Wednesday, October 13, 2010

Aksi Hooligan Pahit Buat Anak-anak


Suporter Serbia mulai menyerang polisi saat tim mereka bertanding melawan tuan rumah Italia. Karena kekacauan, pertandingan ini akhirnya dihentikan. (AFP/Olivier Morin)

Pelatih Italia, Cesare Prandelli, mengaku kecewa pertandingan antara timnya melawan Serbia dalam kualifikasi Euro 2012 Grup C di Stadion Luigi Ferraris, harus terhenti akibat ulah Hooligan. Baginya, aksi tersebut telah merugikan kedua belah pihak terutama anak-anak yang sangat antusias menyaksikan pertandingan.


"Kami tidak bermain. Saya belum pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya. Apa yang bisa saya katakan? Ada sebuah kekecewaan yang besar dan kepahitan, terutama bagi anak-anak yang sangat antusias menyaksikan pertandingan ini. Kami tidak bisa memprediksi situasi ini dan sangat mengecewakan," keluh Prandelli.

"Tampaknya mereka terorganisasi. Pemain dan pelatih Serbia terdengar juga diserang. Sebelum pertandingan, kiper Serbia (Stojkovic) berada di kamar ganti dan bukan hanya takut untuk bermain, ia juga takut untuk kembali pulang. Ia tidak mengerti apa-apa," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wasit Craig Thompson memutuskan menghentikan pertadingan tersebut karena aksi Hooligan semakin tak terkendali di dalam stadion. Mereka merobek jaring pengaman, menghancurkan tembok pleziglass, dan melemparkan benda-benda keras kepada polisi dan suporter Italia. Bahkan, kiper Italia, Emiliano Viviano, nyaris mendapatkan lemparan bom asap dari suporter Serbia.

Aksi ini merupakan rembetan dari aksi sebelumnya. Pendukung Serbia sempat menyerang bus tim sebelum laga dimulai. Kiper Valdi Stojkovic menjadi korban lemparan bom asap. Diduga aksi Hooligan itu akibat kecewa dengan penampilan Serbia pada babak kualifikasi.

Sumber : kompas.com

No comments:

Post a Comment