Monday, May 17, 2010

Gagal, Ranieri Tetap Bangga

Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, mengaku bangga kepada anak-anak didiknya yang terus menjaga persaingan scudetto dengan Inter Milan, meski pada akhirnya cuma finis sebagai runner-up.

Di awal musim Roma sebenarnya terbenam di papan bawah. Ketika itu, Luciano Spaletti tak sanggup menghantarkan Roma ke posisi terhormat. Lalu Ranieri masuk di pertengahan musim. Perlahan tapi pasti, mantan pelatih Juventus itu sanggup membawa Roma naik ke papan atas dan menempel Inter dalam perburuan scudetto.

Hingga pekan ke-37, Roma berada di tempat kedua dengan 77 poin, atau hanya kalah dua angka dari Inter. Dengan satu laga tersisa dan bermodal keunggulan rekor pertermuan dari Inter, Roma berpeluang menjuarai Serie-A. Sayang, sementara pada pekan terakhir mereka berhasil membekuk Chievo 2-0, Inter juga menang 1-0. Terlepas dari hasil, Ranieri mengaku tak melihat ada alasan untuk tak memuji timnya.

"Saya harus berterima kasih kepada anak-anak atas prestasi mereka yang luar biasa. Saya datang ketika kami berada di papan bawah. Semua pendukung protes dan beberapa pemain bintang tak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya. Meski begitu, pemain-pemain tetap berdiri di samping saya dan melakukan hal yang luar biasa untuk naik ke papan atas," kata Ranieri kepada Sky Italia.

Ranieri mengaku tak terkejut atas keberhasilan Inter merebut scudetto. Tim besutan Jose Mourinho itu memang dibangun untuk meraih juara, berbeda dengan Roma yang tak terlalu diunggulkan di awal musim. "Inter-nya Massimo Moratti memang diharapkan untuk menang, tapi Roma dalam pandangan saya adalah kuda hitam. Kami mampu membuka persaingan scudetto yang sebelumnya terlihat sudah dikunci Inter."

"Kami telah berjanji kepada semua pendukung kami bahwa kami akan maju hingga akhir. Dan kami tak berhenti sampai peluit akhir hari ini," lanjut mantan pelatih Chelsea tersebut.

Sumber : kompas

No comments:

Post a Comment