak terlalu berpengaruh bagi bisnis FIFA, yang mencakup hak komersial senilai $3.3 miliar. FIFA masih akan meraup untung dari sponsor, dan penjualan hak siar televisi.

Namun jika stadion kosong, bisnis Piala Dunia berikutnya akan sangat terngaggu.

Valcke mengatakan Piala Dunia 2010 di Afsel tidak akan menimbulkan persoalan finansial bagi FIFA. Tapi Udesh Pillay, dari Human Sciences Research Council, mengatakan; tiket pertandingan adalah key revenue bagi panitia lokal Piala Dunia.

Menurut Pillay, panitia lokal Piala Dunia 2006 meraup untuk $237.5 dari penjualan tiket yang hampir mendekati kepasitas stadion. Namun ia tidak yakin Afsel bisa melakukannya.

Panitia lokal tidak mungkin menjual tiket ke penduduk miskin. Di sisi lain, panitia lokal juga tidak bisa menjual tiket ke pengunjung mancanegara, karena hanya sedikit turis yang akan datang.

Tapi tiket harus dijual, dan negara akan menjualnya ke penduduk miskin dengan potongan harga. Akibatnya, keuntungan yang diraih panitia lokal akan sangat jauh dari yang dihasilkan Jerman.

"Kami tahu fans sepakbola di Afsel adalah penduduk miskin," kata Danny Jordaan, ketua panitia lokal.

"Tapi kami telah memutuskan mengakomodasi mereka," lanjutnya.

Sumber : goal.com

No comments:

Post a Comment