Sunday, July 11, 2010

Media Jerman Rayakan Keberhasilan Skuat Panser

Media massa Jerman, Minggu (11/7), menghormati sukses yang ditorehkan skuat Panser dengan bangkit untuk membalikkan keadaan sehingga unggul 3-2 atas Uruguay pada duel perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Kemenangan yang dianggap menyamai sukses ketika mereka menjadi tuan rumah, empat tahun lalu.

Para komentator menganggap, sukses pasukan muda asuhan Joachim Loew itu merupakan pertanda bagus untuk prestasi di masa mendatang. Jerman mampu menjungkalkan dua tim yang penuh pemain berpengalaman seperti Inggris dan Argentina, sebelum laju Lukas Podolski dan kawan-kawan dipecundangi Spanyol di semifinal.

Media massa Jerman juga menyatakan, ini kali kedua mereka menempati posisi ketiga secara beruntun di ajang seakbar Piala Dunia. Sedangkan pada 2002, Jerman bahkan menjadi runner-up, setelah dikalahkan Brasil di laga pamungkas.

"Terima kasih kepada pemain yang memberikan Jerman perayaan di Piala Dunia," tulis Bild am Sonntag. "Ini Piala Dunia musim panas indah yang Anda berikan kepada kami. Joachim Loew telah memadukan tim yang menjadi dambaan semua masyarakat Jerman."

Miriam Nyary menulis, tim Panser telah memberikan sesuatu yang spesial untuk negeri itu. Kebanggaan baru bagi kaum imigran di Jerman. Tim yang didukung pemain dari multi budaya dan memperlihatkan kepada masyarakat Jerman dan dunia bahwa Jerman, kendati sempat disangkal, merupakan bangsa imigran.

"Anda telah menciptakan sesuatu yang ajaib di lapangan dan memberikan kita semua serasa Jerman sebagai rumah sendiri, terlihat dari sensasi masyarakat yang menonton di lapangan, serta melalui layar televisi di rumah," tulis Nyary. "Dari menit pertama, Anda telah menyeterum kami, membuat kami gemetar, bersorak, dan menangis," tambahnya.

"Tapi itu bukan hanya kebijakan Jerman yang biasa, dan memberi kita begitu banyak kegembiraan ... di tempat-tempat menonton bersama, orang Jerman dan orang Turki saling berpelukan setelah Mesut Ozil mencetak gol kemenangan melawan Ghana. Ini perasaan multi-budaya akan tetap lama bersemayam setelah Piala Dunia."

Sementara itu, surat kabar konservatif Frankfurter Allgemeine Zeitung memberikan sanjungan kepada gurita Paul yang telah tepat menebak semua pertandingan Jerman, termasuk dua kekalahan yang dialami skuat Panser sepanjang Piala Dunia 2010. "Gurita Paul (di taman laut) di Oberhausen telah memilih dengan tepat," tulis koran itu. "Selama tujuh pertandingan secara beruntun yang dilakukan Jerman, Paul telah menebak dengan jitu tim yang menjadi pemenang."

Masyarakat Jerman terus melambaikan bendera kebangsaan mereka, setelah keberhasilan mengalahkan Uruguay. Masyarakat di seluruh penjuru Jerman berpesta, kendati mereka hanya menjadi peringkat ketiga di Piala Dunia tahun ini.

Surat kabar Sueddeutsche Zeitung yang terbit di Muenchen menyatakan Jerman mendapat keberuntungan sehingga dapat mengalahkan Uruguay. "Jerman memenangi pertandingan atas Uruguay dan menempati posisi ketiga," tulis koran itu. "Tetapi tum terlihat lebih seperti band musik rock yang tampil lebih atraktif dan sangat antusias dari awal hingga akhir konser," tambah Sueddeutsche. "Tim telah menunjukkan mereka punya masa depan, dan mampu merebut kemenangan di laga besar saat ini."

Guenter Netzer, mantan gelandang Jerman dan saat ini menjadi pengamat sepak bola di televisi menulis di kolom surat kabar Bild am Sonntag," Kendati mereka tidak berhasil meraih hadiah tertinggi, Anda harus memberikan pujian dengan tim yang benar-benar tampil dengan performa terbaik. Kesempatan begitu besar dan tim ini akan memberikan hadiah tertinggi di turnamen selanjutnya."

Surat kabar Welt am Sonntag juga melihat masa depan cerah bagi skuat Panser. "Tim ini masih muda dan membutuhkan tambahan pengalaman, jadi mereka akan tampil lebih berani ketimbang duel semifinal pekan lalu untuk dua tahun hingga empat tahun mendatang, atau mungkin memenangi juara di perhelatan selanjutnya. Lepas dari itu semua, ini pencapaian setelah 14 tahun kita menjadi pemenang di turnamen ini."

Sumber : mediaindonesia.com

No comments:

Post a Comment