Kamerun mendapat pelajaran berharga setelah dikalahkan Jepang di laga penyisihan grup Piala Dunia 2010. Kegagalan itu akibat kegugupan mereka di laga perdana.
Dalam laga tersebut, "Singa Gurun" memakai formasi 4-3-3 dengan Samuel Eto'o di sayap kanan. Namun, sepanjang babak pertama, mereka sering kehilangan bola. Umpan-umpan mereka sering jatuh ke kekuasaan Jepang, yang bermain lebih rapat.
Masalah lainnya, Kamerun tak pernah menjaga Daisuke Matsui di sayap kiri pertahanan mereka. Akibatnya, Matsui beberapa kali berhasil mengirim umpan ke depan gawang. Salah satunya berbuah gol dari kaki Keisuke Honda dan gol ini sudah cukup untuk mengalahkan Kamerun.
"Kami terlalu gugup di babak pertama. Kami kehilangan begitu banyak bola karena kami gugup dan itu sebabnya saya kecewa malam ini," kata Pelatih Kamerun, Paul Le Guen.
"Mereka tidak bermain pada kemampuan terbaik mereka dan kami tidak mampu melepaskan potensi kami malam ini dan ini sangat mengecewakan," tambahnya.
Di babak kedua, Kamerun berusaha bermain lebih rapi. Eto'o mulai sering ke tengah untuk melancarkan serangan. Namun, karena tak kunjung mencetak gol, mereka memainkan umpan-umpan panjang. Ini pun tidak efektif karena Jepang sudah bisa menebaknya.
Sumber : kompas.com
Dalam laga tersebut, "Singa Gurun" memakai formasi 4-3-3 dengan Samuel Eto'o di sayap kanan. Namun, sepanjang babak pertama, mereka sering kehilangan bola. Umpan-umpan mereka sering jatuh ke kekuasaan Jepang, yang bermain lebih rapat.
Masalah lainnya, Kamerun tak pernah menjaga Daisuke Matsui di sayap kiri pertahanan mereka. Akibatnya, Matsui beberapa kali berhasil mengirim umpan ke depan gawang. Salah satunya berbuah gol dari kaki Keisuke Honda dan gol ini sudah cukup untuk mengalahkan Kamerun.
"Kami terlalu gugup di babak pertama. Kami kehilangan begitu banyak bola karena kami gugup dan itu sebabnya saya kecewa malam ini," kata Pelatih Kamerun, Paul Le Guen.
"Mereka tidak bermain pada kemampuan terbaik mereka dan kami tidak mampu melepaskan potensi kami malam ini dan ini sangat mengecewakan," tambahnya.
Di babak kedua, Kamerun berusaha bermain lebih rapi. Eto'o mulai sering ke tengah untuk melancarkan serangan. Namun, karena tak kunjung mencetak gol, mereka memainkan umpan-umpan panjang. Ini pun tidak efektif karena Jepang sudah bisa menebaknya.
Sumber : kompas.com

No comments:
Post a Comment