Thursday, June 24, 2010

Antic Tuding Wasit Ganjal Laju Serbia

Radomir Antic diperingatkan oleh wasit empat saat mealkukan protes (Photo : AP/Hassan Ammar/ip)

Pelatih Serbia Radomir Antic mencela wasit yang memimpin pertandingan kala timnya takluk 1-2 dari Australia, Rabu atau Kamis (25/6) dini hari WIB, menyebabkan timnya harus kehilangan tiket tampil di babak kedua pada ajang Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Serbia patut meradang, karena dua gol yang mereka lesakkan dianulir wasit Jorge Larrioda (Uruguay) yang menyatakan telah terjadi off-side. Antic menuding, pengadil pertandingan sedang pada kondisi 'hari yang gelap'.


Pelatih Serbia Radomir Antic mencela wasit yang memimpin pertandingan kala timnya takluk 1-2 dari Australia, Rabu atau Kamis (25/6) dini hari WIB, menyebabkan timnya harus kehilangan tiket tampil di babak kedua pada ajang Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Serbia patut meradang, karena dua gol yang mereka lesakkan dianulir wasit Jorge Larrioda (Uruguay) yang menyatakan telah terjadi off-side. Antic menuding, pengadil pertandingan sedang pada kondisi 'hari yang gelap'.

"Kami memiliki dua gol yang dianulir, gol pertama kami itu sungguh-sungguh tidak off-side. Kami juga tidak mendapat penalti ketika terjadi handsball, padahal kami dua kali menerima hukuman penalti karena hal serupa di dua pertandingan kami sebelumnya," cetus Antic.

"Ini bukan hari yang gelap bagi sepak bola Serbia, tetapi wasit dan asisten yang mengalami hari gelap dan menghasilkan keputusan buruk. Kami juga akui banyak peluang terbuang di babak pertama," jelas Antic.

"Kami telah pertontonkan, kami layak untuk bersaing di Piala Dunia dan sepak bola ternyata tidak adil bagi kami di sini. Itu terlihat di pertandingan ini, tim yang lebih bagus tidak selalu bisa memenangi pertandingan," tutur Antic.

Secara jantan Antic memuji gol pertama Australia yang membuat timnya terhenyak. "Kami tidak mampu bangkit hingga akhirnya bisa melakukannya di akhir pertandingan, ketika kami merasa mampu untuk lolos ke 16 besar," jelasnya mengenai kelambanan timnya kembali ke performa terbaik.

Bek sentral Nemanja Vidic mengakui, penampilan timnya sangat prima di babak pertama. "Itu penampilan terbaik kami semenjak mengalahkan Rumania 5-0 di kualifikasi," cetus bek andalan Manchester United itu.

"Australia bermain agresif di babak kedua dan kami harus berlari, karena mereka memainkan bola panjang yang langsung menusuk ke kotak penalti kami," tutur Vidic.

Vidic tidak menutupi rasa penyesalan kegagalan timnya lolos ke babak kedua, padahal mereka tinggal membutuhkan satu angka saja untuk lolos. "Kami merasa bisa lolos setelah mengalahkan Jerman yang membuka peluang kami untuk melaju," ungkap bek yang kini menjadi incaran klub besar seperti Real Madrid Spanyol itu.

Sumber : mediaindonesia.com

No comments:

Post a Comment