Pelatih Real Madrid Jose Mourinho merasakan dirinya begitu bebas ketika mendapat sanksi skors selama 12 hari. Itulah masa di mana ia menikmati hari terbaik di Madrid, tanpa repot berurusan dengan pers.
Mourinho mendapatkan skors untuk dua kali laga itu setelah ia memprotes wasit dalam pertandingan Copa del Rey melawan Murcia, dua pekan lalu. Sesaat sebelum skors itu diberikan, pelatih asal Portugal itu sempat mengkritik Sporting Gijon sebagai tim yang gampang menyerah di hadapan Barcelona.
Pelatih Gijon, Manuel Preciado, langsung membalas sindiran Mourinho itu secara lantang. Dikatakannya, Mourinho bukan pelatih profesional dan tidak punya tata krama.
Tak ingin perang mulut itu semakin panas, "El Real" membatalkan jumpa pers menjelang laga versus Gijon. Madrid kembali meniadakan temu wartawan jelang duel lawan Athletic Bilbao, Sabtu (20/11/2010).
"Itu 12 hari terindah bagi saya di Madrid. Bersama pemain, tenang, tanpa media, tanpa apa pun. Namun, cuma 12 hari dan saya harus kembali untuk ngomong. Ada orang yang mendapatkan publikasi gratis begitu lama," kata Mourinho, yang tampak berusaha menghindari kamera ketika duduk di tribun penonton menyaksikan timnya bermain melawan Gijon dan Bilbao.
"Saya tidak kecewa kepada diri saya sama sekali dan Sporting Gijon telah membantu saya karena ada baiknya mengenal orang. Banyak orang mendapatkan publikasi gratis akhir-akhir ini," sebutnya merujuk kepada para pemain Athletic Bilbao yang mendukung Preciado.
Ini bukan untuk pertama kalinya Mourinho menghindar dari pers di kancah liga. Ketika ia masih melatih Chelsea dan Inter Milan pun ia kerap bermasalah dengan para juruwarta setempat. Pernyataannya yang kontroversial juga kerap mendatangkan sanksi bagi dirinya sendiri. Namun, itu tak menghalangi prestasi yang ia raih bersama timnya.
Sumber : kompas.com
Mourinho mendapatkan skors untuk dua kali laga itu setelah ia memprotes wasit dalam pertandingan Copa del Rey melawan Murcia, dua pekan lalu. Sesaat sebelum skors itu diberikan, pelatih asal Portugal itu sempat mengkritik Sporting Gijon sebagai tim yang gampang menyerah di hadapan Barcelona.
Pelatih Gijon, Manuel Preciado, langsung membalas sindiran Mourinho itu secara lantang. Dikatakannya, Mourinho bukan pelatih profesional dan tidak punya tata krama.
Tak ingin perang mulut itu semakin panas, "El Real" membatalkan jumpa pers menjelang laga versus Gijon. Madrid kembali meniadakan temu wartawan jelang duel lawan Athletic Bilbao, Sabtu (20/11/2010).
"Itu 12 hari terindah bagi saya di Madrid. Bersama pemain, tenang, tanpa media, tanpa apa pun. Namun, cuma 12 hari dan saya harus kembali untuk ngomong. Ada orang yang mendapatkan publikasi gratis begitu lama," kata Mourinho, yang tampak berusaha menghindari kamera ketika duduk di tribun penonton menyaksikan timnya bermain melawan Gijon dan Bilbao.
"Saya tidak kecewa kepada diri saya sama sekali dan Sporting Gijon telah membantu saya karena ada baiknya mengenal orang. Banyak orang mendapatkan publikasi gratis akhir-akhir ini," sebutnya merujuk kepada para pemain Athletic Bilbao yang mendukung Preciado.
Ini bukan untuk pertama kalinya Mourinho menghindar dari pers di kancah liga. Ketika ia masih melatih Chelsea dan Inter Milan pun ia kerap bermasalah dengan para juruwarta setempat. Pernyataannya yang kontroversial juga kerap mendatangkan sanksi bagi dirinya sendiri. Namun, itu tak menghalangi prestasi yang ia raih bersama timnya.
Sumber : kompas.com

No comments:
Post a Comment