Direktur Umum Liverpool, Christian Purslow(AFP/ANDREW YATES)
Direktur Umum Liverpool, Christian Purslow, menyatakan, direksi tak akan menyetujui usaha pemilik klub, Tom Hicks dan George Gillet mengatur penjadwalan ulang tenggat pembayaran utang kepada Royal Bank of Scotland (RBS). Bila begitu, terhitung sejak 6 Oktober mendatang, keduanya akan kehilangan hak sebagai pemilik.
"(Penjadwalan ulang tanggal tenggat utang) membutuhkan persetujuan dewan direksi dan anggota lain telah menegaskan itu bukanlah apa yang kami inginkan terjadi. Sejauh ini, tampaknya, begitu," ungkap Purslow.
Hicks dan Gillet berutang sebesar 237 juta poundsterling kepada RBS. Menurut pemberitaan di Inggris, RBS menetapkan tanggal 6 Oktober sebagai hari terakhir pelunasan. Bila tidak, RBS akan mengambil alih Liverpool dari keduanya dan dengan begitu juga berhak menjualnya.
Hicks dan Gillet sudah menyatakan siap menjual kepemilikan mereka dan menurut Purslow, sejauh ini sudah ada sejumlah calon investor, tetapi negosiasi baru tiba di level awal.
Meski begitu, media-media Inggris mengatakan, Hicks dan Gillet juga menegosiasikan penjadwalan ulang tenggat pembayaran utang dengan RBS. Sebanyak tiga dari lima anggota dewan direksi menolak rencana tersebut.
Direksi menolak, menurut media-media Inggris, karena penjadwalan ulang tenggat utang itu mensyaratkan Liverpool untuk menjaminkan sejumlah asetnya.
Selain itu, dikatakan pula, Hicks dan Gillet mengusahakan meminjam uang dari tempat lain untuk membayar utang kepada RBS dan dengan begitu ada kesempatan untuk menjual Liverpool lebih mahal, dibanding bila diambil alih dan dijual oleh RBS.
Dewan direksi Liverpool diisi oleh Hicks, Gillet, Purslow, Martin Broughton, dan Ian Ayre.
Sumber : kompas.com"(Penjadwalan ulang tanggal tenggat utang) membutuhkan persetujuan dewan direksi dan anggota lain telah menegaskan itu bukanlah apa yang kami inginkan terjadi. Sejauh ini, tampaknya, begitu," ungkap Purslow.
Hicks dan Gillet berutang sebesar 237 juta poundsterling kepada RBS. Menurut pemberitaan di Inggris, RBS menetapkan tanggal 6 Oktober sebagai hari terakhir pelunasan. Bila tidak, RBS akan mengambil alih Liverpool dari keduanya dan dengan begitu juga berhak menjualnya.
Hicks dan Gillet sudah menyatakan siap menjual kepemilikan mereka dan menurut Purslow, sejauh ini sudah ada sejumlah calon investor, tetapi negosiasi baru tiba di level awal.
Meski begitu, media-media Inggris mengatakan, Hicks dan Gillet juga menegosiasikan penjadwalan ulang tenggat pembayaran utang dengan RBS. Sebanyak tiga dari lima anggota dewan direksi menolak rencana tersebut.
Direksi menolak, menurut media-media Inggris, karena penjadwalan ulang tenggat utang itu mensyaratkan Liverpool untuk menjaminkan sejumlah asetnya.
Selain itu, dikatakan pula, Hicks dan Gillet mengusahakan meminjam uang dari tempat lain untuk membayar utang kepada RBS dan dengan begitu ada kesempatan untuk menjual Liverpool lebih mahal, dibanding bila diambil alih dan dijual oleh RBS.
Dewan direksi Liverpool diisi oleh Hicks, Gillet, Purslow, Martin Broughton, dan Ian Ayre.

No comments:
Post a Comment