Ukraina terus berbenah. Salah satu pembenahan itu berbentuk kursus bahasa Inggris bagi polisi. Ya, polisi salah satu tuan rumah Euro 2012 tersebut tidak hanya harus mampu menangani berbagai aksi suporter, tapi juga piawai berkomunikasi secara baik dan lancar dengan turis. ”Welcome to Ukraine! I am a state traffic inspector (Selamat datang di Ukraina! Saya adalah petugas lalu lintas, Red).” Begitulah salah satu kalimat pembuka yang kini dipelajari polisi lalu lintas Ukraina di markas besar mereka di Kiev seperti dilansir Reuters.
Di salah satu ruang, 20 polisi berseragam biru gelap serius belajar bahasa. Beberapa kali mereka melafalkan kalimat berbahasa Inggris, menirukan ucapan sang guru. Di meja masing-masing terdapat notes untuk mencatat pelasekalipun rata-rata polisi itu berusia 40-an tahun. Kebijakan kursus bahasa tersebut muncul karena banyak polisi di Kiev yang tidak bisa berbahasa Inggris.
”Betapa malunya bangsa ini apabila polisi di ibu kota negara tidak bisa berbahasa Inggris,” kritik Wakil Perdana Menteri Ukraina Boris Kolesnikov September lalu.Karena itu, Kementerian Dalam Negeri Ukraina telah mencanangkan kursus bahasa bagi polisi di empat kota venue Euro. Yakni, Kiev, Lviv, Donetsk, dan Kharkiv.
Di Kiev, 500 di antara 16 ribu polisi yang terdaftar telah mengikuti kursus. ”Itu hanya permulaan. Lima ribu polisi segera menyusul. Sebelumnya, ada rencana kursus bahasa Jerman dan Spanyol. Tapi, akhirnya diputuskan fokus bahasa Inggris,” kata Juru Bicara Kepolisian Kiev Volodymyr Plischuk kepada AFP. Di sisi lain, dengan menempuh kursus bahasa, polisi Ukraina seakan menghapus citra negatif mereka yang kerap menjadi oknum dalam kriminalitas dan suka korupsi. Perilaku itu tidak lepas dari gaji kecil dan minimnya tunjangan hari tua yang diterima polisi di sana.
Sumber : www.indopos.co.id
Di salah satu ruang, 20 polisi berseragam biru gelap serius belajar bahasa. Beberapa kali mereka melafalkan kalimat berbahasa Inggris, menirukan ucapan sang guru. Di meja masing-masing terdapat notes untuk mencatat pelasekalipun rata-rata polisi itu berusia 40-an tahun. Kebijakan kursus bahasa tersebut muncul karena banyak polisi di Kiev yang tidak bisa berbahasa Inggris.
”Betapa malunya bangsa ini apabila polisi di ibu kota negara tidak bisa berbahasa Inggris,” kritik Wakil Perdana Menteri Ukraina Boris Kolesnikov September lalu.Karena itu, Kementerian Dalam Negeri Ukraina telah mencanangkan kursus bahasa bagi polisi di empat kota venue Euro. Yakni, Kiev, Lviv, Donetsk, dan Kharkiv.
Di Kiev, 500 di antara 16 ribu polisi yang terdaftar telah mengikuti kursus. ”Itu hanya permulaan. Lima ribu polisi segera menyusul. Sebelumnya, ada rencana kursus bahasa Jerman dan Spanyol. Tapi, akhirnya diputuskan fokus bahasa Inggris,” kata Juru Bicara Kepolisian Kiev Volodymyr Plischuk kepada AFP. Di sisi lain, dengan menempuh kursus bahasa, polisi Ukraina seakan menghapus citra negatif mereka yang kerap menjadi oknum dalam kriminalitas dan suka korupsi. Perilaku itu tidak lepas dari gaji kecil dan minimnya tunjangan hari tua yang diterima polisi di sana.
Sumber : www.indopos.co.id

No comments:
Post a Comment