Kriminalitas masih menjadi isu yang membuat khawatir para wisatawan yang ingin datang ke Afrika Selatan. Negara di Benua Hitam ini sebenarnya memiliki panorama wisata yang sangat indah. Sayang, keindahan itu harus tercoreng oleh sejumlah kasus kekerasan dan kejahatan dalam beberapa waktu belakangan ini.
Sebagai penyelenggara Piala Dunia 2010, pemerintah Afsel tentunya sangat berharap isu ini tak menjadi penganggu selama turnamen terakbar empat tahunan itu berlangsung. Mereka pun berusaha sekuat tenaga meyakinkan kepada seluruh publik sepakbola di dunia bahwa Afsel adalah tempat yang sangat aman.
Sebuah lembaga penelitian milik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengkaji tentang isu-isu kriminalitas dan kejahatan di dunia, The United Nations Interregional Crime and Justice Research Institute, telah melakukan penelitian yang sangat penting.
Penelitian tersebut membuahkan hasil bahwa ternyata kejahatan dan kekerasan di Afsel masih terhitung lebih rendah bila dibandingkan negara-negara lainnya di Afrika dan Amerika Latin. Tapi, bila dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia, tingkat kriminalitas di Afsel masih terhitung sangat tinggi. Itulah mengapa banyak wisatawan dari Amerika Serikat dan Eropa yang masih ragu tiap kali akan berkunjung ke sana.
Sebagian besar kejahatan terjadi di pusat kota atau di tempat-tempat tertentu yang jauh dari jangkauan para turis. Dengan demikian, para wisatawan tak perlu khawatir dengan fenomena kejahatan di sana.
Afsel memang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Tercatat ada sebelas juta wisatawan dari berbagai dunia yang berkujung ke Afsel pada setiap tahunnya. Jumlah itu akan membengkak pada tahun ini menyusul diselenggarakannya Piala Dunia 2010.
Isu kriminalitas ternyata telah menjadi cerita fiksi di sana. Ada cerita yang menyebut bahwa dari sekian persen wisatawan yang berkunjung ke Afsel, hanya satu persen yang bisa kembali pulang ke negaranya. Anda tak perlu kaget dengan cerita ini. Sebab, cerita seperti inilah yang sering dikarang oleh sejumlah media. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Fakta yang benar, kejahatan merupakan masalah serius yang sebenarnya tak berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat pada umumnya di sana. Pihak pemerintah dan keamanan setempat telah bekerja keras untuk mengatasi masalah ini. Bahkan, mereka sudah bekerja sama dengan pihak Interpol dan sejumlah agen hukum internasional. Mereka akan selalu bekerja keras untuk mengamankan setiap tempat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2010.
Pihak penyelenggara akan memperhatikan secara seksama isu kejahatan, hooliganisme, dan terorisme. CEO Panitia Lokal Dr. Danny Jordan menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak dengan memberikan harapan akan jaminan keamanan.
"Tanggung jawab kami sebagai penyelanggara adalah membuat rencana besar untuk memberikan keamanan kepada setiap orang yang datang ke turnamen ini," ujar Jordan dalam sebuah knferensi pers. "Itulah mengapa kami memiliki 45.000 polisi tambahan yang direkrut dan juga 41.000 polisi tambahan dari kantor kepolisian."
"Saat ini kami memiliki sebelas juta turis yang datang ke Afsel. Kami sebenarnya berharap akan ada lima belas juta turis selama Piala Dunia, tapi itu akan bisa terwujud jika isu kriminalitas sudah tak jadi masalah lagi. Kami ingin mempertahankan reputasi kami dalam memberikan keamanan selama event berlangsung."
Sementara itu, presiden Afsel Jacob Zuma juga mengomentari tentang keamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2010. Menurutnya, kejahatan di sana sudah bisa diatasi, dan para wisatawan akan dilindungi sepenuhnya.
"Kenyataannya, kami sudah sanggup mengatasi isu krimintalitas. Kami sangat yakin dengan usaha ini. Di saat kami siap menjadi penyelenggara Piala Dunia, maka tentunya kami sudah memperhatikan isu keamanan di dalamnya," ujar Zuma dalam sebuah konferensi beberapa bulan yang lalu.
"Kami siap melindungi siapa saja yang datang. Jika masih ada orang yang meragukan kemampuan kami, mereka harus memperhatikan hal ini secara seksama. Saya menjamin mereka akan datang ke Afsel dengan penuh aman."
Afrika Selatan berhasil menyediakan hampir 150 event olahraga, termasuk Piala Konfederasi FIFA, Liga Primer India tahun lalu, dengan tanpa ada masalah berarti. Meski demikian, Piala Dunia 2010 tentu lebih berat. Namun, pihak penyelenggara sudah mempersiapkan segala kemungkinan dengan sangat baik.
