Korea Utara memang kalah 1-2 dari Brasil. Namun, pertahanan Chollima (julukan Korut) mendapatkan pujian dari pelatih Carlos Dunga. Apa katanya?
Korut sempat tampil mengejutkan di babak pertama. Meski Brasil tampil sangat dominan, namun skuad Kim Jong-Hun secara mengejutkan berhasil mengimbangi permainan juara dunia lima kali itu.
“Setiap tim memang harus efesien di Piala Dunia. Kami harus memiliki kualitas dan pertahanan secara seimbang. Kami tidak bermain bagus di babak pertama, kami tampil lebih baik di babak kedua,” ungkap Dunga.
“Kami bergerak lebih cepat dan menciptakan banyak peluang. Jelas, kami ingin menghasilkan gol tanpa kemasukan, tapi pertandingan pertama selalu berat,” lanjut mantan kapten Timnas Samba itu.
“Kemasukkan gol selalu terjadi kepada semua tim. Hal seperti ini sangat normal dalam sebuah pertandingan sepakbola,” tambah mantan pemain Fiorentina dan Stuttgart tersebut seperti dilansir Goal, Rabu (16/6/2010).
Pertahanan Korut memang sangat mengesankan. Beruntung, Brasil berhasil memecah kebuntuan lewat Douglas Maicon dan Elano Blummer, sebelum Korut memperkecil ketinggalan lewat Ji Yun-Nam. Ini membuat Dunga terpana.
“Sulit melawan tim yang bertahan total. Anda harus menggerakan bola dan menciptakan ruang. Cara Korut bergerak menutup pergerakan lawan memang nyaris sempurna,” tandas gelandang 46 tahun itu.
Sumber : okezone
Korut sempat tampil mengejutkan di babak pertama. Meski Brasil tampil sangat dominan, namun skuad Kim Jong-Hun secara mengejutkan berhasil mengimbangi permainan juara dunia lima kali itu.
“Setiap tim memang harus efesien di Piala Dunia. Kami harus memiliki kualitas dan pertahanan secara seimbang. Kami tidak bermain bagus di babak pertama, kami tampil lebih baik di babak kedua,” ungkap Dunga.
“Kami bergerak lebih cepat dan menciptakan banyak peluang. Jelas, kami ingin menghasilkan gol tanpa kemasukan, tapi pertandingan pertama selalu berat,” lanjut mantan kapten Timnas Samba itu.
“Kemasukkan gol selalu terjadi kepada semua tim. Hal seperti ini sangat normal dalam sebuah pertandingan sepakbola,” tambah mantan pemain Fiorentina dan Stuttgart tersebut seperti dilansir Goal, Rabu (16/6/2010).
Pertahanan Korut memang sangat mengesankan. Beruntung, Brasil berhasil memecah kebuntuan lewat Douglas Maicon dan Elano Blummer, sebelum Korut memperkecil ketinggalan lewat Ji Yun-Nam. Ini membuat Dunga terpana.
“Sulit melawan tim yang bertahan total. Anda harus menggerakan bola dan menciptakan ruang. Cara Korut bergerak menutup pergerakan lawan memang nyaris sempurna,” tandas gelandang 46 tahun itu.
Sumber : okezone

No comments:
Post a Comment