Presiden federasi sepak bola internasional (FIFA), Sepp Blatter mengaku terpukul oleh skandal suap di organisasi yang ia pimpin. Ia berjanji akan segera mengusutnya.
Skandal suap di FIFA diungkap Sunday Times, Minggu (17/10/2010). Menurut surat kabar itu, reporternya telah memfilmkan dua anggota eksekutif FIFA. Mereka, Amos Adamu dari Nigeria dan Reynald Temarii dari Tahiti, menjual hak pilihnya untuk membantu Amerika Serikat (AS) menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dalam bidding 2 Desember nanti.
Dalam suratnya kepada anggotanya, Blatter menyatakan, berita Sunday Times terasa tak menyenangkan. "Informasi dalam artikel itu memberi dampak sangat negatif kepada FIFA dan proses pemiloihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022," jelas Blatter.
Dia juga meminta para anggota eksekutif lain tak berkomentar untuk publik. Namun, pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 tetap akan digelar pada 2 Desember nanti, tanpa penundaan.
Sumber : kompas.com
Skandal suap di FIFA diungkap Sunday Times, Minggu (17/10/2010). Menurut surat kabar itu, reporternya telah memfilmkan dua anggota eksekutif FIFA. Mereka, Amos Adamu dari Nigeria dan Reynald Temarii dari Tahiti, menjual hak pilihnya untuk membantu Amerika Serikat (AS) menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dalam bidding 2 Desember nanti.
Dalam suratnya kepada anggotanya, Blatter menyatakan, berita Sunday Times terasa tak menyenangkan. "Informasi dalam artikel itu memberi dampak sangat negatif kepada FIFA dan proses pemiloihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022," jelas Blatter.
Dia juga meminta para anggota eksekutif lain tak berkomentar untuk publik. Namun, pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 tetap akan digelar pada 2 Desember nanti, tanpa penundaan.
Sumber : kompas.com

No comments:
Post a Comment