Untuk ajang Piala Dunia ini, pihak pemerintah dan keamanan Afsel sudah melatih sejumlah unit khusus untuk bisa fokus dalam menangani segala masalah yang ada. Contohnya adalah Polisi Ketertiban Umum yang akan mengontrol setiap aksi dari sejumlah suporter atau yang disebut hooliganisme. Ada sekitar 8.500 anggota yang sudah dilatih selama satu tahun penuh di bawah arahan Kepolisian Nasional Prancis, yang berakhir pada November 2009.
Ada unit lain yang disebut Tim Respon Taktis yang akan menyikapi secara serius setiap keluhan selama penyelengaraan Piala Dunia.
"Tujuan kami adalah membangun unit-unit tersebut di sejumlah kota besar, di antaranya Johannesburg, Pretoria, Cape Town, Port Elizabeth, dan Durban. Kami pun sudah membentuk itu semua pada akhir Desember lalu," ujar Vishnu Naidoo, juru bicara pihak keamanan khusus atau South African Police Service (SAPS).
Setiap tim yang akan diturunkan di lapangan sudah menjalani latihan simulasi, berupa antisipasi terhadap bahan-bahan kimia, serangan alat-alat biologis dan radioaktif yang bisa membahayakan keselamatan semua pengunjung turnamen.
Pihak Interpol pun sudah menyatakan komitmen untuk membantu dalam mendukung keamanan negara selama turnamen berlangsung. Organisasi polisi internasional ini akan mendirikan sebuah kantor di Afsel, yang juga akan bertugas dalam melakukan kontrol terhadap setiap orang yang datang, termasuk menyelidiki keaslian paspor.
Apakah Anda masih ragu akan datang ke Afsel untuk menyaksikan Piala Dunia? Pernyataan presiden FIFA Sepp Blatter berikut mungkin bisa meyakinkan pikiran Anda...
"FIFA pastinya sangat percaya dan yakin dengan keamanan di Afrika Selatan. Kami menganggap penyelenggaraan Piala Konfederasi 2009 sudah berlangsung sangat baik. Jadi, sudah saatnya semua pihak untuk bisa menaruh percaya pada kemampuan mereka dalam menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Masalah keamanan adalah urusan pemerintah di sana, dan kami sudah mendapat jaminan akan hal itu. Dengan demikian, sebaiknya sudah tidak ada lagi keraguan dalam benak hati kita," ujar Blatter beberapa saat yang lalu.
Sumber : goal.com
Sebagai penyelenggara Piala Dunia 2010, pemerintah Afsel tentunya sangat berharap isu ini tak menjadi penganggu selama turnamen terakbar empat tahunan itu berlangsung. Mereka pun berusaha sekuat tenaga meyakinkan kepada seluruh publik sepakbola di dunia bahwa Afsel adalah tempat yang sangat aman.
Sebuah lembaga penelitian milik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengkaji tentang isu-isu kriminalitas dan kejahatan di dunia, The United Nations Interregional Crime and Justice Research Institute, telah melakukan penelitian yang sangat penting.
Penelitian tersebut membuahkan hasil bahwa ternyata kejahatan dan kekerasan di Afsel masih terhitung lebih rendah bila dibandingkan negara-negara lainnya di Afrika dan Amerika Latin. Tapi, bila dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia, tingkat kriminalitas di Afsel masih terhitung sangat tinggi. Itulah mengapa banyak wisatawan dari Amerika Serikat dan Eropa yang masih ragu tiap kali akan berkunjung ke sana.
Sebagian besar kejahatan terjadi di pusat kota atau di tempat-tempat tertentu yang jauh dari jangkauan para turis. Dengan demikian, para wisatawan tak perlu khawatir dengan fenomena kejahatan di sana.
Afsel memang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Tercatat ada sebelas juta wisatawan dari berbagai dunia yang berkujung ke Afsel pada setiap tahunnya. Jumlah itu akan membengkak pada tahun ini menyusul diselenggarakannya Piala Dunia 2010.
Isu kriminalitas ternyata telah menjadi cerita fiksi di sana. Ada cerita yang menyebut bahwa dari sekian persen wisatawan yang berkunjung ke Afsel, hanya satu persen yang bisa kembali pulang ke negaranya. Anda tak perlu kaget dengan cerita ini. Sebab, cerita seperti inilah yang sering dikarang oleh sejumlah media. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Fakta yang benar, kejahatan merupakan masalah serius yang sebenarnya tak berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat pada umumnya di sana. Pihak pemerintah dan keamanan setempat telah bekerja keras untuk mengatasi masalah ini. Bahkan, mereka sudah bekerja sama dengan pihak Interpol dan sejumlah agen hukum internasional. Mereka akan selalu bekerja keras untuk mengamankan setiap tempat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2010.
