Instrumen menyerupai terompet itu memang kerap menjadi andalan suporter sepakbola saat membela tim kesayangan mereka. Namun, suara keras yang dihasilkan vuvuzela, menuai keluhan dari para pelatih maupun pemain.
Sebagian pihak bahkan mendesak panitia Piala Dunia 2010 melarang keberadaan vuvuzela sepanjang turnamen. Jika itu terjadi, tampaknya Parreira akan menjadi orang pertama yang menentangnya.
Menurut pelatih berkebangsaan Brasil, vuvuzela sangat penting dalam sebuah pertandingan. Mantan pelatih Selecao dan Uni Arab Emirat berkeras, vuvuzela tak ubahnya seperti "pemain ke-12" di lapangan.
"Kami siap membuat negeri ini bangga. Dukungan fans sangat terasa saat kami menghadapi Kolombia, kegairahan maupun tekanannya," ungkap Parreira merujuk pada kemenangan Bafana Bafana atas Kolombia pada laga ujicoba, pekan lalu.
"Kami butuh vuvuzela. Itu merupakan pemain ke-12 yang akan banyak membantu kami," pungkas pelatih 67 tahun.
Sumber : okezone.com

No comments:
Post a Comment