Real Madrid tampil mengecewakan. Harapan memberi tekanan terhadap Barcelona sampai laga terakhir di kompetisi Primera Liga Spanyol gagal total. Bukannya memenangkan pertandingan, Madrid justru ditahan tuan rumah Malaga 1-1 di Stadion La Rosaleda, Senin (17/5) dinihari WIB.
Dengan hasil itu, Madrid hanya mampu mengoleksi 96 poin. Mereka tak mungkin mengejar perolehan poin Barca yang menghajar Valladolid 4-0 di Nou Camp.
Bahkan Madrid gagal menunjukkan permainan terbaik. Mereka tertinggal lebih dulu melalui gol cepat Duda. Meski sempat membuka harapan memenangkan pertandingan saat Rafael van der Vaart menyamakan kedudukan di babak kedua, namun los Merengues akhirnya gagal menambah gol.
Madrid menghadapi laga yang berat meski menghadapi tim papan bawah. Mereka butuh kemenangan di laga tersebut sambil berharap Barcelona tergelincir di kandang sendiri. Namun, Malaga menolak menyerah. Mereka butuh tambahan poin untuk keluar dari zona degradasi.
Madrid sudah mengancam gawang Malaga melalui Cristiano Ronaldo beberapa saat setelah pertandingan bergulir. Hanya, upaya mantan bintang Manchester United ini gagal. Tendangannya masih melebar.
Sebaliknya, Malaga langsung melakukan tekanan saat menguasai bola. Duda yang masuk ke kotak penalti sempat melepaskan tendangan ke arah gawang Madrid. Namun upayanya berhasil digagalkan oleh kiper Iker Casillas.
Duda tak mengulang kesalahan saat mendapat kesempatan kedua pada menit ke-sembilan. Bekerja sama dengan Felipe Caicedo, ia berhasil lolos dari kawalan pemain belakang Madrid dan menaklukkan Casillas.
Madrid berpeluang menyamakan kedudukan di menit 25 melalui sundulan keras Ronaldo. Hanya, usahanya digagalkan oleh aksi gemilang kiper Gustavo Munua yang berhasil menepis bola ke luar.
Selanjutnya, giliran Van der Vaart yang mengancam pertahanan Malaga dengan tendangan bicycle. Namun, upaya pemain asal Belanda ini gagal dan tendangannya melebar.
Memasuki babak kedua, Madrid diharapkan bangkit. Terutama setelah mendapat kabar Barca sudah unggul 2-0 atas Valladolid. Kenyataannya, mereka tetap gagal.
Serangan Madrid dengan mudah dipatahkan barisan pertahanan Malaga. Apalagi, Munua tampil luar biasa. Ia kembali melakukan penyelamatan gemilang saat menggagalkan tendangan voli Sergio Ramos.
Upaya los Blancos untuk menyamakan kedudukan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-48. Van der Vaart yang mendapat bola dari Marcelo sempat dikepung oleh tiga pemain belakang Malaga. Namun, ia berhasil mengecohnya dan melepaskan tendangan ke gawang.
Setelah gol itu, pemain Madrid mulai bersemangat dan berharap bisa menambah gol. Sergio Ramos kembali mendapat peluang bagus di menit ke-60. Namun, sundulannya masih melambung.
Selanjutnya, Esteban Granero berpeluang mencetak gol. Hanya, tendangannya masih mengenai Van der Vaart sehingga berbelok arah dan bola jatuh ke pelukan Munua.
Menjelang akhir pertandingan, serangan kedua tim mulai menurun. Pemain Madrid terlihat frustrasi karena tak mampu menambah gol. Karim Benzema memiliki dua peluang untuk menguji ketangguhan Munua. Namun kiper asal Uruguay ini tak kesulitan mengatasinya.
Pertandingan diakhiri dengan kartu merah yang diberikan kepada Duda karena terlibat insiden dengan Xabi Alonso. Namun, diusirnya Duda tak mempengaruhi pesta Malaga.
Ya, Malaga berpesta karena berhasil lolos dari ancaman degradasi. Mereka dipastikan bertahan di Primera Liga musim depan.