Pihak penyelenggara akan memperhatikan secara seksama isu kejahatan, hooliganisme, dan terorisme. CEO Panitia Lokal Dr. Danny Jordan menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak dengan memberikan harapan akan jaminan keamanan.
"Tanggung jawab kami sebagai penyelanggara adalah membuat rencana besar untuk memberikan keamanan kepada setiap orang yang datang ke turnamen ini," ujar Jordan dalam sebuah knferensi pers. "Itulah mengapa kami memiliki 45.000 polisi tambahan yang direkrut dan juga 41.000 polisi tambahan dari kantor kepolisian."
"Saat ini kami memiliki sebelas juta turis yang datang ke Afsel. Kami sebenarnya berharap akan ada lima belas juta turis selama Piala Dunia, tapi itu akan bisa terwujud jika isu kriminalitas sudah tak jadi masalah lagi. Kami ingin mempertahankan reputasi kami dalam memberikan keamanan selama event berlangsung."
Sementara itu, presiden Afsel Jacob Zuma juga mengomentari tentang keamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2010. Menurutnya, kejahatan di sana sudah bisa diatasi, dan para wisatawan akan dilindungi sepenuhnya.
"Kenyataannya, kami sudah sanggup mengatasi isu krimintalitas. Kami sangat yakin dengan usaha ini. Di saat kami siap menjadi penyelenggara Piala Dunia, maka tentunya kami sudah memperhatikan isu keamanan di dalamnya," ujar Zuma dalam sebuah konferensi beberapa bulan yang lalu.
"Kami siap melindungi siapa saja yang datang. Jika masih ada orang yang meragukan kemampuan kami, mereka harus memperhatikan hal ini secara seksama. Saya menjamin mereka akan datang ke Afsel dengan penuh aman."
Afrika Selatan berhasil menyediakan hampir 150 event olahraga, termasuk Piala Konfederasi FIFA, Liga Primer India tahun lalu, dengan tanpa ada masalah berarti. Meski demikian, Piala Dunia 2010 tentu lebih berat. Namun, pihak penyelenggara sudah mempersiapkan segala kemungkinan dengan sangat baik.
Untuk ajang Piala Dunia ini, pihak pemerintah dan keamanan Afsel sudah melatih sejumlah unit khusus untuk bisa fokus dalam menangani segala masalah yang ada. Contohnya adalah Polisi Ketertiban Umum yang akan mengontrol setiap aksi dari sejumlah suporter atau yang disebut hooliganisme. Ada sekitar 8.500 anggota yang sudah dilatih selama satu tahun penuh di bawah arahan Kepolisian Nasional Prancis, yang berakhir pada November 2009.
Ada unit lain yang disebut Tim Respon Taktis yang akan menyikapi secara serius setiap keluhan selama penyelengaraan Piala Dunia.
"Tujuan kami adalah membangun unit-unit tersebut di sejumlah kota besar, di antaranya Johannesburg, Pretoria, Cape Town, Port Elizabeth, dan Durban. Kami pun sudah membentuk itu semua pada akhir Desember lalu," ujar Vishnu Naidoo, juru bicara pihak keamanan khusus atau South African Police Service (SAPS).
Setiap tim yang akan diturunkan di lapangan sudah menjalani latihan simulasi, berupa antisipasi terhadap bahan-bahan kimia, serangan alat-alat biologis dan radioaktif yang bisa membahayakan keselamatan semua pengunjung turnamen.
Pihak Interpol pun sudah menyatakan komitmen untuk membantu dalam mendukung keamanan negara selama turnamen berlangsung. Organisasi polisi internasional ini akan mendirikan sebuah kantor di Afsel, yang juga akan bertugas dalam melakukan kontrol terhadap setiap orang yang datang, termasuk menyelidiki keaslian paspor.
Apakah Anda masih ragu akan datang ke Afsel untuk menyaksikan Piala Dunia? Pernyataan presiden FIFA Sepp Blatter berikut mungkin bisa meyakinkan pikiran Anda...
"FIFA pastinya sangat percaya dan yakin dengan keamanan di Afrika Selatan. Kami menganggap penyelenggaraan Piala Konfederasi 2009 sudah berlangsung sangat baik. Jadi, sudah saatnya semua pihak untuk bisa menaruh percaya pada kemampuan mereka dalam menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Masalah keamanan adalah urusan pemerintah di sana, dan kami sudah mendapat jaminan akan hal itu. Dengan demikian, sebaiknya sudah tidak ada lagi keraguan dalam benak hati kita," ujar Blatter beberapa saat yang lalu.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment