Wednesday, June 16, 2010

Jabulani Antitempat Tinggi

Bek tim nasional Aljazair, Madjid Bougherra, menilai tak ada yang salah dengan karakter bola resmi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Jabulani. Hanya saja, menurutnya, Jabulani tak cocok dimainkan di dataran tinggi, seperti Afrika Selatan (Polokwane, misalnya, berada 4.000 kaki di atas permukaan laut).

Selama Piala Dunia ini, banyak pemain mengeluhkan Jabulani. Menurut mereka, Jabulani sulit dikendalikan dan ditebak arahnya atau terlalu licin.

Bougherra mengakui adanya masalah tersebut. Namun, ia menjelaskan, ketika mencoba Jabulani di klubnya, Glasgow Rangers (Skotlandia), ia tak pernah mengalami masalah tersebut. Selain itu, karakter permukaan lapangan juga disebutnya memengaruhi karakter Jabulani.

"Dengan bola ini dan lapangan baru (yang berpermukaan setengah rumput alami dan setengah lagi rumput buatan), kiper akan mengatakan bahwa bola ini meluncur dengan cepat. Biasanya, ketika aku di Glasgow, bola-bola ini bagus, tetapi di sini melesat dengan cepat," ungkap Bougherra.

Menegaskan hal itu, produsen Jabulani, perusahaan alat olahraga Adidas, mengatakan bahwa bola itu sudah diuji di beberapa klub top Eropa dan tak ada keluhan seperti yang diungkapkan para pemain di Piala Dunia ini.

"Saya tak akan mengatakan bahwa saya tak terkejut mendengar reaksi negatif itu. Itu normal ketika ada bola baru dan pemain harus membiasakan diri menggunakannya," kata juru bicara Adidas, Thomas Schaikvan.

"Yang aneh adalah orang mengatakan bola ini lebih ringan. Itu tak benar. Ada spesifikasi FIFA dan standar kami secara signifikan lebih ketat dari itu."

"Kami tak berkonsentrasi menjadikan bola lebih cepat. Kami ingin menciptakan bola yang lebih stabil. Namun, bermain di ketinggian berbeda dengan bermain di wilayah yang selevel dengan permukaan laut. Itu adalah ilmu pengetahuan sederhana," paparnya.

Sumber : kompas.com

No comments:

Post a Comment