Uli Hoeness mengecam putusan UEFA mengenai hukuman yang diterima Franck Ribery. UEFA memutuskan hukuman tiga kali larangan bertanding untuk Franck Ribery.
Bermula dari keputusan tersebut, Hoeness, Presiden Bayern Muenchen, menilai ada sesuatu yang janggal dalam putusan UEFA tersebut. Ia merasa terjadi kecurangan dalam pengambilan keputusan itu.
"Di UEFA, terlalu banyak jajaran direksi yang berasal dari Italia. Mereka sungguh tertarik dengan insiden ini. Pada pertandingan saat Ribery menerima kartu merah, Wasit yang memimpin juga berasal dari Italia. Diantara banyak orang yang berlecimpung dalam UEFA, sangat banyak orang Italia dan tidak ada satupun yang berasal dari Jerman," ungkap Hoeness.
Kenyataan mengenai Ribery diganjar kartu merah pada pertandingan melawan Lyon ditambah gagalnya pengajuan banding Bayern kepada UEFA dan CAS membuat pihak Bayern merasa terpukul. Pada laga final melawan Inter, Bayern disebut-sebut sebagai tim yang tidak diunggulkan untuk menjuarai Liga Champions musim ini.
Sumber : duniasoccer.com
Bermula dari keputusan tersebut, Hoeness, Presiden Bayern Muenchen, menilai ada sesuatu yang janggal dalam putusan UEFA tersebut. Ia merasa terjadi kecurangan dalam pengambilan keputusan itu.
"Di UEFA, terlalu banyak jajaran direksi yang berasal dari Italia. Mereka sungguh tertarik dengan insiden ini. Pada pertandingan saat Ribery menerima kartu merah, Wasit yang memimpin juga berasal dari Italia. Diantara banyak orang yang berlecimpung dalam UEFA, sangat banyak orang Italia dan tidak ada satupun yang berasal dari Jerman," ungkap Hoeness.
Kenyataan mengenai Ribery diganjar kartu merah pada pertandingan melawan Lyon ditambah gagalnya pengajuan banding Bayern kepada UEFA dan CAS membuat pihak Bayern merasa terpukul. Pada laga final melawan Inter, Bayern disebut-sebut sebagai tim yang tidak diunggulkan untuk menjuarai Liga Champions musim ini.
Sumber : duniasoccer.com

No comments:
Post a Comment