Jangan pernah mengasari seorang presiden dalam sebuah pertandingan olah raga. Terlebih bila presiden yang dimaksud adalah kepala negara Bolivia, Evo Morales.
Baru-baru ini, pria berusia 50 tahun tersebut diundang berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan yang digelar sebagai acara peresmian renovasi sebuah stadion sepak bola di La Paz, ibu kota Bolivia. Morales setuju meski tim lawan diisi sejumlah musuh politiknya.
Saat laga berjalan lima menit, Morales sepertinya merasa dikerjai oleh pemain lawan bernama Daniel Gustavo Cartagena. Awalnya ia tak bisa berbuat banyak karena wasit Luis Revilla yang juga merupakan Wali Kota La Paz sepertinya tidak melihat insiden apa pun.
Kesempatan bagi sang presiden muncul ketika terjadi pelanggaran di tengah lapangan. Morales dan Cartagena sebenarnya tak terlibat dalam pelanggaran tersebut.
Hanya Morales terlihat berlari menghampiri Cartagena. Entah apa yang diucapkan, yang jelas pemimpin Partai Gerakan Sosialis (MAS) tersebut menunjuk pergelangan kaki kanannya yang mungkin ditendang oleh Cartagena.
Melihat sang lawan tak terlalu menggubris, Morales pun emosi. Kontan saja ia menendangkan lututnya ke arah pangkal paha Cartagena yang lantas terkapar kesakitan.
"Saya mengoper bola dan tiba-tiba menerima tendangan keras di kaki bagian bawah. Itu bukan kali pertama dia melakukannya," ucap Morales kepada sejumlah wartawan seperti dilansir Insideworldsoccer.
Anehnya, Morales sama sekali tak mendapat peringatan apa pun. Justru Cartagena yang diganjar kartu merah dan bahkan diancam bakal dipenjara karena ulahnya. Laga itu sendiri berkesudahan 4-4 dengan dua pemain dari masing-masing tim diusir keluar, termasuk Cartagena dan salah satu pengawal sang presiden.
(Andrew Sihombing)
Sumber : bolanews.com
Baru-baru ini, pria berusia 50 tahun tersebut diundang berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan yang digelar sebagai acara peresmian renovasi sebuah stadion sepak bola di La Paz, ibu kota Bolivia. Morales setuju meski tim lawan diisi sejumlah musuh politiknya.
Saat laga berjalan lima menit, Morales sepertinya merasa dikerjai oleh pemain lawan bernama Daniel Gustavo Cartagena. Awalnya ia tak bisa berbuat banyak karena wasit Luis Revilla yang juga merupakan Wali Kota La Paz sepertinya tidak melihat insiden apa pun.
Kesempatan bagi sang presiden muncul ketika terjadi pelanggaran di tengah lapangan. Morales dan Cartagena sebenarnya tak terlibat dalam pelanggaran tersebut.
Hanya Morales terlihat berlari menghampiri Cartagena. Entah apa yang diucapkan, yang jelas pemimpin Partai Gerakan Sosialis (MAS) tersebut menunjuk pergelangan kaki kanannya yang mungkin ditendang oleh Cartagena.
Melihat sang lawan tak terlalu menggubris, Morales pun emosi. Kontan saja ia menendangkan lututnya ke arah pangkal paha Cartagena yang lantas terkapar kesakitan.
"Saya mengoper bola dan tiba-tiba menerima tendangan keras di kaki bagian bawah. Itu bukan kali pertama dia melakukannya," ucap Morales kepada sejumlah wartawan seperti dilansir Insideworldsoccer.
Anehnya, Morales sama sekali tak mendapat peringatan apa pun. Justru Cartagena yang diganjar kartu merah dan bahkan diancam bakal dipenjara karena ulahnya. Laga itu sendiri berkesudahan 4-4 dengan dua pemain dari masing-masing tim diusir keluar, termasuk Cartagena dan salah satu pengawal sang presiden.
(Andrew Sihombing)
Sumber : bolanews.com

No comments:
Post a Comment