Tuesday, November 30, 2010

BBC 'Serang' Anggota Eksekutif FIFA

Tiga anggota eksekutif FIFA dibayangi tuduhan korupsi melalui tayangan dokumenter BBC, Senin malam waktu setempat. Sial bagi FIFA, ketiga anggota ini merupakan sosok yang berpengaruh dalam penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.


Dalam program bertajuk Panorama, BBC menuding tiga anggota eksekutif FIFA Ricardo Teixeira (Brasil), Issa Hayatou (Afrika Selatan), serta Nicolas Leoz (Amerika Selatan) telah menerima suap dari International Sports and Leisure (ISL), firma marketing olahraga yang sempat menjadi partner FIFA sebelum jatuh bangkrut, 2001 silam.

Bukan hanya itu, Panorama juga menyebut anggota eksekutif FIFA lainnya, Jack Warner (Trinidad), berupaya menjual tiket Piala Dunia melalui pasar gelap.

Dalam tayangan tersebut, Panorama mengungkapkan sebuah dokumen rahasia ISL yang berisi rincian 175 pembayaran senilai 100 juta dolar pada kurun 1989-1999. Sebagian besar pembayaran itu disalurkan melalui sejumlah perusahaan di Liechtenstein, dimana uang tersebut akhirnya diterima para ofisial FIFA.

ISL sendiri bangkrut pada 2001 setelah dituding melakukan suap terkait masalah hak siar televisi.

Presiden FIFA Sepp Blatter enggan memberi komentar seputar tuduhan tersebut. Namun, akibat tayangan tersebut, lembaga anti-korupsi Transparency International mendesak FIFA menunda pemilihan suara untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang sedianya digelar 2 Desember mendatang.

"Pemilihan suara untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, yang dijadwalkan pada 2 Desember 2010, harus ditunda hingga terdapat kejelasan seputar tuduhan ini. Pasalnya, tuduhan ini telah mencemarkan proses pengambilan keputusan FIFA sehingga keputusan apapun yang diambil sekarang ini hanya akan meningkatkan kontroversi," demikian pernyataan Transparency International Swiss seperti disitat Yahoo Sports, Selasa (30/11/2010).

Sumber :okezone.com

No comments:

Post a Comment