Sementara, Madrid yang harus memecahkan rekor pembelian pemain saat mendatangkan Ronaldo kembali gagal meraih trophy.
Sumber : goal.com
Dengan hasil itu, Madrid hanya mampu mengoleksi 96 poin. Mereka tak mungkin mengejar perolehan poin Barca yang menghajar Valladolid 4-0 di Nou Camp.
Bahkan Madrid gagal menunjukkan permainan terbaik. Mereka tertinggal lebih dulu melalui gol cepat Duda. Meski sempat membuka harapan memenangkan pertandingan saat Rafael van der Vaart menyamakan kedudukan di babak kedua, namun los Merengues akhirnya gagal menambah gol.
Madrid menghadapi laga yang berat meski menghadapi tim papan bawah. Mereka butuh kemenangan di laga tersebut sambil berharap Barcelona tergelincir di kandang sendiri. Namun, Malaga menolak menyerah. Mereka butuh tambahan poin untuk keluar dari zona degradasi.
Madrid sudah mengancam gawang Malaga melalui Cristiano Ronaldo beberapa saat setelah pertandingan bergulir. Hanya, upaya mantan bintang Manchester United ini gagal. Tendangannya masih melebar.
Sebaliknya, Malaga langsung melakukan tekanan saat menguasai bola. Duda yang masuk ke kotak penalti sempat melepaskan tendangan ke arah gawang Madrid. Namun upayanya berhasil digagalkan oleh kiper Iker Casillas.
Duda tak mengulang kesalahan saat mendapat kesempatan kedua pada menit ke-sembilan. Bekerja sama dengan Felipe Caicedo, ia berhasil lolos dari kawalan pemain belakang Madrid dan menaklukkan Casillas.
Madrid berpeluang menyamakan kedudukan di menit 25 melalui sundulan keras Ronaldo. Hanya, usahanya digagalkan oleh aksi gemilang kiper Gustavo Munua yang berhasil menepis bola ke luar.
Selanjutnya, giliran Van der Vaart yang mengancam pertahanan Malaga dengan tendangan bicycle. Namun, upaya pemain asal Belanda ini gagal dan tendangannya melebar.
Memasuki babak kedua, Madrid diharapkan bangkit. Terutama setelah mendapat kabar Barca sudah unggul 2-0 atas Valladolid. Kenyataannya, mereka tetap gagal.
Serangan Madrid dengan mudah dipatahkan barisan pertahanan Malaga. Apalagi, Munua tampil luar biasa. Ia kembali melakukan penyelamatan gemilang saat menggagalkan tendangan voli Sergio Ramos.
Upaya los Blancos untuk menyamakan kedudukan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-48. Van der Vaart yang mendapat bola dari Marcelo sempat dikepung oleh tiga pemain belakang Malaga. Namun, ia berhasil mengecohnya dan melepaskan tendangan ke gawang.
Setelah gol itu, pemain Madrid mulai bersemangat dan berharap bisa menambah gol. Sergio Ramos kembali mendapat peluang bagus di menit ke-60. Namun, sundulannya masih melambung.
Selanjutnya, Esteban Granero berpeluang mencetak gol. Hanya, tendangannya masih mengenai Van der Vaart sehingga berbelok arah dan bola jatuh ke pelukan Munua.
Menjelang akhir pertandingan, serangan kedua tim mulai menurun. Pemain Madrid terlihat frustrasi karena tak mampu menambah gol. Karim Benzema memiliki dua peluang untuk menguji ketangguhan Munua. Namun kiper asal Uruguay ini tak kesulitan mengatasinya.
Pertandingan diakhiri dengan kartu merah yang diberikan kepada Duda karena terlibat insiden dengan Xabi Alonso. Namun, diusirnya Duda tak mempengaruhi pesta Malaga.
Ya, Malaga berpesta karena berhasil lolos dari ancaman degradasi. Mereka dipastikan bertahan di Primera Liga musim depan.
Sementara, Madrid yang harus memecahkan rekor pembelian pemain saat mendatangkan Ronaldo kembali gagal meraih trophy.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment